
Yua tak bisa tidur memikirkan Pria yang ada di cafe itu. Pikirannya tak tenang. Seperti ada yang mengawasinya selama ini. Ia bahkan belum menceritakannya pada Joe. Yua lalu mengingat apa-apa saja kejadian aneh yang terjadi hingga saat ini.
Pertama, Ia datang dari tahun 2021 setelah membaca surat lama untuk dirinya dari ayahnya yang meninggal seminggu lalu. "Apa Joe sekarang tidak membuat surat untuk Yucil? besok akan aku tanyakan pada Joe" gumam Yua.
Kedua, pada hari kedua ia di tahun 2000 Joe dan Arga memberitahu bahwa dirinya sempat bermimpi buruk hingga berkeringat. Yua bahkan tak ingat pernah bermimpi buruk.
Ketiga, Apakah Yua dan Arga memang teman masa kecil?. Seingatnya di masa depan dirinya bertemu dengan Arga saat berumur 20 tahun, Sedangkan di sini Yucil dan Arga sudah bertemu.
Keempat, Baik Pria maupun cafe itu sangat aneh. Cafe itu sudah ada sejak 1890. Lalu apakah sewaktu penjajahan cafe itu baik-baik saja? dan bagaimana rumor yang beredar jika pemilik cafe tidak pernah tua? lalu kenapa di cafe itu ada buku, komik dan novel tentang perjalanan waktu?.
Hingga saat ini Yua belum membicarakan bagaimana masa depan kota ini, negara ini, hingga dunia ini. Ia ragu jika ada orang yang akan mempercayainya. Setelah mendengar nasehat Joe saat ulang tahun kemarin ia menjadi khawatir jika ia tak sengaja menyampaikan hal-hal yang berhubungan dengan masa depan.
Sebenarnya Yua juga tak begitu ingat baik kehidupannya maupun sekitarannya dari tahun 2000 hingga 2010 karena dirinya masih kecil dan belum memperhatikan sekitar. Lalu kenapa dirinya malah tiba di tahun 2000?.
Yua bahkan baru mengenal lingkungannya semenjak mulai sekolah hingga kuliah. kalaupun tahu keadaan di masa depan ia bukan pengingat ulung yang dapat mengingat detail kejadian-kejadian di masa depan.
Setelah banyak yang ia pikir malam ini, tanpa disadari dirinya pun tertidur dan baru bangun jam 1 siang keesokan harinya.
...***...
"Gawat.. udah siang!!" ucap Yua sambil terkejut dan lompat dari kasur. Melihat Yucil tidakk ada disebelahnya, Yua langsung bangkit dan berlari ke ruang makan. Syukurlah..... ternyata ada Arga disana bersama Yucil sedang menggambar.
"Miss Yu tidurnya kayak orang mati!" ledek Arga.
Yua lalu menyentil kening Arga karena berkata tak sopan. Yucil pun tertawa melihat kening Arga yang kini memerah. "Hari ini aku mau keluar.... Kalian jaga rumah ya" pesan Yua pada Yucil dan Arga.
Yua sebenarnya tak ingin keluar rumah tapi ia harus mencari tahu siapa pria di cafe itu. Ia bahkan sudah merencanakan kunjungan ini dalam tidurnya.
...***...
Cafe itu pun mulai terlihat di ujung jalan. Yua lalu membuka pintu itu dan langsung disambut oleh pelayan yang sama saat dirinya dan Arga kesana beberapa hari yang lalu.
Sama seperti sebelumnya, cafe ini sepi. Hanya dirinya tamu pada hari ini. Yua lalu kembali melihat barisan photo yang terpajang di dinding. Ia ingin melihat apakah ada petunjuk yang bisa ia temukan dengan melihat photo-photo itu. Namun sayang sekali tak ada petunjuk yang ia dapatkan.
Yua lalu beranjak ke rak buku yang misterius itu. Sebuah buku ilmiah tentang perjalanan waktu menarik perhatiannya. Ada sebuah kutipan yang menjadi fokus utamanya.
..."Ada periode waktu yang terbatas bagi para pelompat waktu"....
Yua lalu melihat kutipan lainnya.
..."Para tahanan waktu tak akan pernah dapat melewati batas ruang dan waktu untuk selamanya"...
"Duh bahasanya rumit banget sih.. pelompat? tahanan?" gumam Yua saat membalik halaman buku itu satu persatu.
Saat sedang asyik membaca tiba-tiba Yua merasakan ada tangan yang menyentuh pundaknya hingga membuatnya terkejut dan langsung menutup buku yang ia baca. Segera Yua kembali meletakkan buku itu ke tempat asalnya.
Buku itu sudah kembali ke tempatnya dan kini Yua perlahan membalikkan badannya dengan menutup kedua matanya erat-erat. Saat ia sudah berbalik sempurna, memang tak salah lagi ada orang lain di depannya.
"Bukalah matamu!!" kata pria itu.
Kata-kata pria itu membuat Yua pun perlahan membuka matanya. Yang pertama ia ketahui dari pria itu adalah berpakaian hitam dan tampaknya sangat tinggi. Lalu pandangannya ia arahkan dari kaki pria itu hingga kepalanya. Berambut pirang, berkulit putih dan memiliki tahi lalat di samping mata kirinya. Ciri cirinya sama dengan pria yang ia lihat beberapa waktu lalu.
"Ka..kamu si.. siapa?" kata Yua dengan suara gemetar.
"Tidak perlu takut seperti itu!" seru pria itu agar Yua tidak takut padanya.
...***...
Pria itu lalu mengajak Yua kembali ke tempat duduknya dan menambah bonus pada pesanan Yua. "Saya Alex, Pemilik cafe ini" ucap Pria itu
Yua kaget mendengar jika Pria muda itu adalah pemiliki cafe ini. "Maaf sebelumnya, umur anda berapa ya? anda benaran pemilik cafe ini?" tanya Yua.
"mmm.. kira-kira 25, apa 26 mungkin hahaha" ujar Alex dengan gelak tawanya yang ragu dengan umurnya sendiri. "Tidak usah formal bicara santai saja..." sambungnya.
Yua menyadari ada yang aneh, kenapa Alex ragu dengan umurnya sendiri. Apa jangan-jangan rumor itu benar pikir Yua dalam hati sambil melirik kearah rak buku itu.
"Sesuai dugaanmu" kata Alex dengan tiba-tiba yang mengagetkan Yua lagi.
"Apa maksud kamu?" tanya Yua. "Jangan-jangan dia bisa baca pikiran?" gumam Yua dalam hati.
...***...
"Enak!!!!" Yua tak menyangka rasa shortcake cafe ini sangat enak bahkan lebih enak dibanding yang pernah ia makan di masa depan.
Alexpun tersenyum melihat Yua sangat menikmati cake itu. "Kamu harus kembali ke tahun asalmu maksimal 40 hari setelah kamu datang ke tahun ini" pinta Alex dengan serius.
"huk huk huk" Yua yang sedang meminum hot coffe itu jadi tersedak. Alex lalu memberikan segelas air putih pada Yua.
"Jadi kamu memang benar penjelajah waktu sama seperti aku?" tanya Yua sambil melihat ruangan kafe yang ternyata tak ada orang lain selain mereka berdua.
"Bukan... aku dan kamu sama-sama bukan penjelajah waktu" jawab Alex. Menurut Alex, dirinya dan Yua bukanlah penjelajah waktu. Lalu Yua apa?.
"Kamu adalah pelompat waktu. Orang yang hanya kebetulan terlempar ke tahun ini. Biasanya dipicu oleh emosi yang tidak stabil. Sedangkan penjelajah waktu adalah orang yang dengan sadar melakukan perjalanan waktu dengan tujuan mencari informasi atau bahkan bertujuan mengubah masa lalu" jelas Alex.
Aahh.. Apa yang Alex bilang sepertinya masuk akal. Yua jadi teringat hari dimana ia terlempar ke tahun 2000, itu adalah hari saat ia melihat album kenangan dirinya dan ayahnya. Di hari itu ia juga menemukan dan membaca surat sang ayah dengan sangat emosional sehingga akhirnya emosi itu yang membuatnya tiba di tahun ini.
"Jika kamu bukan pelempot waktu lalu kamu apa?" tanya Yua.
"Aku adalah orang yang tak dapat menembus dinding ruang dan waktu" jawab Alex.
"Kamu... tahanan waktu?" tanya Yua dengan sedikit rasa tak percaya.
...***...
Menjawab penasaran Yua tentang siapa Alex sebenarnya, Alex tanpa ragu menceitakan bahwa dirinya dahulu juga seorang pelompat waktu.
Awalnya Alex melompati waktu karena sang tunangan meninggal dunia, lalu disusul kematian kedua orang tuanya. Emosinya saat itu tidak terbendung hingga akhirnya ia tak sengaja melompati waktu. Saat melompati waktu Alex bertemu dengan seorang penjelajah waktu yaitu pemilik pertama cafe ini. Pemilik cafe inilah yang memberi tahu semua tentang perjalanan waktu.
"mmmm... kalau boleh tau kamu asalnya tahun berapa?" tanya Yua penasaran. Awalnya ia merasa takut pada Alex namun karena berbagi pengalaman yang sama perasaan takut itu pun hilang.
Alex sudah menduga Yua akan menanyakan tahun asalnya. Alex lalu melanjutkan ceritanya dengan singkat.
Saat itu tahun 1893, Alex berusia 25 tahun. Ia berpikir bahwa ia ingin melarikan diri dari kejadian pahit itu hingga ia tak sengaja tiba di tahun 1890. Tahun dimana tunangan dan kedua orang tuanya masih hidup.
Namun, Alex mengabaikan nasehat si penjelajah waktu untuk meninggalkan tahun 1890 dan kembali ke tahun asalnya. Alasan ia tak mau meninggalkan tahun 1890 adalah ia tak mau berpisah untuk kedua kalinya dengan orang yang ia sayang. Hingga akhirnya ia terlambat menyadari bahwa tubuhnya mengalami penolakan waktu.
"Penolakan waktu?" tanya Yua yang bingung mendengar istilah baru.
Ya... itu karena orang dari masa depan memiliki waktu yang berjalan di masa depan juga. Tidak hanya fisik luarnya saja namun organ di dalam tubuhnya juga berkerja sesuai waktu di masa depan.
...***...
Saat pertama kali Alex tiba di tahun 1890 dirinya tak sadar jika tubuhnya mengalami penolakan waktu seperti mimpi buruk, berkeringat, dan sering pusing. Semakin lama kondisi tubuhnya semakin menurun. Alhasil, organ di dalam tubuhnya perlahan menunjukkan kegagalan fungsi hingga akhirnya 40 hari berlalu.
Tepat 40 hari sejak Alex melompati waktu, ia mengalami kematian vegetatif (mati suri). Saat itu dirinya sedang berada di cafe ini bersama si penjelajah waktu. Setelah satu minggu dalam masa kematian vegetatif akhirnya Alex pun sadar dan harus hidup yang belum ia bayangkan sebelumnya.
Namun, Alex harus pasrah pada nasibnya. Ia tak bisa keluar dari cafe itu walau ia sudah berjuang sekeras mungkin. Penderitaannya bertambah saat sadar bahwa dirinya tak akan menua maupun meninggal dunia.
Hal itu pun terbukti. Setahun berlalu fisik tak berubah itu adalah hal biasa, namun kini sudah lebih 100 tahun tapi wajah Alex tak menunjukkan perubahan apapun.
Alex mengakhiri ceritanya yang terdengar tak masuk akal itu dan bertanya pada Yua sudah berapa hari ia tiba di tahun 2000. "Sudah berapa hari kamu ada di tahun 2000?" tanya Alex.
"Kira-kira sejak 30 April, itu berarti sekarang sudah 8 hari" ungkap Yua sambil menghitung hari tersebut menggunakan jari tangannya.
"Kalau begitu apa kamu pernah mengalami penolakan waktu atau kejadian aneh selama 8 hari ini? " Alex khawatir jika Yua tak sadar dengan penolakan waktunya tak ingin Yua mengalami nasib yang sama dengan dirinya.
"Saat hari kedua, Joe dan Arga bilang aku bermimpi buruk" jawab Yua.
Seperti tak ada yang bisa mengelak dari penolakan waktu termasuk Yua. Alex kembali mengingatkan Yua bahwa ia akan mengalami sindrom yang sama dengan dirinya dan agar semua tak terlambat Yua harus meninggalkan tahun ini dan kembali ke tahun asalnya.
_______________
Terimakasih...
Jangan Lupa Like👍, Comment, 💬dan Favorite-nya❤.
Selamat Membaca👋