40 Days, One Love

40 Days, One Love
Kebahagiaan Semu



Sudah hampir 4 hari ia tak memberi kabar pada Alex. Yua takut Alex menjadi khawatir. Sesuai rencananya, Senin pagi ini Yua akan mengunjungi Alex jam 8 pagi saat cafe akan buka.


Tapi... Ada yang aneh dengan perasaannya sejak bangun tidur. Sejak ia memutuskan untuk ke cafe perasaannya menjadi tak tenang. Jantungnya berdegup kencang dan semakin berdebar saat ia sampai di depan pintu cafe. Rasanya seperti ingin meledak.


"Duh.. kok deg-degan sih? jangan-jangan hati aku mulai rusak deh?" pikirnya khawatir.


Yua lalu membuka pintu dan masuk ke dalam cafe.


"cring cring"


Kali ini, Alex sendirilah yang langsung menyambutnya. Melihat wajah Alex membuat dadanya berdebar tak karuan.


"Tuhan apakah aku akan segera mati?" keluhnya lagi. Namun sekuat tenaga ia mencoba untuk tetap relax.


Alex lalu menyapa Yua.


"Selamat Datang!!" sapanya seperti pelayan. "Sudah lama tidak kesini?, aku pikir kamu sudah tiba di tahun 2021" ledeknya.


Namun, melihat muka Alex yang biasa-biasa saja, membuat Yua menyesal sudah berharap jika Alex khawatir padanya yang sudah 4 hari ini tidak ada kabar.


Yua lalu masuk ke dalam cafe dengan muka yang ditekuk. Sama seperti sebelumnya, hari ini mereka akan berbagi informasi tentang perjalanan waktu agar Yua dapat segera kembali ke masa depan.


...***...


Agar pembicaraan mereka tidak membosankan dan santai, Alex menyuguhkan secangkir teh panas dengan madu yang sangat cocok diminum saat cuaca mendung seperti ini.


"Maaf aku kepo.. eh maksudnya ingin tau. Aku ingin tau bagaimana cara kamu kembali ke tahun 1890 dan menjadi tahanan waktu?" tanya Yua dengan sangat penasaran.


"Sebegitu ingin taunya kamu tentang kisahku?" goda Alex.


"Cuma mau jadiin referensi aja kok" balas Yua. Ia mendadak salah tingkah.


"Baiklah, tapi agar kita impas kamu harus menceritakan kisahmu juga padaku" nego Alex.


Mereka akhirnya sepakat akan saling bertukar cerita dan Alex akan lanjut menceritakan kisahnya yang tertunda beberapa hari lalu.


...***...


Kisah berlanjut saat Alex sadar sudah menusuk kedua orang tuanya.


Alex melemparkan pisau itu sejauh-jauhnya dan berteriak. Teriakannya malah mengundang tetangga sekitar. Merasa penasaran mereka semua berbondong-bondong ke rumah Alex. Betapa terkejut para tetangga menemukan kedua orang tua Alex sudah bersimpah darah dan tergelatak di lantai begitu saja.


Hanya Alex yang tidak ada di sana. Alex ternyata berlari ke arah hutan. Bukan ia tak ingin di tangkap tapi ia tak kuasa menahan amarah pada dirinya sendiri. Ia tak menyangka dengan teganya ia menghabisi nyawa orang yang sudah melahirkan dan merawatnya itu.


Ia tiba di dekat jurang. Melihat dalamnya jurang membuat badannya lemas dan terduduk di tanah. Ia lalu mengingat masa-masa indahnya bersama Gayatri dan kedua orang tuanya.


Alex memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan harapan di akhirat nanti kedua orang tuanya akan memaafkan dirinya. Sebelum ia melompat ia mengeluarkan kalung yang ada di dalam bajunya. Di kalung itu menggantung cincin dirinya dan sang tunangan.


Dengan mendekap erat kalung itu di dadanya, Alex lalu menyampakkan dirinya ke dalam jurang. Namun, matanya tiba-tiba terbuka.


"Apa aku sudah di akhirat" pikir Alex dalam hatinya.


Ketika ia terbangun, matanya sedikit buram, Ia melihat seorang perawat sedang mengobati luka di kakinya. Awalnya Alex mengira perawat itu adalah Gayatri namun setelah pandangannya kembali ia sadar bahwa perawat itu bukan Gayatri.


Alex heran padahal ia sedang berada di jurang dan hendak bunuh diri tapi kenapa ia berada di tenda tentara lengkap menggunakan seragam dan atribut. Ia juga tampak segar tidak seperti sebelumnya dan ia sepenuhnya dapat berpikir dengan kesadaran penuh.


Namun di tengah keramaian itu, arah matanya langsung tertuju pada suatu tempat. Seperti hanya di tempat itu saja yang bercahaya. Alex melihat wanita yang ia rindukan, Gayatri. Kali ini benar Gayatri. Dia benar-benar Gayatri.


Alex lalu menghampiri Gayatri. Gayatri yang sedang sibuk merawat pasien tidak sadar jika ada Alex di belakangnya. Gayatri lalu bertanya apakah ada yang dibutuhkannya. Namun Gayatri terkejut melihat ia menangis.


"Seorang tentara tidak pernah menangis dan kamu seorang pria berotot" ledek Gayatri


Melihat Alex menangis dan melihatnya dengan mata yang berkaca-kaca, Gayatri menjadi bingung kenapa Alex menanyakan apakah dia masih hidup.


"Apa aku pernah mati, Kamu siapa?" tanya balik Gayatri.


Alex tidak tahu kenapa Gayatri tidak mengenalnya. Gayatri lalu bersikap dingin padanya setelah itu.


Lalu seseorang dari arah kejauhan melambaikan tangannya pada Alex dan menghampirinya. Pria itu adalah teman seangkatan Alex di sekolah militer.


Fakta baru ia temukan dari temannya itu. Ia seharusnya saat ini berada di kota sebelah membantu pasukan di sana selama 6 bulan. Alex pun menjadi teringat ia pernah mendapatkan tugas yang sama. Benar, tugas itu ia dapatkan tiga tahun yang lalu.


Alex juga sadar bahwa Gayatri tidak mungkin ada di kamp militer lagi, Gayatri sudah dibebastugaskan karena akan menikah dengannya. Alex lalu merasakan ada hal ganjil. Mimpi akan meninggalnya Gayatri dan pembunuhan orang tuanya tampak nyata. Perasaannya juga ketika itu sangat nyata seolah bukan hanya sekedar mimpi biasa. Ia lalu memastikan apa yang di ingatnya adalah mimpi atau kenyataan.


Alex lalu bertanya pada temannya itu.


"Mas, sekarang tahun berapa?" tanya Alex.


Benar dugaannya. Memang ada yang Aneh. Betapa terkejut ia mendengar temannya itu menjawab bahwa sekarang mereka ada di tahun 1890. Tiga tahun sebelum pertemuannya dengan Gayatri.


Meski sempat meragukan dirinya sendiri kembali ke masa lalu, Alex menganggap itu adalah anugerah untuknya agar bisa memperbaiki masa depan. Alex memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan Gayatri lagi. Dengan seluruh pengetahuannya tentang Gayatri, Alex dengan mudah mendapatkan hati Gayatri kembali.


Akhirnya pernikahan mereka akan terwujud hanya dalam hitungan minggu kedepan. Alex juga bersyukur orang tuanya masih hidup. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menyakiti siapapun.


Tiba-tiba seorang pemuda memakai jubah putih datang menghampiri Alex. Baik wajah, cara berpakaian dan cara bicara sungguh asing. Alex belum pernah bertemu dengannya. Pemuda itu berpesan jika yang Ia alami adalah kebahagiaan semu.


"Kebahagiaan semu, maksudnya?" tanya Yua.


"Ya.. apa yang aku alami saat itu hanyalah kebahagiaan semu, termasuk kamu saat ini" jawab Alex.


Alex meminta Yua untuk tetap mendengarkannya dan menyimpan pertanyaan berikutnya.


Alex kembali melanjutkan ceritanya.


Pemuda itu lalu menyuruh Alex untuk segera kembali ke tahun 1893 maksimal 40 hari setelah kedatangnnya di tahun 1890. Namun, Alex tidak menghiraukan pesan pemuda itu.


Apa yang pemuda katakan itu nampaknya berubah menjadi kenyataan. Alex menjadi sakit-sakitan dan membuat Gayatri menjadi susah.


Pemuda itu sekali lagi datang menemui Alex. Ia menjelaskan semua tentang perjalanan waktu karena ia adalah seorang Penjelajah Waktu. Percaya tidak percaya adalah keputusan Alex. Namun Alex memutuskan untuk percaya pada pemuda itu


Alex meminta dua hal pada pemuda itu. Permintaan pertama adalah tetap berada di sisi Gayatri hingga hari ke-39. Alex tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan keduanya untuk bersama Gayatri, walaupun ia harus menahan sakit hingga hari tu tiba.


Permintaan kedua Adalah....


______________


Hallo semua!!


Aku ada visual untuk karakter Gayatri, entah kenapa aku jadi kepikiran dia. Maafkan kehaluanku ini😭



...Yuki Kato as Gayatri...


______________________________


Terimakasih Sudah Membacaā¤


Jangan Lupa Like, Comment, dan Favorite-nya.