40 Days, One Love

40 Days, One Love
Investigasi



Pesan Joe terngiang-ngiang sepanjang malam. Yua bertekad mulai besok ia harus bangun pagi, Ia harus berubah, harus menjadi anak yang baik, dan harus mendengarka semua perintah Joe.


Tapi....


Hari ini ternyata ia kesiangan lagi. Sudah tak ada Joe di rumah. Yucil lalu membawakan sarapan untuk Yua.


"Bahkan aku yang masih kecil saja bisa bangun pagi" keluh Yua sambil menundukkan kepalanya ke meja.


"Ma.. Ayyah katanya tadiy ke pasar" beritahu Yucil.


Yua melihat di sekelilingnya sudah berkilauan, sepertinya sudah tidak ada yang harus ia lakukan.


"Tok..tok.."


Itu adalah Arga. Arga hari ini sudah dibolehkan Joe kembali bermain dengan Yucil dan membantu Yua.


...***...


Arga dan Yucil sepakat hari ini mereka akan menggambar bersama saja. Mereka lalu menggambar di meja makan. Sepertinya Yua hanya perlu mengawasi mereka saja.


Saat mengawasi mereka, Yua teringat akan sesuatu. Jika nanti Ia kembali ke masa depan maka pertunangannya dengan Arga akan tetap berlanjut.


Yua sepertinya berubah pikiran untuk menolak pertunangan itu. Ia kini ingin menghargai keputusan ayahnya di masa depan untuk menikah dengan Arga. Tapi....


Yua tiba-tiba mengeluarkan senyum setannya. Ia mempunyai suatu rencana, "Haha".


"Yucil... Minion..." panggil Yua. "Aku mau nyusul Joe, kalian menggambar dirumah saja!" sambungnya.


Yua lalu pamit, Yucil dan Arga pun mengantarnya hingga depan rumah.


...***...


Setelah cukup jauh melangkah dan tidak lagi melihat Yucil dan Arga, Yua ternyata diam-diam kembali lagi ke rumah. Tapi ia tidak masuk. Ia ingin memata-matai Yucil dan Arga dari teras belakang.


Lalu, apa rencana Yua sebenarnya?


Karena Yua sudah punya motivasi untuk kembali ke masa depan, Ia ingin menyelidiki seperti apa calon suaminya itu ketika masih kecil. Yua juga ingin tahu, apakah Arga memang menyukainya sejak kecil atau tidak karena menurutnya akan sangat aneh jika Arga di masa depan menerima begitu saja pertunangan itu. Ia takut jika Arga di masa depan terpaksa lalu menyesali pertunangannya.


Dengan hati-hati, Yua mengamati mereka dari sela-sela tirai jendela. Dengan teliti Yua melihat pergerakan Arga kemanapun ia pergi.


Satu jam berlalu. Tapi, tidak ada yang terjadi. Mereka hanya mengambar dan bertukar crayon layaknya anak kecil.


"Ya jelas.. mana ada anak kecil yang mikir cinta-cintaan" keluh Yua.


Tapi Yua tak menyerah. Ia yakin pasti ada petunjuk. Yua dengan sabar menanti petunjuk hingga tak terasa sudah 4 jam berlalu, hingga akhirnya Joe pulang dari pasar


Yua yang melihat Joe sudah pulang itu memanggilnya dengan suara yang kecil serta mengayunkan tangannya dari balik pagar. Agar rencananya tak ketahuan, Ia segera menyeret Joe dan memaksanya ikut memantau pergerakan Arga.


"Kenapa harus sembunyi - sembunyi seperti ini?" bisik Joe penasaran.


"Aku ingin tau calon suamiku seperti apa" ceplos Yua.


Joe terkejut mendengar bahwa Arga akan menjadi calon suami putrinya di masa depan. Yua pun tahu aoa yang ada dipikiran Joe saat ini, sebeluk Joe bertanya Yua sudah duluan menjawab pertanyaannya.


"Kamu di masa depan akan menjodohkanku dengan Arga untuk menyelamatkan perusahaan keluarganya. Perusahaan kita juga akan diuntungkan dengan pernikahan ini" ungkap Yua.


"Wahhh... Aku terdengar seperti haus harta dan kekuasaan bahkan rela menjual putriku sendiri" ucap Joe tak percaya.


Yua lalu menepuk punggung Joe dan berkata bahwa apa yang Joe gambarkan tentang dirinya di masa depan memang seperti itu adanya.


Tapi Yua menyadari mungkin ada alasan lain di balik pertunangannya yang belum ia ketahui.


...***...


Tapi... Joe mengganggu rencananya. Joe malah masuk ke dalam rumah tanpa seizin Yua. Yua pun mengejar Joe dan berakhirlah rencana itu.


Yua yang kesal hanya duduk di meja makan dan mengawasi mereka dari dekat saja. Ia mengkerutkan dahinya dan menfokuskan matanya pada Arga.


"Miss Yu, Kenapa sejak tadi kamu menatapku seperti harimau lapar?" tanya Arga.


"Duh, kenapa gitu ngomongnya? yang sopan sedikit!" gumam Yua.


Yua lalu berdalih jika kelopak matanya keram dan tidak bisa mengedip. Alasan yang konyol.


Tentu saja Arga tidak menerima mentah-mentah apa yang Yua katakan. Arga lalu membalas Yua dengan mengatakan bahwa mata Yua seperti mata ikan.


"Berarti mata Miss Yu sama dengan Ikan. Ikan tidur tidak memejamkan matanya" ledek Arga.


"Haha" tawa Yucil.


Tak mau berhenti sampai di situ, Yua lalu memikirkan cara yang lain. Ia meminta Yucil untuk mengatakan sesuatu. Ia mengajari satu kalimat padanya dengan bisik-bisik.


"Arga... A..pa.. ka..muu cinntwa a.kuu..~?" tanya Yucil.


Arga lalu melihat Yua yang mengajari yucil kata-kata itu. Seperti Arga tak suka Yucil diajari kata-kata yang belum dimengertinya itu.


"Apa mau Miss Yu sebenarnya? Sejak tadi Miss Yu terus-terus memperhatikanku. Mulai dari sebelum pergi, lalu mengintip di teras belakang berjam-jam, lalu sekarang?" marah Arga. Ia juga mempertanyakan alasan Yua.


Yua terkejut ternyata Arga mengetahui semua rencananya. Sungguh Arga sadar dengan apa yang ia kerjakan sejak tadi bahkan ia tenang-tenang saja selama ia beraksi.


Lagi-lagi kedewasaan Arga berpikir membuat Yua malah berpikir konyol.


"Aaah!! Jangan-jangan................ kamu adalah orang dewasa dari dunia antah berantah yang tertabrak truk lalu bereinkernasi dan masuk ke tubuh Arga yang sedang tertidur, seperti yang ada di komik-komik dan novel itu kan???? Makanya kata-katamu seperti terdengar seperti orang dewasa kan??" tanya Yua penasaran.


Arga yang pusing mendengar Yua berceloteh pun menutup kedua telinganya dengan tangan-tangannya yang kecil itu. Meskipun begitu Arga tetap tersenyum melihat Yua yang tidak pernah berhenti bicara itu.


Akhirnya Yua lelah dengan sendirinya. Ia lalu menyudahi investigasinya yang tak berbobot itu. Sesekali ia mengeluarkan suara keluh resahnya, Arrggh.


Joe lalu menghampiri mereka di meja makan. Joe dengan spontan bertanya pada Arga. "Apa ada orang yang kamu suka nak? kamu jawab saja ada atau tidak. Om gak bakal tanya siapa namanya" tanya Joe meyakinkan Arga.


"Mana mau dia jawab.." ledek Yua.


Namun siapa sangka ternyata pipi Arga mulai memerah. Ia lalu menganggukkan kepalanya ke arah Joe seolah membenarkan ada orang yang ia suka.


Benar saja, ternyata Arga sudah menyukai seseorang membuat Yua tak percaya seluruh usahanya hari ini dikhianati Joe dengan satu kali percobaan.


"Kenapa dia malah menjawab Joe, Aku yang sudah capek memata-matainya sejak tadi malah tidak dapat jawaban apapun" kesal Yua.


Yucil yang tidak mengerti apa-apa lalu bertanya pada Arga dengan polosnya.


"Siyapa?" tanya Yucil.


Pipi Arga semakin memerah sudah seperti apel merah. Ia menjadi salah tingkah. Beberapa kali ia memalingkan matanya ke atap. Baru kali ini tingkah Arga seperti anak kecil.


"Tentu saja Ibuku.." jawab Arga dengan lantang tapi matanya melihat ke atap.


Joe lalu menyudahi introgasi ini dengan paksa dan sedikit memberi wejangan.


"Sudah-sudah, jangan diteruskan lagi... Siapapun yang kalian cinta itu hak kalian, kalian juga harus mencintai mereka dengan hati bukan hanya sekedar karena paras atau harta" nasehat Joe.


_______________________________


Terimakasih Sudah Membaca❤


Jangan Lupa Like, Comment, dan Favorite-nya.