40 Days, One Love

40 Days, One Love
Sadar



"Miss Yu!! semua sudah beres. Apa kita bisa pulang?" tanya Arga yang sudah tak sabar ingin pulang. Masih banyak yang harus ia persiapkan sebelum keberangkatannya ke Inggris besok lusa.


"Tenang saja, ibumu pasti sudah beres-beres kok" jawab Yua meyakinkan Arga untuk tidak perlu tergesa-gesa.


"Alex... aku dan bocah-bocah ini pulang dulu!" Mereka lalu berpamitan dan meninggalkan cafe.


Langit masih terang dan jalanan masih ramai, kali ini Yua tidak terlalu takut akan ada orang yang mengikutinya seperti kemarin. Barang bawaannya juga banyak jadi jika ada yang menganggunya ia bisa menghajar mereka dengan bawaannya itu.


"Yucil.. Minion... kalian tadi liat ada om-om rambut pirang gak di dalam cafe?" tanya Yua memastikan apakah mereka memang tidak mengingat Alex setelah keluar dari pintu cafe.


"ciapaa?" tanya balik Yucil yang sepertinya memang tidak mengingat Alex.


"Aku tidak tau.. Mmm... sepetinya tadi hanya ada miss Yu di sana dan Om Joe yang datang tadi siang!, memangnya kenapa?" jawab Arga yang semakin memperkuat bukti bahwa mereka sama sekali tidak mengingat Alex yang seharian ini mereka temui.


"Bukan apa-apa.. Ayo kita pulang!" seru Yua.


...***...


Karena ada mereka berdua perjalanan pulang terasa begitu cepat. Tiba-tiba sudah sampai saja di depan rumah Arga. Arga juga menawarkan Yua dan Yucil untuk singgah, namun Yua menolaknya karena tidak ingin menganggu Risma yang pastinya sibuk membereskan barang-barangnya.


"Aku masuk dulu..." ucap Arga sambil membuka pintu pagar rumahnya. Arga pun tak membuang waktu dengan berbasa basi lagi dan langsung masuk ke dalam rumahnya.


Saat melangkahkan kakinya menuju rumah yang tak lagi jauh, tiba-tiba Yua merasakan ada orang yang mengikutinya lagi sama seperi kemarin. Kemarin dia memang bodoh tidak berbalik badan dan tidak berani melihat siapa yang mengikutinya, tapi kini dia harus mengetahui siapa yang mengikutinya itu.


Yua dengan jeli melihat seluruh sudut jalanan, memastikan apakah benar ada orang yang mengikuinya atau tidak. Yua bahkan melangkah mundur memastikan apakah orang itu bersembunyi di balik tembok atau sembunyi di tumpukan sampah. Namun, sepertinya orang itu menyadari bahwa Yua mulai curiga. Aura orang yang mengikutinya itu pun kemudian menghilang kembali.


"Ayo Yucil, kita pulang" seru Yua yang sudah mempercepat langkahnya.


...***...


"Halo Joe!!!" telepon Yua sesampainya di rumah.


"Ada apa? kamu kenapa seperti kehabisan napas gitu?"


"Tadi waktu aku pulang, di depan rumah Arga, aku ngerasa ada yang ngikutin dari belakang, tapi pas aku liat sekeliling orang itu udah gak ada" jawab Yua panik yang sedang di depan jendela rumah mengawasi jalanan sekitar.


"Aku akan segera pulang, kunci semua pintu dan tetap waspada" peringat Joe.


...***...


"Jangan-jangan??? Apa ini ada kaitannya dengan meninggalnya Ayah?" curiga Yua.


"*Kenapa aku tidak menyadarinya selama in**i*?" gumamnya lagi.


Yua sadar ia terlalu naif selama ini berpikir bahwa fenomena meloncat waktunya itu hanya untuk mengenang masa lalu atau untuk bertemu sekali lagi dengan sang ayah dan dirinya yang masih berumur tiga tahun itu. Terlebih batas waktu meloncati waktu cukup lama dan harus kembali ke masa depan dalam waktu 40 hari.


Yua lalu berpikir kemungkinan yang lebih dari pada itu, Tuhan sebenarnya memberinya kesempatan untuk merubah nasib ayahnya maupun dirinya sendiri selama 40 hari. Plot yang sudah umum Yua baca di novel, drama atau komik yang harusnya ia sudah menyadarinya dari awal.


Seperti yang dia duga, tidak mungkin ia tiba di tahun 2000 hanya sekedar kebetulan meloncati waktu tanpa penyebab dan alasan. Maka bisa saja penyebab Yua tiba di tahun 2000 karena meninggalnya sang ayah dan alasan ia tiba di tahun 2000 adalah menyelamatkan Ayahnya.


"Ayah meninggal seminggu setelah aku wisuda, saat harusnya aku bisa menjadi penerus bisnis ayah dan menikah dengan Arga. Pagi sebelum kecelakaan ayah bahkan baik-baik saja. Anehnya kecelakaan ayah adalah kecelakaan tunggal di tol yang masih sepi dan satu-satunya korban adalah ayah bahkan supirnya hanya luka ringan!"


Sekali lagi ia mencoba berpikir jernih sebelum hendak menelpon Alex untuk memastikan apakah dugaannya ini benar atau tidak.


"Tapi kenapa harus di tahun 2000 yang saat itu aku bahkan belum memiliki ingatan kuat? apakah penyebab kematian ayah ada di tahun ini?"


Yua lalu menghubungkan orang-orang yang menurutnya perlu di awasi. "Arga, ayah arga, penguntit, ayah? Apakah ada hubungannya?" Ditengah-tengah ia memikirkan kemungkinan itu, Yua teringat perkataan Alex dan janjinya dengan Joe saat ulang tahunnya.


"Aaakkkkhh bingung! mana yang harus aku ikuti!!!"


Yua ingat Alex mengatakan "*Ap*apun yang peloncat waktu lakukan tidak akan merubah masa depan", sama seperti Gayatri yang tetap meninggal karena wabah malaria. Karena perkataan Alex itulah Yua percaya bahwa meninggalnya sanh ayah adalah takdir yang tidak dapat di elak seberapa keras ia berusaha saat ini. Yua juga teringat janjinya pada Joe untuk mengikhlaskan kepergiannya di masa depan saat kecelakaan itu terjadi.


"Tapi apa kematian ayah itu wajar? ayah pergi terlalu mendadak... jika kematian Ayah itu adalah takdir yang tidak seharusnya terjadi, maka kejadian hari itu pasti bisa dicegah!!!, aku ingin percaya perkataan Alex tapi aku juga ingin membuktikan apakah takdir memang tidak bisa diubah?" hatinya gelisah menyadari kemungkinan yang terjadi.


Yua mulai curiga bahwa kematian ayahnya sudah direncanakan dan pelaku pembunuhan ayahnya ada di tahun ini. Besar kemungkinan mereka sadar bahwa ia meloncati waktu. Mereka mengutus orang untuk mengikuti dirinya yang belum sadar dibalik kematian ayahnya.


Mereka khawatir jika nantinya Yua sadar akan alasan dibalik meninggalnya sang ayah maka ia pasti akan menyelamatkan ayahnya dan tindakannya menyelamatkan Joe adalah ancaman bagi mereka.


"Intinya adalah mereka menginginkanku untuk segera dibereskan sebelum bisa menyelamatkan ayah"


Yua akhirnya sampai pada kesimpulan terakhirnya bahwa yang mereka inginkan adalah dirinya yang tidak menganggu rencana mereka untuk membunuh ayahnya 20 tahun di masa depan.


_____________


Terimakasih sudah membaca😊