
Dengan muka waspadanya itu, Yua mengatakan bahwa ada seseorang yang mengikutinya sejak ia berangkat dari rumah. Alex lalu memeriksa jalanan sekitar dari lantai dua. Namun, tidak ada orang yang mencurigakan di sekitar sana.
"Apa orang itu...tau aku dari masa depan?" tanya Yua yang khawatir bagaimana jika nanti ia ditangkap lalu dijadikan kelinci percobaan.
Jika orang yang mengikutinya itu tahu tentang dirinya yang dari masa depan, disanalah Yua merasa takut. Bisa saja orang yang mengikutinya itu juga berasal dari masa depan yang lebih jauh dari tahun asal dirinya dan dapat menggunakan pengetahuan mereka untuk menangkap dirinya kapan saja.
"Tidak mungkin.. sangat kecil kemungkinan ada orang yang tahu kamu dari masa depan, kecuali kamu yang memberitahukan pada orang-orang banyak" sanggah Alex.
Syukurlah...Ada perasaan lega dalam hati Yua setelah mendengar sanggahan Alex itu. Ia juga mulai merasa dirinya bisa mengatasi orang itu jika dia memanglah penguntit. Berkat Alex, ia yakin kecil kemungkinan orang-orang di luar sana yang tahu bahwa dirinya berasal dari masa depan.
"Mudah-mudahan itu orang memang benar penguntit, amit-amit. Kalau aku bisa nangkap dia, bakal aku remuk-remukin badannya sama barangnya itu" celetuk Yua yang membuat Alex ngilu mendengarnya.
Tapi..kalau yang mengikuti Yua benar-benar penguntit, maka pulang sendirian jadi sangat berbahaya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Alex meminta Yua setiap pulang kerja ditemani Ayahnya atau naik taksi saja.
"Kalau bisa pulang nanti hubungi Ayahmu atau pulang dengan taxi saja" saran Alex.
Saran Alex ada benarnya. Jika ternyata benar ada penguntit bisa saja saat jalanan sepi ia diculik. "Hhhrrr" merindingnya.
"Baiklah...." Yua hanya bisa menerima perintah atasannya itu demi kebaikan dirinya sendiri.
...***...
Jam sudah menunjukkan pukul 8, waktunya cafe buka. Saatnya mereka bersiap-siap untuk membuka cafe. Perlu diingat juga, selama Yua berada di dalam cafe maka ia tak perlu takut dan pastinya ia akan aman, karena ada Alex yang bisa mendeteksi dengan cepat orang-orang yang melakukan perjalanan waktu yang akan membahayakan Yua.
"Baiklah sekarang kembali bekerja, Semoga kamu betah kerja disini dan ingat harus bersikap sopan kepada semua pelanggan, karena mereka adalah Raja!" ucap Alex sambil tersenyum bak malaikat.
"Pak Pak Pak"
Yua dengan sengaja menampar kedua pipinya. Ia menampar dirinya sendiri bukan hanya karena terkesima melihat senyuman Alex, juga supaya tidak merasa takut pada apapun dan siapapun serta siap menjalani hari pertamanya bekerja di cafe ini.
Kini, mereka sudah siap berbagi tugas dan melayani pelanggan. Selain tugas utamanya meracik kopi dan membuat kue, Alex mendapat bagian melap meja-meja yang masih kosong dan membersihkan jendela. Sedangkan Yua mendapat bagian menyapu lantai dan menyiapkan mesin pembuat kopi.
Selagi belum ada pelanggan yang datang, Yua pun berkeliling di dapur setelah mengerjakan tugasnya. Ia takjub dengan keahlian Alex yang bisa membuat berbagai cake cantik dan tentu saja enak.
"Eh tapi.. kamu dulu bukannya tentara? kok bisa bikin kue secantik ini?" tanya Yua yang baru tiba di dapur.
"Aku belajar cara membuat kue dari pemuda berjubah putih itu, Si penjelajah waktu itu" jawab Alex.
"Oohh.. pantas enak, resepnya pasti dari masa depan~" ledek Yua.
"Iya bisa dibilang begitu" Alex tak dapat memungkiri jika resep itu memang dari masa depan. meskipun dari zaman dulu ada cake, tiramisu, parfait dan sejenisnya tapi rasanya tidak seenak resep yang diberikan si penjelajah waktu.
...***...
Berbeda dengan kemarin yang hujan, hari ini cuaca sangatlah cerah bahkan suara jangkrik dapat terdengar dengan jelas. Ya... cafe tidak seramai kemarin, hanya ada beberapa pelanggan saja. Yua yang berharap akan banyak pelanggan yang datang, kini merasa bosan menunggu mereka apakah datang atau tidak.
"Aku baru kepikiran..., Cafe ini namanya cuma cafe doang ngak ada embel embel apa gitu?" tanya Yua.
"Aku hanya memberinya nama cafe, lagian orang ke cafe tidak melihat nama cafenya, yang mereka cari adalah makanan dan minuman" jawab Alex.
Yua seperti berbicara dengan anak-anak setelah mendengar jawaban Alex terdengar seperti jawaban anak 10 tahun. Bagaimana mungkin dia mendirikan cafe sudah hampir 110 tahun tapi tidak memiliki nama untuk cafenya, pikir Yua dalam hati.
"Duh!! Nama cafe itu penting tau! nanti kalau ditanya orang gimana? masa harus dibilang 'itu cafe dekat perempatan jalan dekat pasar itu tu' kan repot" jelas Yua sambil mencontohkan bagaimana cara orang menjawab letak cafe ini.
Namun, hanya gelak tawa yang ia dengar dari Alex. Alex merasa terhibur dengan cara Yua berbicara yang cepat dan hanya butuh satu kali tarikan nafas. Yua yang melihat Alex tertawa juga ikut-ikutan tertawa, aneh. Jelas-jelas Alex sedang menertawakannya.
"Gimana kalau namanya Time and Century Cafe? simple tapi filosofinya bagus. Time karena cafe ini berhubungan dengan waktu dan Century karena cafe ini akan ada di setiap abad" jelas Yua sambil memutari Alex.
Usul nama cafe yang Yua berikan sepertinya tak mendapat restu dari Alex. Usulnya bagus tapi terlalu mencolok. "Terlalu mencolok!, orang-orang yang melakukan perjalan waktu akan curiga" tolak Alex.
Mungkin saja masa depan cafe ini berubah, memberi nama cafe ini dengan nama mencolok bisa membuat keberadaan Alex diketahui. Alex juga meyakini sekecil apapun perubahan yang terjadi di masa lalu juga akan merubah masa depan meski hanya orang disekitar mereka yang akan merasakannya.
"Kalau begitu biar aku yang memutuskan! setidaknya itu tidak terlalu mencolok" jawab Alex. Setelah cukup lama berpikir dan merenung akhirnya sebuah ide pun muncul dalam benak Alex.
"Kalau begitu.... gimana kalau Ever Cafe" usul Alex.
"Ever Cafe?" gumam Yua.
Ya..Ever cafe juga memiliki filosofinya sendiri menurut Alex. Cafe ini akan selalu ada sampai kapanpun. Ever artinya ada, jadi Ever Cafe artinya cafe yang akan selalu ada dan tidak ada yang bisa menutupnya.
"Bagus juga, Oke.. sekarang nama cafe ini Ever Cafe!!" seru Yua.
...***...
"cring cring"
Tiba-tiba terdengar suara gemerincing lonceng dari pintu depan yang dibuka seorang pelanggan. Yua bergegas ke depan dan menyambut pelanggan itu.
"Selamat siang, Silahkan duduk di sini" sapa Yua tanpa melihat wajah pelanggan dan langsung mengantarkan pelanggan itu ke mejanya.
Pria itu lalu berjalan dibelakang Yua, namun untuk sebentar Yua tiba-tiba berhenti. Setelah menunjukkan kursinya kepada pelanggan, Yua lalu berlari menghampiri Alex.
"I..tu..itu orang yang ngikutin aku tadi" ujar Yua sambil menunjuk pria yang dimaksudnya dengan jari telunjuk.
"Kamu Yakin?" tanya Alex.
"Yak___ Eh..." Yua lalu sadae jika dia tidak begitu mengingat wajah orang yang mengikutinya karena ia sudah lari duluan, bahkan belum sempat melihat wajahnya.
"Tapi aku yakin.. dia tinggi dan badannya besar!!!" yakin Yua.
Namun... setelah Yua melihat pelanggan itu lagi, bisa saja pelanggan itu adalah orang yang berbeda. Orang yang berada di cafe itu memang bertubuh tinggi dan besar namun dia tidak memakai pakaian yang mencurigakan melainkan memakai jas dengan tampilan rapi.
"Banyak yang bertubuh tinggi dan besar tapi mungkin bukan orang itu" ujar Alex sambil menepuk-nepuk kepala Yua.
Yua tak terima jika Alex tak mempercayai instingnya itu. Yua menyerahkan tugasnya pada Alex untuk mencatat sekaligus mengantar pesanan ke meja pelanggannya itu. Sedangkan Ia akan mengawasi pelanggan itu dari arah dapur saja.
Gerak-gerik pelanggan itu memang tidak mencurigakan, tapi instingnya mengatakan jika pelanggan itu berbahaya. Dengan mata tajamnya ia kembali memperhatikan wajah pelanggan itu dengan seksama. Instingnya kembali mengatakan bahwa ia pernah melihat pelanggan itu di masa depan namun versi 20 tahun kedepan.
Semakin ia amati semakin jelas sosok pria itu
"Haaaa!!!"
Pekikan Yua itu mengangetkan Alex yang sedang mengambil dua piring tiramisu. Sepertinya Yua berhasil mengingat siapa pria misterius itu. Alex lalu menghampiri Yua yang masih terkejut itu.
"Kenapa?, kamu ingat sesuatu?" tanya Alex.
Sambil mengangguk-anggukan kepalanya, Yua membisikkan siapa sebenarnya pria itu ke telinga Alex.
"Dia itu..."
________________
Terimakasih sudah membaca😊
Jangan Lupa Like, Comment dan Favoritenya😊