40 Days, One Love

40 Days, One Love
Permintaan



Awalnya Risma tidak akan menyangka jika Yua adalah Lily. Setelah Lily mendadak hilang 20 tahun yang lalu disaat sebelum keberangkatannya ke Inggris, Ia tak pernah berpikir akan bertemu dengan Lily lagi.


Namun... saat Risma dan Arga hendak menuju bandara, Joe memberinya sebuah surat. Saat itu ia tak berani menanyakan kemana perginya Lily.


"Aku minta jaga surat ini. Suatu saat jika terjadi sesuatu padaku berikan pada Yua" pinta Joe memberikan sepucuk surat.


"Tapi aku bahkan tidak tahu kapan akan kembali" ucap Bu Risma.


"Tenang saja, kamu bakal kembali ke sini dan aku yakin kamu akan bertemi dengan seseorang yang kamu kenal disana. Sampai saat itu tiba tolong jaga surat ini" pinta Joe sekali lagi.


Selama di Inggris, Risma tak pernah sekalipun membuka surat Joe dan selalu merindukan Lily yang ia anggap sebagai sahabat terbaiknya. Seperti yang Joe sampaikan, 17 tahun kemudian Risma dan Arga akhirnya kembali. Ia masih menjaga surat Joe dengan baik. Tak ada yang berubah saat Risma kembali, yang berubah adalah suasana dan bangunan kota. Risma tetap seperti Risma dahulu.


Kepulangannya kembali karena suaminya, Pak Roy, meminta Arga untuk meneruskan perusahaannya. Sederhana, Pak Roy hanya memiliki seorang anak dari kedua pernikahannya. Istri kedua Pak Roy hingga saat Itu masih belum dikaruniai anak. Terdengar kabar jika Istri kedua Pak Roy sakit-sakitan dan umurnya tidak panjang lagi. Selain alasannya meneruskan perusahaan, Pak Roy juga telah merencanakan pertunangan putranya itu dengan putri sahabatnya, Joe.


Saat pertemuan kedua keluarga membahas pertunangan putra-putri mereka, Bu Risma yang sudah lama tidak bertemu Yua sedikit kaget dengan transformasi Yua dari hanya seorang balita menjadi gadis dewasa. Bukan hanya itu, Risma tak menyangka jika Yua akan tumbuh mirip dengan Lily yang ia anggap sebagai ibunya Yua itu.


Saat pertemuan itu selesai, Risma diam-diam menemui Joe dan mengembalikan suratnya. Namun Joe memintanya untuk menjaga surat itu lebih lama lagi. Saat itu Risma menerima tanpa menolak sedikitpun.


"Yua sangat mirip dengan Lily" ucap Risma pada Joe.


"Aku juga berpikir seperti itu" jawab Joe dengan tenang.


"Aku ingat Lily muncul tiba-tiba lalu hilang tiba-tiba. Aku pikir itu aneh. Saat dia pertama kali muncul, dia begitu bingung. Arga bilang, kalau lily baru keluar dari rumah sakit, tapi dia bukan seperti seorang yamg dirawat lama dirumah sakit. Dia juga tidak begitu familiar dengan keadaan saat itu. Aku pikir aku aneh memikirkan ini. Tapi, aku pernah memikirkannya sekali." cerita Risma.


"Apa?" tanya Joe.


Risma lalu mengeluarkan sebuah foto saat mereka berada di taman hiburan ketika itu dan memberikannya pada Joe.


"Ini terdengar aneh, tapi hanya ini yang aku pikirkan. Apa Lily adalah Yua?" tanya Risma. " Hahaha Tentu saja tidak. Aku terlalu lama di Inggris dan terlalu banyak menonton film fantasi. Mana mungkin!" tukas Risma menyanggah ucapannya sendiri.


"Benar" jawab Joe singkat.


Risma yang tengah tertawa tak yakin itu pun menghentikan tawanya. Tak menyangka akan mendengar jawaban yang membenarkan dugaannya itu.


"Lily adalah Yua, dan Yua adalah Lily. Ada sesuatu yang terjadi. Dia akan kembali ke masa lalu beberapa tahun lagi. Saat ini dia tidak tahu apa-apa. Jadi aku harap kamu merahasiakannya" ujar Joe.


Meski sulit mencerna suatu fiksi yang benar-benar ada, Risma mencoba untuk menerima penjelasan Joe.


"Kenapa kembali ke masa lalu?" tanya Risma.


"Aku harap tidak ada hal buruk yang terjadi" ucap Joe tanpa menjawab pertanyaan Risma.


Sejak saat itu, Risma menjaga surat Joe dan rahasia Yua dengan segenap hatinya. Meski tak bisa leluasa berbicara dengan Yua yang saat itu dingin padannya, didalam hatinya ia sangat merindukan Lily.


...***...


Tok tok tok


Seseorang mengetuk pintu rumah Risma. Risma yang tengah melamun itu tersentak dan langsung membukakan pintu. Saat ia membukanya, ternyata Pak Roy lah yang sejak tadi mengetuk pintu.


"Sudah pulang mas?" sapa Risma.


Bukan membalas sapaan Risma, Pak Roy malah melewatinya begitu saja.


"Mau aku buatin kopi?" tanya Risma yang tak menyerah dengan Pak Roy.


Pak Roy hanya mengangguk lalu duduk menghempaskan badannya ke sofa. Risma yang mengerti anggukan Pak Roy langsung ke dapur membuatkan kopi untuk suaminya itu.


"Hanya tinggal satu serangga saja" gumam Pak Roy sambil mengusap wajahnya.


Tapi, gumaman Pak Roy itu terdengar oleh Risma yang hendak menuju dapur itu. Tapi tak mai membuat suasana hati suaminya itu berubah, Risma memilih untuk diam dan langsung ke dapur saja.


Saat didapur Risma memikirkan apa maksud dari ucapan suaminya. Jika disangkut pautkan dengan kematian Joe beberapa waktu lalu, apakah serangga yang dimaksud Pak Roy itu adalah Yua?. Sebenarnya Risma juga menaruh curiga pada suaminya itu. Bermain tangan pada istri dan anak saja ia sanggup apalagi pada orang lain.


...***...


Saat Arga memeluk Yua, Yua baru sadar akan sesuatu.


"Gawat" gumam Yua dalam hatinya.


Awalnya hanya berniat memalingkan perhatian Arga dari Alex, Yua malah membuat Arga semakin cinta pada dirinya. Tanpa Yua sadari ia malah seperti memberi sebuah harapan pada Arga. Apalagi mereka adalah tunangan dan akan menikah, kata-katanya tadi sudah terdengar jelas seperti sebuah harapan memantapkan langkah kejenjang selanjutnya.


Arga memeluk Yua dengan sangat erat, bahkan Yua tak bisa melepaskan dirinya dari pelukan Arga. Yua hanya bisa menunggu hingga Arga sendiri yang melepaskannya.


"Kamu ingat, dulu waktu Miss Yu nyuruh kamu ucapin sesuatu dan aku marah" bisik Arga.


Tentu saja Yua ingat. Dirinya lah yang mengajarkan Yucil mengucapkan kata-kata itu.


"Jawabannya adalah Iya... Aku sudah sejak dulu suka sama kamu!" jelas Arga.


Jawaban yang sudah bisa Yua tebak. Beberapa hari yang lalu Arga juga sudah mengatakan bahwa dirinya sudah menyukai Yua sejak kecil. Mendengar kali ini Arga mengatakannya lagi, tidak membuat Yua terkejut.


"Aku tahu" jawab Yua sesekali ia menepuk-nepuk punggung Arga.


"Oh iya... Arga aku boleh minta sesuatu?" pinta Yua yang teringat akan sesuatu.


Arga pun akhirnya melepaskan pelukannya. Di dalam hati Yua akhirnya ia bisa mengungkapkan kata lega bisa lepas dari pelukan Arga itu.


"Minta apa?" tanya Arga.


"Itu... aku boleh minta nomor telepon ibu kamu?" ucap Yua.


"Tumben?" heran Arga. "Kamu akhir-akhir ini agak berubah ya?" sambungnya.


"Itu.. ngak kok. Aku cuma mau mulai belajar masak aja. iya itu..." kilah Yua.


Jujur, Yua dibuat bingung dengan perubahan drastis image dirinya yang ada dipikiran orang-orang. Beberapa hari yang lalu Intan mengatakan bahwa dirinya orang yang galak dan ditakuti, tapi menurut Arga dan keluarganya ia adalah sosok pendiam dan dingin. Hari ini Arga mengatakan bahwa sifatnya agak berubah. Disinilah Yua bingung, ia merasa tak ada yang berubah dari sifatnya itu.


"Ayo.. mana nomornya?" minta Yua sekali lagi mengalihkan perhatian Arga agar tak memikirkan sifatnya lagi.


"Iya sabar.." tukas Arga sambil mengirimkan nomor ponsel lewat chat LINE.


...***...


Bertambah lagi satu hari dirinya habiskan setelah kembali dari masa lalu. Hari ini pun ia dibuat lelah dengan tujuannya sendiri. Ingin rasanya Yua menutup matanya tanpa memikirkan semua hal yang telah terjadi. Tapi, ia tak bisa berhenti begitu saja.


Mungkin malam ini, Yua harus mengistirahatkan tubuh dan pikirannya. Yua juga ingin menceritakan semua keluh kesahnya saat ini pada seseorang agar pikirannya bisa sedikit berkurang. Saat Yua merogoh sakunya, ia menemukan secarik kertas yang terlipat dua.


"Ini yang dikasih Alex tadi" gumamnya.


Saat Yua membuka lipatan keras itu tertera ID LINE milik Alex. Yua pun bergegas menyalin ID Alex dan langsung menambahkan ke daftar kontak miliknya. Tadi sebelum pulang, Arga juga mengirim nomor ibunya, Risma.


Disaat Yua ingin membagi keluh kesahnya, Ia tak menyangka akan mendapat dua kontak sekaligus. Berhubung sudah malam, sepertinya Yua akan menghubungi Alex terlebih dahulu dan besok pagi baru ia menghubungi Risma.


Tap Tap Tap


Yua mengeluarkan keahliannya mengetik sebuah pesan dengan cepat bahkan tanpa melihat layar ia tahu dimana posisi huruf-huruf itu berada.


"Kirim" ucap Yua yang baru saja menekan tombol kirim.


____________________________


Terimakasih sudah membaca😊