40 Days, One Love

40 Days, One Love
Dongeng



Suasana menjadi canggung. Yua merasa malu sudah meminta Alex untuk menangis. Ia juga merasa sudah ikut campur dalam perasaan Alex. Untuk Hari ini cukup itu saja yang ingin ia ketahui. Yua ingin memberikan waktu untuk Alex menenangkan diri setelah menceritakan kisahnya. Karena Ia akan kembali menanyakan kisah Alex seperti kenapa ia bisa sampai terjebak di masa lalu dan tidak bisa kembali ke masanya.


Yua lalu melihat Alex meminum secangkir kopi. Ia pun terkejut.


"Ehhhhh...." ucapnya dengan sedikit nada tinggi. "kok bisa minum?" tanya Yua bingung. Pasalnya Yua ingat cerita Alex bahwa setelah 40 hari melompati waktu maka organ di dalam tubuh akan kehilangan fungsinya.


Alex menjelaskan meskipun organ tidak berfungsi tapi tahanan waktu masih bisa makan dan minum seperti biasa hanya saja tidak buang air. Yua spontan bertepuk tangan. Ia sungguh tak menyangka menjadi tahanan waktu membuatnya seperti malaikat tidak perlu buang air.


...***...


Tak terasa Yua dan Yucil sudah berada di sana berjam-jam. Arga sebentar lagi akan tiba, ia harus segera kembali kerumah. Yua juga tak lupa membeli tiramisu untuk Arga.


"kami pulang" pamitnya. Yua lalu pamit pulang dan Alex mengantarnya hingga pintu cafe.


Mereka perlahan berjalan jauh meninggalkan cafe, Saat Yua membalikkan badannya, ia melihat Alex masih berdiri di depan pintu cafe. Umumnya orang akan mengantarkan sampai teras, Namun Alex seorang tahanan waktu tidak dapat melangkah lebih dari 1 cm dari tempat ia berada sekarang.


Sebelum benar-benar meninggalkan cafe Yua menyebut nama Alex dan membuat Alex melihat kearahnya. Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu Yua memanggil Alex dengan namanya.


"Alex.....Panggil Aku Lily, Jangan panggil aku dengan 'kamu'! seru Yua sambil melambaikan tangannya dan perlahan berjalan menjauhi Alex.


...***...


Ternyata Arga sudah sampai lebih dulu di depan rumah mereka. Yua lalu melambaikan tangannya pada Arga tapi tidak dibalasnya dan mukanya tampak murung. Ketika Yua melihat muka Arga, ia terkejut ada memar di pipi Arga.


"Minioonn.. Pipi kamu kenapa?" kaget Yua.


"Cakit??" tanya Yucil yang langsung memegang tangan Arga.


Arga hanya menjawab bahwa ia tadi tersadung di sekolah. Tapi, Yua tidak bodoh. Jika dilihat baik-baik memar itu bukan seperti karena tersandung. Memar itu lebih karena seperti ditampar.


Yua yang tak percaya ucapan Arga lalu mengajaknya pulang ke rumahnya. Arga sempat menolak tapi Yua terus memaksa.


"Padahal aku ingin tidur siang" keluh Yua dalam hati.


Di saat seperti ini Yua masih saja berpikir untuk bersantai. Namun, ia tak bisa menutup mata melihat pipi Arga yang memar bukan karena terjatuh. Sesampainya di rumah Arga, Yua tak percaya ia melihat kondisi rumah yang berantakan tidak seperti biasanya yang selalu rapi.


Mereka bertiga lalu masuk ke dalam rumah. Bagian dalam rumah pun tak kalah berantakan. Yua mengira jika itu adalah ulah maling. Ia lalu menggenggam erat tangan Yucil dan Arga. Tapi, Yua sama sekali tidak melihat keberadaan Bu Risma.


"Bu Rismmaaa, kamu dimana?" teriak Yua.


Risma perlahan keluar dari kamarnya dengan tertatih-tatih. Melihat ibunya yang susah berjalan itu, Arga langsung melepaskan tangan Yua dan berlari ke arah Risma dan memeluknya. Arga pun menangis.


Yua sadar jika ada yang tidak beres.


"Bu Risma gak apa-apa?" tanya Yua sambil memastikan apakah ada luka di badan Risma atau tidak.


"Oh ada Mama Yua!" jawab Risma terbata namun tetap tersenyum.


"Panggil aku Lily" ucap Yua dengan Panik.


"Lily... nama yang bagus, kalau begitu panggil Aku Risma. Tapi, aku baik-baik saja" jawab Risma.


"Iya Risma.. Kamu tunggu sebentar, aku mau menelepon Joe!"


Yua yang panik lalu merogoh saku dan tasnya hendak mencari smartphonennya dan hendak menelpon ambulance. Yua pun tersadar di tahun ini masih belum ada smartphone dan ia meninggalkannya di 2021, "Astaga lupa... mana ada smartphone" gerutunya.


Karena tak bisa menghubungi Joe, dan Risma terlihat sangat lemah akhirnya mereka memutuskan untuk menunggu Joe hingga pulang saja.


Yua dan Arga lalu mengantarkan Risma ke kasurnya dan mengganti baju Risma yang sudah terlihat kotor itu, tak lupa juga membantunya menyuapi makanan. Risma juga banyak kehilangan cairan tubuh. Ia butuh istirahat.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Yua pada Risma. Namun Risma sudah tertidur.


...***...


"grggrr...grggrr"


Arga sepertinya belum makan apapun sejak ia pulang karena terlalu mengkhawatirkan Risma. Untunglah Yua membeli tiramisu tadi dan langsung memberikannya pada Arga.


Sambil menangis Arga menceritakan jika itu semua adalah ulah Ayahnya. Ayahnya yang lama sudah tak pulang ingin dirinya dan sang Ibu pergi ke Inggris.


Ayah Arga ternyata sudah menikah lagi dengan putri pemilik perusahaan tempatnya bekerja. Istri barunya itu tak tahu jika suaminya sudah beristri dan memiliki putra. Jadi untuk menghilangkan jejak, Ayah Arga ingin menyembunyikan mereka di Inggris.


Tapi... Risma dan Arga tidak ingin pindah ke sana karena tak ada kerabat mereka hingga membuat Ayah Arga marah dan mengacak-acak seisi rumah.


"Ah"


Yua sadar. Ini adalah alasan kenapa Yua tidakk mengingat Arga. Arga dan Ibunya akan pindah ke Inggris saat dirinya masih tiga tahun, lalu kembali ke sini 17 tahun kemudian. Satu misteri kembali terpecahkan.


Yua dan Yucil lalu membantu Arga membersihkan rumahnya dan meletakkan barang-barang yang berserakan kembali ke posisinya. "Aku akan menginap di sini untuk berjaga-jaga. Aku pulang sebentar dan meminta izin Joe" janji Yua.


...***...


Yua lalu kembali kerumah, sedikit berberes dan membersihkan diri. Ia mempersiapkan bajunya untuk menginap di rumah Arga.


Suara pintu terbuka terdengar oleh Yua. Ia bergegas menyambut Joe dan langsung memberitahu Joe apa yang terjadi.


"Joe, aku hari ini nginap di tempat Arga ya?" tanya Yua.


Joe merasa tak aman jika hanya Yua saja orang dewasa yang ada di sana. Joe lalu mengizinkan Yua menginap di sana karena dirinya juga akan ikut menginap. Mereka lalu segera ke rumah Arga, takut akan terjadi apa-apa.


Mereka sampai dengan selamat. Yua lalu memeriksa keadaan Risma. Dilihatnya Risma masih syok dan lelah. Ia lalu menutup pintu kamarnya.


Joe dan Yua berbagi tugas. Ia akan menjaga Yucil dan Arga dikamar sekaligus menidurkan mereka dan Joe menyiapkan makan malam.


...***...


Yua lalu memanggil Yucil dan Arga ke kamar.


"Mau aku dongengkan sesuatu yang menarik?" goda Yua pada Yucil dan Arga.


"Mauuuuuu" sahut Yucil.


Namun, tidak dengan Arga. Arga tidak tertarik sama sekali karena masih sedih. Merasa tak ingin diganggu, Arga pun pura-pura tidur dan menyelimuti seluruh tubuhnya Meski Arga belum tertarik tapi Yua percaya jika telinga Arga akan berdiri di tengah cerita.


Yua pun memulai ceritanya.


Suatu hari di suatu tempat, ada seorang putri dari kerajaan air. Ia di jodohkan dengan pangeran dari kerajaan awam yang tak pernah ia lihat. Mereka dijodohkan oleh Ayah sang putri karena ingin memperluas kerajaaan air di negeri awan.


Benar kata Yua. Baru saja ia mulai ceritanya, Arga yang semula berpura-pura tidur, kini duduk dengan baik di sampingnya dan Yucil.


Yua lalu melanjutkan ceritanya .


Sang putri tak terima dijodohkan. Ia merasa sang pangeran tidak mencintainya. Raja Air lalu meninggal dan sang putri melakukan perjalanan jauh.


Ia bertemu dengan seorang peri dan dua kurcaci. Mereka menghabiskan waktu bersama, bermain bersama, makan bersama dan tidur bersama seperti keluarga. Tapi perjalanan sang putri hanya 40 hari saja. Sang putri harus kembali ke negri asalnya.


Dua kurcaci itu sangat sedih. Mereka tak ingin berpisah dengan sang putri. Namun jika sang putri tetap berada di sana itu akan membahayakan jiwa mereka semua.


Sang putri lalu meminta maaf pada peri dan dua kurcaci. Sang Peri dan satu kurcaci memaafkan sang putri karena mereka sudah menganggapnya sebagai anak sendiri, sedangkan satu kurcaci sudah pergi ke dunia bunga beberapa hari yang lalu.


Sang putri tiba di negerinya. Ia terkejut yang menyambutnya adalah kurcaci yang pergi ke dunia bunga. Sang putri lalu mengejarnya dan memeluknya. Kurcaci itu berubah menjadi sang pangeran awan.


Sang putri yang awalnya membenci pangeran awan kemudian menyadari cinta sang pangeran. Lalu mereka hidup bahagia.


Yua menutup ceritanya dengan Indah.


...***...


"Semua.. Ayo makan, makanannya sudah jadi" panggil Joe.


Mereka lalu menyantap makan malam bersama, tak ketinggalan Risma juga ikut makan bersama mereka meski sedikit lemah.


"Ris.. kalau kamu ada masalah ceritakan saja padaku!" ucap Joe.


Risma lalu menceritakan semuanya di meja makan. Risma juga menyampaikan keputusannya pada Joe dan Yua. "Aku memutuskan untuk pindah ke Inggris bersama Arga, Usahaku aku akan menitipkannya pada adikku" ucap Risma sambil menangis.


Keputusan yang diambil Risma memang sangatlah berat. Ia mengambil keputusan ini karena tak ingin membuat Arga terancam. Suaminya adalah orang yang sering bermain tangan, jika tak menuruti permintaannya ia akan marah dan mengamuk.


"Lagian hidup disana akan jauh lebih baik dan Arga terbebas dari Ayahnya" tambah Risma sambil memeluk Arga.


Yua tak dapat menyanggah keputusan Risma. Bagaimanapun ia menghalangi mereka pergi, tetap saja akan ada jalan mereka di masa depan tetap pergi ke Inggris.


...***...


Setelah makan malam Arga lalu menghampiri Yua yang berada di kamar. Ia bertanya tentang kisah yang Yua ceritakan tadi.


"Bagaimana perasaan si peri dan kurcaci yang berada di dunia peri itu? tanya Arga.


Yua tersenyum dan menjawab jika sang peri dan kurcaci sangat bahagia pernah bertemu dengan sang putri. Meski hanya 40 hari mereka bahagia. Mereka juga yakin suatu saat nanti mereka akan kembali bersama, meski dengan kondisi yang berbeda.


Mendengar jawaban Yua, Arga hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dan menangis.


"Arga.. kamu nangis???" tanya Yua.


"Aku ngak mau ke Inggris, aku mau bersama kalian di sini!" Arga merajuk.


Yua lalu menasehati Arga untuk menuruti ibunya dan tidak perlu takut. Ia juga memberitahu bahwa di masa depan akan berkembang teknologi yang bisa menghubungkan orang-orang meskipun jarak mereka berjauhan dan ia dapat menggunakan teknologi itu dengan bebas.


"Kita semua disini gak akan pernah melupakan kamu kok" ucap Yua dengan penuh keyakinan. Arga yang lega mendegar bahwa Yua dan yang lain akan selalu mengingatnya lalu tertidur di samping Yucil.


_______________________________


Terimakasih sudah membaca😊


Jangan Lupa Like, Comment, dan Favorite-nya.