
"Aku hanya mau kasih liat langit malam dari atap, jadi jangan pikir aneh-aneh!!" seru Alex pada Yua agar tidak ada salah paham.
Ya...Alex hanya ingin mengajak Yua untuk melihat langit malam di atap. Mendengar Alex yang hanya ingin menunjukkannya langit malam, Yua malah menjadi tak sabar dan berlari ke atap lebih dahulu daripada yang memberi ide. Melihat indahnya langit malam memang sangat cocok saat cuaca secerah hari ini. Apalagi polusi cahaya di tahun 2000 tidak separah polusi di tahun 2021.
Semakin banyak cahaya lampu di malam hari maka cahaya bintang-bintang semakin tidak terlihat. Sebaliknya, kondisi sekarang yang tidak terlalu banyak polusi lampu membuat cahaya bintang-bintang terlihat indah. Beruntungnya Yua bisa melihat banyak bintang di langit bahkan Rasi Orion terlihat sangat jelas malam ini.
"Wahhh... Indah banget! mana bisa aku lihat yang begini di masa depan, langit malam warnanya orange gara-gara lampu ada dimana-mana" kagumnya akan indahnya langit malam ini. Sesekali Yua melompat-lompat kecil sambil menepuk tangannya setiap melihat bintang yang ia tahu.
...(Beginilah kira-kira langit malam yang tidak ada polusi dan ada polusinya, scr: google)...
...***...
Melihat bintang pastinya akan lebih nyaman jika sambil baringan atau duduk sambil menikmati minuman hangat. Alex lalu membaringkan badannya di lantai atap setelah hampir setengah jam berdiri saja. Yua juga tak mau ketinggalan. Ia lalu berbaring di samping Alex yang hanya berjarak 10 cm dari dirinya.
Yua percaya bahwa Alex tidak akan melakukan apapun padanya karena tidak ada yang terjadi ketika mereka hanya berdua saja beberapa jam ini. Alex juga tidak risih saat Yua berada di sampingnya. Bagi Alex, Yua hanyalah seperti anak bayi yang masih minum susu. (nt: Alex 135 th, Yua 25th)
Sambil berbaring, Alex dan Yua mengamati setiap bintang yang mereka lihat. Yua sebenarnya tidak tahu banyak astronomi tapi ia tahu beberapa bintang terkenal seperti sirius, betelquese, dan bintang terang lainnya termasuk rasi bintang tapi ia cukup tahu tentang Rasi Orion.
"Itu coba liat deh.. itu Rasi Orion bukan?" ucap Yua sambil menunjuk ke arah langit.
"Tau dari mana?" tanya Alex tak percaya Yua mengetahuinya dengan benar.
Bagi Yua untuk menemukan Rasi Orion adalah hal yang mudah baginya. Karena Rasi Orion adalah salah satu rasi yang mudah ditemukan dengan 3 bintang berjejer sebagai petunjuknya.
"Ya belajar dari bukulah, apalagi di masa depan juga ada aplikasi peta langit jadi mau cari rasi apa aja mudah. Sekarang mah pakai mata langsung juga bisa" jawab Yua dengan sombong.
Ya..Rasi Orion jadi rasi yang paling mudah ditemukan dengan mata telanjang. Awalnya Yua tidak tertarik dengan bintang. Peristiwa yang terjadi pada tahun 2020 lah yang membuatnya jadi sering mengamati bintang-bintang. Polusi cahaya di kota yang mulai sedikit berkurang, ia manfaatkan untuk menghibur dirinya sendiri dengan melihat bintang dan menemukan rasi bintang pertamanya, Orion.
"Kamu dulu waktu jadi tentara emang gak belajar, kan penting kalau lagi perang?" tanya Yua.
"Ya.. belajarnya seabad yang lalu, siapa juga yang bakal ingat!" jawab Alex.
"he he~~" ucap Yua dengan menakutkan.
...***...
Mengetahui Alex yang sudah lupa tentang bintang, Yua dengan sombongnya tanpa diminta memberitahukan nama-nama bintang yang ada di rasi Orion tak peduli Alex mendengarnya atau tidak.
...(Rasi Orion scr: Quipper)...
"Kalau mau cari rasi Orion paling gampang!!!, Kamu cari aja tiga bintang terang yang sejajar, itu terkenal dengan Sabuk Orion namanya. Kamu bakal bisa lihat 8 bintang paling terang di rasi itu dan bintang kecil lainnya terus hubungi setiap bintangnya dengan garis seperti orang memengang anak panah jadi lah Rasi Orion". jelas Yua sambil menunjuk tiga bintang yang berjejer di langit.
"Coba deh lihat di bawah sabuk itu, itu namanya Bintang Rigel, bintang paling terang di Rasi Orion terus ada bintang kecil di samping kirinya yang cukup terang namanya Saiph" jelasnya sambil menunjuk ke arah bintang paling terang itu.
Yua sangat antusias menjelaskan pada Alex semua yang ia tahu tentang Rasi Orion. Sedangkan Alex hanya mengangguk mendengar penjelasan Yua sambil mengingat-ingat pelajarannya dulu saat di akademi militer.
"Kalau yang di atas sabuk orion dan berwarna kuning terang itu namanya Betelqeuse, bintang kedua yang paling terang, terus kalau kamu tarik ke samping bawahnya ada bintang Bellatrix, bintang terang yang ketiga" lanjut Yua menjelaskannya dengan bangga.
"Itu di dalam sabuk bawah Orion kayak ada yang gerak-gerak?" tanya Alex penasaran hingga memicingkan matanya berkali-kali"
"oh.. itu, kalau ngak salah nebula. Ada dua nebula disana, m42 dan m43. Kalau dari foto-foto di internet sih nebulanya berwarna merah dan sangat indah" jawab Yua dengan mata kagumnya melihat rasi orion. "Sayang gak ada internet" keluh Yua.
...(nebula messier42 m43, awan antarbintang tersusun dari debu, gas dan plasma...
...scr:google)...
"Ohh..Aku pikir kamu bodoh, ternyata lumayan pintar juga" ledek Alex.
"Apaan sih!" celetuk Yua dengan sedikit mencubit perut Alex yang akhirnya membuat mereka berdua tertawa terbahak-bahak hingga memecah keheningan malam.
...***...
Angin malam semakin menusuk tulang dan membuat Yua merasa kedinginan. Sesekali Yua menghangatkan badannya dengan menggosokkan kedua telapak tangan dan menempelkannya di pipi. Alex yang sadar Yua kedinginan, lalu membuka sweater yang ia pakai dan meletakkannya di atas badan Yua sebagai selimut.
"Pakai saja, aku kedinginan juga tidak masalah. Aku juga tidak akan sakit apalagi mati karena masuk angin" jawab Alex.
Melihat ketulusan Alex yang mau meminjami sweaternya, Yua pun tanpa segan memakainya. "Makasih, nanti aku traktir makanan enak deh!" janji Yua.
Suasanapun kembali hening, hanya ada mereka berdua di sana. Saat hening mulai menyelimuti dinginnya malam, Jantung Yua mulai berdegub kencang. Bukan karena kedinginan tapi karena ada Alex disampingnya. Sadar atau tidak sadar kebersamaan mereka malam ini menumbuhkan rasa yang lebih di hati Yua. Sesekali ia mencuri padang pada wajah samping Alex dan tersenyum tipis.
Masih ada waktu hingga Joe menjemput Yua. Selama itu pula mereka akan berada di atap sambil melihat bintang dan berharap ada bintang jatuh yang lewat.
...***...
Saat Alex dan Yua sedang asyik melihat bintang dari atap, ada Yucil dan Arga yang sedang menunggu kepulangan Yua dan Joe.
Yucil sudah sejak pagi bersama Risma, Ia tadi juga ikut bersama Risma saat ke cafe dan bertemu Yua disana. Namun, mereka hanya sebentar di cafe itu dan kembali pulang saat urusan Risma dan Pak Roy selesai. Saat tiba di rumah sudah ada Arga yang baru saja pulang sekolang.
Biasanya Yucil akan di jemput Joe jam 5 sore namun tadi Joe sudah menelepon Risma bahwa ia akan pulang jam 8 malam dan meminta Risma untuk menjaga Yucil lebih lama lagi.
"Arga, Ayo bereskan mainan dan buku-bukumu!" perintah Risma.
"Kenapa?" tanya Arga balik.
Risma lalu mendekat ke arah Arga dan memeluknya. Sambil mengusap rambut anaknya itu, Risma meminta maaf dan menangis.
"Maafin mama Ga, 3 hari lagi kita berangkat ke Inggris" ucap Risma. Arga yang mendengar bahwa mereka harus ke Inggris lebih cepat dari yang diperkirakan tidak panik seperti Risma. Ia dengan lembut menghapus mata Ibunya dan meminta Ibunya untuk tidak menangis lagi.
"Jangan nagis, kan ada Arga di sini buat jagain Ibu" Arga mencoba menenangkan ibunya itu.
Yucil yang melihat Arga dan Risma berpelukan juga tak ingin berdiam diri. Yucil yang sedang menggambar itu berlari ke arah Risma dan Arga dan memeluk mereka dari belakang. Risma lalu memeluk kedua bocah itu dan mencium kening keduanya.
"Ayo kita makan, Ibu bikin spageti!" ucap Risma.
"Yeaay Spagechi.." sorak Yucil. Arga lalu memegang tangan Yucil dan menuju meja makan. Tak lupa Arga membantu Risma menyiapkan piring dan gelas.
...***...
Setelah selesai makan, Arga lalu mulai membereskan kamarnya dan merapikan koleksi buku dan mainannya. Ia tak akan membawa itu semua ke Inggris, karena akan memberatkan bawaan mereka saja. Arga juga yakin bahwa suatu saat ia pasti akan kembali ke rumah ini sesuai apa yang Yua katakan padanya, jadi Ia tak perlu membuangnya.
Tak butuh waktu lama untuk Arga membereskan kamarnya. Setelah ia selesai membereskan kamar, ia melihat Yucil sedang berdiri terdiam di depan pintu kamarnya.
"Kwenapwa butu dan mainannya di simpwan?" tanya Yucil.
Arga lalu memanggil Yucil masuk ke dalam dan menyuruhnya untuk duduk di sampingnya. "Aku dan mama akan pindah ke Inggris!" jawab Arga sambil menepuk kepala Yucil.
"Inggliss? dimana?" tanya Yucil.
"Inggris itu jauh" jawab Arga.
"jawuuhh....ngak boleh pwergiyy!!!" rengek Yucil sambil menarik-narik baju Arga.
Yucil menangis meminta Arga untuk tidak pergi ke Inggris, karena ia sudah menganggap Arga sebagai abangnya sendiri, ia tak ingin Arga pergi meninggalkannya. Namun, dengan terpaksa Arga menolak permintaan Yucil, Ia tidak bisa membatalkan keberangkatannya ke Inggris, itu pasti akan membuat Ayahnya marah dan ibunya terluka lagi.
Yucil yang masih anak-anak tidak dapat mengerti kondisi Arga saat ini. Ia bahkan tidak mau mendengar apapun perkataan Arga. Ia menangis dan terus memukul-mukul Arga sambil berkata "jangan pwergiyy" berkali-kali.
Risma yang mendengar Yucil menangis langsung menuju kamar Arga. Didapatinya Yucil yang sedang mengamuk dan memukuli Arga dan dengan cepat Risma memisahkan keduanya. Namun, dengan sikap dewasanya, Arga mencoba menenangkan Yucil seperti ia menenangkan Risma.
Arga lalu membujuk Yucil dengan mengambil tangannya dan menyilangkan kelingkingnya di kelingking Yucil. "Aku janji bakal balik ke sini, Kata Miss Yu di masa depan walau kita jauh tapi bisa saling terhubung. Aku janji ngak bakal lupain kamu, nanti kalau aku pulang kita main sama-sama lagi" ucap Arga.
"janjwi?" tanya Yucil.
Arga lalu mengangguk kepalanya dan memberinya sebuah permen sebagai tanda maafnya karena harus pergi ke Inggris. Permen itu berhasil membuat Yucil berhenti menangis dan kembali tersenyum. Yucil juga meminta pada Risma untuk malam ini tidur bersama Arga.
_________________
Terimakasih❤
Jangan lupa like, comment dan favoritenya😉