
"Surat.. tadi siang kamu bilang tentang surat, apa ada hubungannya?" tanya Joe. Tiba-tiba Joe teringat akan percakapannya di telpon dengan Yua yang menanyakan apakah dirinya menemukan sebuah surat saat pertama kali bertemu dengannya.
"Benar.. surat itu, mungkin dengan surat itu aku bisa kembali dan mencegah hal buruk yang akan terjadi. Ayo kita pulang!" ajak Yua untuk segera pulang dan memastikan keberadaan surat itu. Surat itu saru-satunya cara agar kejadian buruk tidak lagi menimpanya maupun Yucil.
Dengan cepat Joe mengambil surat itu dari laci meja di kamarnya dan memberikannya pada Yua. Joe dari awal juga ingin mengembalikannya namun entah kenapa selalu lupa.
"Ini.. ambilah" ucap Joe sambil menyodorkan surat usang itu. Surat itupun diambilnya dari tangan Joe dan ia peluk surat itu dengan erat.
"Terimakasih karena sudah menyimpan surat ini" ucap Yua dengan tersenyum tipis. Akhirnya ia bisa menemukan satu-satunya pemicu yang bisa membawanya kembali ke masa depan.
"Tapi aku penasaran... Kalau memang surat ini dibuat saat aku ulang tahun yang ketiga, harusnya kamu sudah membuat surat untuk Yucil di ulangtahunnya kemarin. Tapi aku kok ngak liat surat itu?" tanya Yua.
"Aku sengaja menyimpannya" jawab Joe singkat. "Surat itu sudah aku tulis satu minggu sebelum ulang tahun Yucil, aku ihanya ingin menyimpannya dan membacanya lagi di masa depan. Setelah melihat surat ini aku jadi yakin diriku di masa depan akan terus menyimpannya" sambungnya.
Ternyata Joe berniat menyimpan surat itu hanya untuk dirinya sendiri sebagai kapsul waktu dan tidak akan pernah diberikan pada Yua. Joe berharap di masa depan saat anaknya sudah besar, Ketika ia membaca surat itu lagi semua yang ia tulis sudah terwujud.
"Kamu tau apa alasan aku tidak meragukan siapa dirimu saat pertama kali muncul di sini?" tanya Joe yang dibalas gelengan Yua tanda ia tidak mengetahuinya.
"Saat kamu tiba-tiba muncul di rumah ini, aku terkejut melihat isi surat yang sama persis dengan yang baru aku buat beberapa hari sebelumnya, namun kondisi surat itu sudah tua dan pudar. Yang membuat semakin bingung adalah wajahmu yang sangat mirip dengan anakku sendiri. Meskipun terdengar mustahil aku sempat berpikir 'Mungkin dia datang dari masa depan?' dan benar saja sesudah itu kamu mengatakan dengan jelas kalau kamu berasal dari masa depan" jawab Joe yang mengingat kejadian hari itu.
Mendengar apa yang Joe katakan membuatnya menyadari satu hal penting. "Banyak hal yang tak diketahui seorang anak, namun ada banyak hal yang orang tua tau tentang anaknya" gumam Yua.
Itulah alasan kenapa Yua baru menemukan surat yang ditulis ayahnya itu setelah ayahnya meninggal. Beliau menyimpan surat itu dengan baik hampir 21 tahun lamanya. Yua pun berharap bahwa ayahnya belum membaca surat itu lagi, karena ia pasti akan kecewa melihat anaknya berbeda dari harapannya 21 tahun lalu.
"Aku harap dia belum membacanya lagi. huft" gumamnya lagi.
...***...
Pemicu yang bisa membawanya kembali ke tahun 2021 sudah ia dapatkan. Hal selanjutnya yang harus ia lakukan adalah memberitahu Alex dan menanyakan cara kerja pemicu agar ia bisa kembali.
"Aku telpon sekarang gak ya?" gumamnya yang sedang berbaring di kasur.
Ya.. Ia tak sabar menunggu besok untuk memberitahu Alex. Saking senangnya ia menguling-gulingkan badannya ke kiri dan ke kanan, karena hari ini ia bebas menguasai kasur sebab tak ada Yucil yang akan memakan lahan tempat tidurnya.
📞"Maaf panggilan anda tidak dapat dilakukan, pastikan pulsa anda cukup dan segera isi ulang".
Sial! Pulsa Yua tak mencukupi untuk menghubungi Alex, sebab pulsa dari bonus kartu perdana hanya tersisa 100 perak saja. Hatinya tidak tenang jika belum memberi kabar pada Alex. itulah guna ia meminta ponsel sebagai upahnya agar bisa menghubungi siapapun saat dibutuhkan.
Agar malam ini ia bisa tidur dengan tenang, mau tidak mau ia harus memberitahu Alex meskipun hanya dengan pesan singkat. Yua lalu mengetik sebuah pesan bertulis "srtx sdh sm q, bgmn cr agr q bs plng k 21? (suratnya sudah sama aku, bagaimana cara agar aku bisa pulang ke tahun 2021?)". Ia terpaksa menulis pesan itu tanpa huruf vocal agar pesannya dapat terkirim dengan sisa pulsanya saat ini.
Namun usahanya gagal karena beberapa menit kemudian ia menerima pesan balasan dari Alex yang mengatakan bahwa Alex tak mengerti apa maksud dari pesannya itu. "Apa ini kode alien?" bunyi pesan balasannya.
"hahaha kode alien...." tawa Yua melihat betapa lucunya pesan balasan dari Alex itu. "Ya sudahlah besok saja... besok aku bakal beli kenang-kenangan untuk mereka semua dengan upah yang kudapat tadi" gumamnya sebelum tertidur.
...***...
Sesuai janjinya kemarin dengan Risma, untuk hari ini Yua yang akan bertugas menjaga Yucil dan Arga. Sebenarnya tidak berat bagi Yua, Di pagi hari Arga berada sekolah dan cafe juga tidak banyak pengunjungnya.
"Maa.. mawu inyi!" tunjuk Yucil pada sepasang sepatu cantik berwarna mocca. "
Sepatu ini?" mau sekalian beli baju ini juga??" tawar Yua yang juga melihat baju anak-anak perempuan yang lucu-lucu berjejer di depan matanya hingga ia bingung memilihnya.
Hadiah untuk Yucil sudah beres. Sekarang giliran hadiah untuk Arga, Joe dan Risma.
Untuk Risma, Yua membelikannya sepaket lilin aroma terapi yang bisa mengurangi stress dan membuat tidurnya menjadi nyenyak. Setelah memberi beberapa lilin untuk Risma, mereka lalu berpindah kebagian penjualan buku. Yua berniat memberi Arga sebuah buku bertema Investasi agar suatu saat Arga bisa terlepas dari belenggu finansial ayahnya dan terhindar dari perjodohan paksa itu. Tak lupa juga ada hadiah untuk Joe. Ia membelikan buku resep masakan kesukaannya dan beberapa buku parenting dengan harapan kejadian ketika SMP itu tidak terjadi kembali.
Terakhir... kado untuk Alex. Sebenarnya ia sudah meminta Joe untuk membuat sebuah plank cafe bertulis nama Ever Cafe namun ia rasa kado untuk Alex masih belum cukup. Ia juga membelikannya buku resep-resep kue dan camilan serta sebuah jam tangan baru untuk Alex.
...***...
Tak ia sangka semua upahnya habis untuk membeli kenangan-kenangan, sisa upahnya ia belikan pulsa dan makanan pedas sebagai traktiran untuk Alex yang ia janjikan kemarin. Tujuan mereka selanjutnya adalah cafe tempatnya bekerja.
"Maaf aku terlambat" ucap Yua setibanya di cafe. Untunglah belum ada pelanggan yang datang selama Yua belum tiba.
"Lex.. aku bawa Yucil ya hari ini, trus Arga bakal ke sini juga ntar siang. ngak papa kan? aku janji mereka ngak bakal nyusahin!" minta Yua.
"Ya, tidak masalah.. lagian pengunjung juga tidak seberapa" jawabaex yang menyetujui permintaan Yua itu. Akan lebih ramai jika ada kedua bocah itu di cafe ini. Menunggu pelanggan yang tak tahu kapan akan datang sering kali membuat Alex maupun pegawainya mengantuk.
Yua meminta Yucil untuk duduk disalah satu meja kosong di sudut cafe ini dan juga memintanya untuk menggambar dengan tenang hingga Arga tiba.
Mengenai pesan singkatnya tadi malam yang belum dipahami Alex, Yua lalu menghampirinya dan menanyakan apa yang harus ia lakukan setelah mendapatkan pemicu waktu itu.
"itu... tentang pesanku tadi malam, maksudnya... aku udah pegang surat itu, jadi apa yang harus aku lakukan?" tanyanya yang menghentikan tangan Alex yang sedang membersihkan gelas dan piring.
"setelah cafe tutup saja kita bicarakan" jawab Alex yang kemudian melanjutkan bersih-bersihnya itu.
"Baiklah" balas Yua.
...***...
Menggambar sendirian saja sepertinya membuat Yucil menajdi cepat bosan. Lalu, terpintas dalam pikiran Yua cara agar Yucil tidak mudah bosan dan bisa sedikit mengurangi pekerjaannya. Sebuah misi besar pun diberikannya pada anak kecil nan polos itu. Misi besar untuk menyapa setiap pelanggan yang datang ke cafe ini.
"Yucil.. nanti kalau ada yang datang kamu harus menyapanya seperti ini" Yua lalu memperagakan di depan Yucil bagaimana cara menyambut pelanggan yang benar, itung-itung mengajarkan pada dirinya yang masih kecil itu untuk belajar sopan dan berusaha keras sedini mungkin agar masa depannya sedikit lebih baik.
Setelah beberapa kali latihan dan praktek, akhirnya Yucil siap utnuk melakukan debutnya sebagai pelayan magang satu hari di Ever Cafe.
"celamat ciyang, cilahkan dudyuk" sapa Yucil pada pelanggan pertamanya.
______________________________
Terimakasih telah membaca❤
Maaf karena sekarang jarang UP🙏