
"Hah... segar banget" kicau Yua setelah merasakan segarnya badan setelah mandi. Seharian berada di luar rumah membuat badannya lelah, berkeringat dan terasa gerah. Apalagi sudah dua hari ini ia berada di luar zona nyamannya, di kamarnya sendiri, membuatnya butuh me time agar energinya bisa terkumpul kembali.
Orang-orang seperti Yua, jika sudah pergi keluar dan bertemu banyak orang maka energinya akan terkuras drastis. Maka satu-satunya cara Yua mencharge energinya kembali adalah dengan tidur selama yang ia bisa, kalau bisa besok siang baru ia bangun. Badannya pun ia hempaskan ke kasurnya yang empuk nan hangat itu. Tak lupa juga memakai selimut lembut yang mampu memunculkan kantuknya.
Setelah berdoa, Yua memejamkan matanya dan melemaskan tubuhnya. Metodenya cukup berhasil, semakin lama kesadarannya semakin berkurang. Kantuknya muncul dan badannya tak dapat bergerak lagi. Perlahan ia tenggelam dalam alam bawah sadarnya.
Setiap orang yang tertidur pasti akan bermimpi hanya saja sebagian orang tidak mengingatnya ketika bangun. Termasuk Yua, ia kini tengah bermimpi. Memimpikan kejadian tadi siang. Bermimpi bertemu dengan si pemilik cafe. Hanya saja dalam mimpi itu wajah si pemilik cafe tidak ada, datar. Tapi Yua bisa mengenalinya dari warna rambutnya yang pirang dan postur tubuhnya yang tinggi.
"Huh"
Yua terbangun dari tidurnya. Ia terbangun karena mimpi itu, karena wajah si pemilik cafe yang tidak bisa ia ingat, hingga terefleksi dalam mimpinya berwajah datar. Kantuknya hilang dan tidak bisa tidur lagi. Bagaimana Yua akan tidur jika ia malah terpikir akan mimpinya tadi, wajah pemilik cafe. Kini, Yua malah merasa pernah mengalami hal ini kemarin. Seperti ada sesuatu yang ia lupakan, tapi ia tak ingat.
...***...
Padahal Yua baru saja tertidur tapi sudah terbangun saja gara-gara mimpi, jadi ia tak tahu harus berbuat apa sekarang. Ingin berselancar di internet, tapi ia tak tahu harus mencari apa. Ingin nonton Yutube atau streaming drama tapi ia tak tahu harus menonton apa. Lihat instagram juga tak berminat. Ingin ngobrol, tapi teman chatting pun tak ada. Ingin bermain game, tapi matanya mengantuk. Mengantuk tapi tak bisa tidur.
"Huhhh" keluh Yua yang kini serba salah.
"Wajahnya aku memang lupa, tapi mau bagaimana lagi... Sekrang yang penting gimana caranya supaya bisa tidur???" pikirnya dalam hati.
"Ah...." gumam Yua yang sepertinya terpikir apa yang bisa membuatnya tertidur.
Ya... hal yang pastinya diketahui semua orang. Membaca buku!!... Yua teringat saat kuliah dulu, ia sering tertidur setelah membaca satu halaman buku ilmiah. "Ya.. itu saja!!!, Mari kita coba~~~" guraunya.
...***...
"Ekonom klasik yang paling terkenal adalah Adam Smith dengan teorinya Absolute Advantage. Menurutnya, suatu negara dapat disebut memiliki keunggulan mutlak dari negara lain jika negara tersebut memproduksi barang atau jasa yang tidak dapat diproduksi oleh negara lainnnnnnnn____________" . Benar saja, hanya membaca satu paragraf saja berhasil membuat Yua tertidur. Entah apa yang ia pelajari saat kuliah, haha.
Sekali lagi... Yua kembali bermimpi dalam tidurnya. Lagi-lagi dengan mimpi yang sama. Mimpi Bertemu dengan pemilik cafe itu lagi masih dengan wajahnya yang datar. Tapi, mimpinya tidak sesingkat sebelumnya.
"Itu namanya rasi bintang Orion" sebut Yua dalam mimpinya. Dalam mimpinya juga Yua menjelaskan caranya menemukan rasi itu dan obrolan lainnya bersama pemilik cafe yang berbaring di sebelahnya di sebuah atap bangunan yang sepi. Dalam mimpi itu juga, Yua melihat dirinya sendiri beberapa kali mencuri pandang pada si pemilik cafe seolah mengenalnya.
"Huh"
Yua lagi-lagi terbangun gara-gara mimpinya itu. Dadanya sesak, kepalanya pusing dan badannya sedikit berkeringat. Yua juga jadi haus. Daripada dirinya dehidrasi, lebih baik ia meminum air putih dan menenangkan dirinya. Yua langsung bangkit dari kasurnya dan menuju dapur.
...***...
Segelas air hangat dan sebutir parasetamol menjadi kudapan malam untuk Yua. Setidaknya meredakan rasa pusingnya itu jauh lebih baik. Segelas air hangat yang tersisa itu pun ia bawa ke kamarnya supaya bisa diminum ketika haus dan tidak perlu repot ke dapur lagi.
Tapi... saat ingin meletakkan gelasnya tadi di aas meja belajrnya, tak sengaja Yua tersadung dan menjatuhkan semua tumpukan barang-barangnya yang ada diatas meja ke lantai, termasuk air yang ia bawa juga ikut tumpah.
Yua memang sedikit malas membereskan barang-barangnya hingga dibiarkan menumpuk saja diatas meja seperti itu. Sekalinya tersandung semuanya berserakan. Barang-barangnya yang jatuh, baju, tas, buku, boneka, hingga cemilannya basah berserakan dilantai.
Untung saja Yua tak bisa tidur. Ia jadi punya kegiatan dengan membersihkan semua kekacauannya ini. Satu persatu ia pungut dan ia kelompokkan. Baju ia masukkan kedalam keranjang baju kotor, tas dan boneka ia susun rapi di atas meja, sisa camilannya ia buang ketempat sampah dan terakhir buku....
"Buku ini....Astaga" gumam Yua saat menemukan buku dari cafe siang tadi diantara buku-bukunya, mungkin tertumpuk oleh baju yang ia pakai tadi.
Tahu buku itu bukan miliknya, Yua cepat-cepat mengeringkan bagian sampul yang terkena air tadi dengan hair-dryer. Buku yang sengaja tak sengaja Yua bawa pulang dari cafe tadi siang.
Syukurlah, buku itu tidak terlalu basah dan tidak ada tulisan yang luntur. Jika saja ada yang rusak, Yua pasti akan merasa bersalah dan takut akan dimarahi oleh pemilik cafe itu.
...***...
Kamarnya kini sudah kering dan bersih, tidak lagi seperti kapal pecah. Matanya masih belum mengantuk tapi Yua malah penasaran dengan buku itu. Buku yang tadinya ia letak di atas meja, ia raih dan membawanya ke kasur dengan niat membacanya sambil rebahan.
"Time Travel on Physic Dimensional"
Dari judulnya saja sudah membuatnya penasaran. Apalagi ia tak sempat menyelesaikan apa yang ia baca siang tadi. Meski dalam hatinya tak percaya hal-hal diluar nalar, tak ada salahnya jika membaca satu atau dua halaman saja.
Tapi setelah Yua melihat sampul belakang maupun depan, pengantar, daftar isi, maupun indeks tak ada dituliskan siapa penulisnya. Uniknya tahun buku ini ditulis tertera jelas. "Tahun 2087, cetakan pertama"
"Haaaaahhh!!" kagetnya.
Yua tak percaya jika buku ini ditulis tahun 2087, tahun 2021 saja belum selesai. Jika benar itu dari tahun 2087 maka umurna saat itu sudah 91 tahun, entah masih hidup atau sudah tiada. Percaya tak percaya, logis tak logis, anggap saja jika ini hanya tipu-tipuan si pemilik cafe lebih baik dirinya baca saja apa yang ada dalm buku ini, pikirnya.
...***...
Bukan passionnya membaca buku ilmiah, Yua lalu mencari halaman mencurigakan yang ia temukan tadi siang dan belum selesai membacanya.
..."Ada periode waktu yang terbatas bagi para pelompat waktu"...
Adalagi kalimat yang diberi tanda dan menarik perhatian Yua.
..."Para tahanan waktu tak akan pernah dapat melewati batas ruang dan waktu untuk selamanya"...
"Kok kayak pernah baca" pikirnya dalam hati. Kedua kalimat itu terasa familiar, tapi jika ia pikir-pikir bisa saja pernah membacanya. Banyak novel dan komik yang memasukkan tema perjalanan waktu sebagai temanya. "Oh.. di komik mungkin!!" gumamnya.
Tapi hanya dua kalimat itu saja tak membuat Yua puas dan rasa penasarannya berkurang, yang ada rasa penasarannya semaki menjadi-jadi. Membaca dari awal adalah hal yang harus ia lakukan saat ini, membaca sebagian atau hanya beberapa kalimat demi menghindari ambiguitas atau pemahaman yang berbeda.
Yua mulai dari apa itu perjalanan waktu, konsep perjalanan waktu dengan hukum fisika, pelompat waktu, tahanan waktu, hingga konsekuensi yang akan diterima selama perjalanan waktu. Buku yang tak terlalu tebal hingga bisa Yua selesaikan hanya dalam hitungan jam. Sungguh... tak biasanya Yua mampu membaca buku ilmiah hingga halaman terakhir, hebat.
...***...
Kepala Yua kini terasa berat, bukan karena sakit kepala tapi karena materi dalam buku itu sangat berat dan bahasa yang digunakan terlalu sulit. Sebanyak apa halaman yang ia baca, hanya beberapa yang benar-benar lolos screening di otaknya.
Ada beberapa kalimat yang juga menarik perhatiannya hingga Yua dengan rajinnya ia tulis kembali dalam memo miliknya.
..."Tak ada seorangpun yang dapat memprediksi kapan perjalanan waktu pertamanya muncul"...
..."Sekeras apapun usahamu mengubah takdir, Tuhan selalu adil"...
..."Ingatan setiap jiwa yang kembali pada masanya akan hilang. Namun, perasaan tidak ada yang dapat menghilangkannya"...
..."Time loop sering terjadi pada kasus orang yang memiliki tekanan dalam jiwanya disertai pemicu yang masih aktif"...
Dan kalimat terkahir yang ada di buku ini.
..."Pada beberapa kasus, Ada hal-hal yang terjadi tidak sesuai hipotesis"...
Apa hubungannya antara perjalanan waktu, takdir, memori, time loop, dan hipotesis ini, pikir Yua. Apa buku ini hanya sekedar hipotesis atau hanya pengarangnya saja yang mengada-ngada. Yua lalu teringat rumor yang pernah ia dengar beberapa bulan lalu di kampus tentang cafe dan pemilik cafe itu.
"Cafe itu aneh, sudah ada lebih dari 100 tahun. Pemiliknya tidak pernah terlihat, bahkan terlihat awet muda" ingat Yua. "100 tahun, cafe tua, awet muda" gumam Yua.
Yua lalu menghubungkan ketiga kondisi itu dengan dengan 7 kalimat yang ia jadikan garis bawahi tadi.
"Apa jangan-jangan pemilik itu.... eh... tapi kan itu cuma rumor!!" keluh Yua.
"Ahh gilaaa!!!" Yua merasa bodoh setelah memikirkan kemungkinannya. Bahkan dirinya merasa seperti anak-anak yang percaya saja dengan rumor tak berdasar itu dan malah menghubungkannya dengan buku lusuh ini.
"Sudahlah... sudah hampir pagi, aku juga sudah mengantuk!" celetuk Yua yang kini menjauhkan semua hal tentang buku itu. Ia harus bangun pagi-pagi agar bisa bertemu pemilik cafe itu lagi dan membujuknya memberi informasi tentang sosok mamanya itu.
___________
Terimakasih sudah membaca😊