40 Days, One Love

40 Days, One Love
Masa lalu (2)



"Mama aku???" tanya Yua.


"Iya.. siapa lagi???" jawab Arga yang yakin tak salah orang.


Ya... Arga memang tak salah orang. Masa lalu tampaknya berubah dari yang Yua ingat hingga Yua tak sadar jika dirinya beberapa waktu lalu mengalami fenomena tak biasa, melompati waktu selama 20 hari.


Pelompat waktu yang berhasil kembali ke waktu asalnya sebelum 40 hari akan melupakan segala hal yang pernah terjadi di masa itu. Hilangnya memori para pelompat waktu bertujuan untuk menjaga keseimbangan di dunia. Jika para pelompat waktu memiliki memori perjalanannya selama melompati waktu, di masa depan dikhawatirkan mereka akan mencari celah kembali ke masa lalu saat tahu masa depan yang mereka inginkan berbeda dari yang mereka harapkan. Namun, tidak menutup kemungkinan ada pelompat waktu yang masih memiliki memorinya saat melompati waktu.


"Kamu ngak ingat?" tanya Arga pada Yua yang tampak kebingungan.


Yua hanya menganggukkan kepalanya dan terus berusaha mengingat sosok wanita yang Arga maksud itu.


"Jangan kamu paksa, mungkin karena kamu waktu itu masih 3 tahun, maklum saja jika tidak ingat. Usia segitu memang belum memiliki ingatan yang kuat" ujar Arga menenangkan Yua.


Arga lalu meminta Yua untuk mengambil album photo lama miliknya dan membawanya keruang tengah. mungkin melihat album photo itu bisa membantu Yua mengingat masa lalu.


"Tapi aku baru melihatnya beberapa hari yang lalu" gumam Yua. Yua lalu pergi ke kamar ayahnya dan melakukan apa yang Arga perintahkan padanya.


...***...


Terlihat jelas jika tumpukan album photo itu memang baru dilihat karena tidak ada debu yang menempul. Selain itu, semua album photo itu juga sudah terlihat usang, beberapa covernya sudah terkelupas dan photonya berbercak kekuningan. Arga lalu membolak-balik setiap halaman di album-album itu. Ia bermaksud mencari wanita yang ia maksud sebagai mamanya Yua.


"Ketemu...." ungkap Arga yang telah menemukan photo yang ia cari-cari.


Arga langsung memberikan album photo itu pada Yua. Album photo yang tak pernah Yua lihat sebelumnya. Uniknya photo-photo yang ada di album itu diambil pada rentang waktu yang sangat singkat, hanya pada bulan Mei 2000, saat usianya baru menginjak umur 3 tahun.


Salah satu photo Arga tunjuk adalah photo yang bertanggalkan 9 Mei 2000 ini. Di dalam photo yang berlatar di sebuah taman hiburan saat dirinya berusia tiga tahun itu tergambar jelas sosok wanita yang dimaksud Arga. Wanita itu memakai one piece putih yang sama dengan dirinya dulu dan ada Arga kecil yang juga ikut menaiki kuda-kudaan di komedi putar di sebelah mereka.


"Sekarang kamu yakin??" Arga beranggapan dengan photo ini saja cukup untuk meyakinkan Yua bahwa dulu mereka adalah teman masa kecil dan ia tak pernah berbohong soal mama Yua.


"Aku masih ingin liat album ini" ungkap Yua yang pandangannya masih terpaku pada album itu. Berkat Arga, Yua jadi tak bisa melepaskan pandangannya di setiap halaman album itu. Hampir di setiap halaman album itu ada sosok wanita itu saat dirinya saat berulang tahun, bermain di taman hiburan, atau sekedar photo di dalam rumah saja.


"Anak laki-laki ini kamu??? wanita ini mama aku??" tanya Yua.


"Ya.. anak laki-laki itu aku dan wanita itu mama kamu. Kalau tidak salah, aku manggilnya Miss Yu tapi setelah itu aku baru tau namanya Lily" jawab Arga.


"Yang aku ingat kata Om Joe mama kamu itu baru keluar dari rumah sakit setelah bertahun-tahun dirawat. Awalnya mama kamu itu aneh, suka bermalas-malas, suka marah-marah dan urakan tapi dia orang yang baik. Aku juga ingat mama kamu pernah kerja di cafe yang kita kunjungi tadi. Dulu kita juga sering kesana, makanya aku tahu apa makanan favorite kamu.Tapi aku kenal mama kamu cuma sebentar karena waktu itu juga aku dan Ibu harus berangkat ke Inggris. Setelah itu aku ngak pernah ketemu dengannya lagi sampai sekarang" cerita Arga.


Entah kenapa saat Arga menceritakan ingatannya tentang mamanya itu, Yua merasa seperti membicarakan dirinya sendiri. Suka malas, marah-marah dan urakan. Yang benar saja??... kenapa sifat wanita itu sangat mirip dengan sifatnya sendiri. Apalagi saat melihat sosok wanita itu memang sangat mirip dengan dirinya sendiri, seperti pinang dibelah dua.


Lalu ada satu photo lagi di album ini yang membuat Yua penasaran. Tapi mungkin nanti saja ia tanyakan pada Arga. Ayah Arga tiba-tiba meneleponnya dan memintanya untuk segera pulang.


...***...


Betapa pun kerasnya Yua mengingat, tetap saja tak ada yang bisa ia ingat. Bukti bahwa ada sosok wanita yang mirip dengan dirinya di photo itu tak bisa membuat Yua menyangkal jika ia memiliki seorang ibu. Padahal awalnya mereka ingin mengingat dan menceritakan masa kecil mereka yang Yua lupakan, tapi cerita itu malah berujung pada fakta keberadaan mama Yua.


Tapi yang mengganjal di hatinya, kenapa wanita itu sangat mirip dengan dirinya. Yua bahkan membandingkan photo wanita itu dengan dirinya di sebuah cermin. Benar-benar tak ada perbedaan sama sekali bahkan potongan rambutnya terlihat sama. Bahkan Arga juga takjub melihat kemiripan mereka setelah membandingkannya langsung.


"Mirip banget" gumam Yua.


Satu fakta yang Yua tahu dari cerita Arga, bahwa mamanya pernah bekerja di cafe yang mereka kunjungi tadi, Ever Cafe. Mungkin ada petunjuk di sana yang bisa Yua temukan tentang rahasia mamanya.


"Ever cafe??" gumam Yua lagi. Cafe yang penuh dengan misteri. Bahkan ingatannya akan cafe itu saja sedikit buram padahal baru tadi siang ia dan Arga ke sana. Setelah mengucap nama cafe itu, Ever Cafe, hati Yua tiba-tiba menjadi tak karuan meski tidak tahu alasannya. Yua jadi berpikir, ia perlu kembali ke cafe itu lagi untuk mencari tahu apa yang ia tidak ketahui.


...***...


Jika memang mamanya bekerja di sini, maka pemilik cafe dan penerusnya setidaknya mengenal atau memiliki data seluruh pegawainya. Mungkin ada titik terang yang bisa ia dapat hingga tanpa sadar dirinya berada di depan cafe ini lagi.


"zzztttt"


Yua membuka pintu cafe itu dengan perlahan sambil menutup kedua matanya. Saat ia membuka matanya, terlihat seorang pelayan yang menyapanya seperti kemarin.


"Selamat siang.... Silahkan duduk mbak" sapa pelayan itu dan hendak mengarahkan Yua ke meja kosong .


"Maaf.. tapi saya ingin bertemu dengan pemilik cafe ini. Bisa?" ungkap Yua tanpa ragu.


"Maaf sepertinya tidak bisa" jawab pelayan ini sambil sedikit membungkukkan badannya.


Namun, Yua tidak mau berhenti sampai di situ saja. Yua lalu menuju sebuah meja kosonh dam malah memesan satu buah tiramisu dan milkshake stroberi. Bau-baunya seperti ada yang Yua rencanakan agar bisa bertemu dengan pemilik cafe ini.