40 Days, One Love

40 Days, One Love
Piknik



Sudah lama sepertinya Joe tidak mengajak anaknya ke taman hiburan karena melihat Yua dan Yucil yang tidak begitu semangat padahal ini adalah hari minggu. Jadi Joe memutuskan mengajak Yucil dan Yua pergi ke taman bermain dan rencananya juga sekalian mengadakan piknik di sana. Tak lupa Joe mengajak Bu Risma dan Arga ikut bersama mereka.


Karena ini hari minggu Joe punya banyak waktu mempersiapkan makanan dan cemilan untuk nanti. Berbeda dengan Joe, Yua tak ikut membantunya menyiapkan keperluan piknkk. Yua hanya ingin bersantai-santai bersama Yucil menonton kartun pagi. Ya... Yua menyerahkan semua urusan kepada Joe.


Karena sudah lama Yua tak menonton kartun di pagi hari membuatnya tertawa terbahak-bahak. Ia teringat dulu banyak sekali kartun yang tayang. Hampir seluruh stasiun televisi yang ada saat itu berlomba-lomba menanyangkan kartun. Namun beberapa tahun belakangan ini hanya tersisa beberapa kartun saja. Tapi berkat mendengar suara tertawa Yua dan Yucil membuat Joe semakin semangat membuat bekal untuk piknik nanti.


...***...


Saat Yua dan Yucil bersiap-siap untuk mandi, Joe lalu menghentikan mereka. "Ini Ayah belikan baju baru untuk Yua.." ucap Joe sambil memberikan baju itu pada Yucil.


"Makacih Ayahh" jawab Yucil.


Yua lalu menggendong Yucil dan membawanya ke kamar mandi.


"Tunggu.." cegat Joe lagi. "Ini ada juga untukmu" sambil menyerahkan baju itu pada Yua.


Yua hanya tersenyum dan kembali ke kamar mandi tanpa berkata apapun.


Setelah selesai mandi, Yua lalu memakaikan Yucil baju barunya. Baju one piece (terusan panjang) berwarna putih yang sangat indah. Baju itu membuat kelucuan Yucil semakin meningkat.


"Yucil Done!!" ungkap Yua yang sudah mendandani Yucil. Yua lalu meminta Yucil untuk memperlihatkan baju barunya kepada Joe.


Lanjut giliran Yua yang berganti pakaian. Yua lalu melihat baju yang dibelikan Joe untuknya. Ternyata Joe membeli baju yang sama dengan Yucil, baju one piece putih lengan pendek. Tak lupa juga Yua mengaplikasikan riasan di wajahnya karena beberapa hari yang lalu Joe juga membelikannya keperluan untuk make-up.


Yua pun selesai berdandan. Ia hanya merapikan dan menggeraikan rambutnya serta memakai make-up natural saja. Meski dirinya senang mendapatkan baju baru dengan model kesukaannya tetapi Yua berpura-pura biasa saja. Yua juga memasang muka tebal dihadapan Joe.


Yua lalu keluar dari kamarnya. Joe yang berada diseberang kamarnya pun menghentikan geraknya. Ia terpesona melihat penampilan Yua yang cantik namun sederhana. Tampak juga pipi Joe yang memerah.


Takut datang terlalu siang, mereka lalu berangkat menggunakan mobil Joe. Tak lupa juga mereka menjemput Risma dan Arga. Perjalanan menuju taman hiburan ini memakan waktu kurang lebih satu jam.


...***...


Tujuan mereka ke taman hiburan pun sampai. Satu persatu mereka turun hingga yang terakhir Yua dan Yucil. Risma dan Arga yang sudah turun duluan semakin terpesona melihat cantiknya mereka saat turun dari mobil seperti melihat dua malaikan yang turun daei surga. Apalagi Arga yang pipinya memerah ketika melihat Yucil.


Joe lalu menukarkan tiket masuk untuk lima orang. Hanya sekitar 3 menit mereka dipersilahkan memasuki taman hiburan. Arga dan Yucil langsung berlarian menuju taman hiburan itu karena ada wahana yang ingin segera mereka coba. Sedangkan Joe, Yua dan Bu Risma berjalan santai di belakang mereka. Agar tidak tersesat, dengan muka yang sedikit memerah Arga lalu menggenggam tangan kecil Yucil dengan erat.


Sebelum mencoba berbagai wanaha, Joe, Yua dan Bu Risma menggelar karpet dan menyiapkan bekal dari rumah tadi. Sedangkan Arga dan Yucil sudah sibuk bermain. Ya.... Taman hiburan disini masih belum selengkap di masa depan, masih banyak lahan hijau kosong jadi banyak anak-anak bermain dan berlarian disini. Tak hanya mereka, banyak juga keluarga yang mengadakan piknik dan menggelar karpet disini.


...***...


Daripada tidak melakukan apa-apa padahal sudah jauh-jauh datang kesini, Risma lalu menyarankan agar Yua dan Joe menyusul Arga dan Yucil bermain. "Biar saya yang menunggu disini, kalian gabung saja dengan anak-anak. Mereka pasti tidak sabar mencoba wahana yang ada" pinta Bu Risma.


Setelah yakin meninggalkan Bu Risma sendirian, Joe dan Yua menyusul Arga dan Yucil mencoba beberapa wahana. Wahana yang paling terkenal disini adalah Komedi putar dan Bianglala.


Joe lalu mengajak Yua, Yucil dan Arga menaiki komedi putar bersama. Yua dan Yucil menaiki kuda yang sama sedangkan Arga menaiki kudanya sendiri di samping Yua. Namun hanya Joe yang tidak menaiki komedi putar.


Cekrek


Terdengar suara cekrek dari arah Joe berdiri. Ternyata Joe lebih memilih untuk mengabadikan momen-momen ceria mereka dengan kamera. Meskipun masih menggunakan kamera film, Joe sebisa mungkin mengambil sebanyak-banyaknya foto mereka dengan bagus.


Selanjutnya wahana yang kedua, Bianglala. Wahana bianglala yang paling sering dikunjungi pengunjung. Bahkan antriannya mengular panjang. Beberapa saat menunggu akhirnya tiba giliran mereka menaiki bianglala. Saat hendak masuk kedalam bianglala tiba-tiba ada yang mendorong Joe dan Yua sehingga hanya mereka berdua yang menaiki bianglala itu.


Durasi satu putaran bianglala ini kurang lebih 30 menit itu berarti Joe dan Yua akan berada disani berdua saja selama 30 menit kedepan. Mereka duduk saling berhadap-hadapan. Tampaknya Joe masih belum terbiasa dengan Yua versi dewasa. Maklum saja jika orang lain melihat maka semua akan mengira mereka seumuran atau hanya jarak beberapa tahun saja. Tidak ada yang akan mengira jika mereka adalah Ayah dan anak.


...***...


Sudah berjalan lima menit. Mereka saling melihat ke sisi jendela yang berbeda. Tiba-tiba Yua teringat kejadian Yucil menangis kemarin. Yua jadi penasaran kemana Ibunya selama ini. Yua ingin bertanya tapi ia merasa gengsi dan tak mau dikira mengungkit masa lalu. Tapi ia sangat ingin tau. "Mmm.. Apa aku boleh bertanya sesuatu" izin Yua.


"Iya Boleh" jawab Joe.


Jantung Yua berdebar. Di masa depan ia tak berani menanyakan hal ini bertahun-tahun lamanya. Lalu Yua dengan terbata-bata bertanya mengenai Ibunya.


"Aku sekarang udah dewasa. Mungkin di tahun ini "Yua" masih balita tapi aku beda. Aku dari masa depan. Sebelumnya aku ngak pernah ingin tahu keberadaan ibu tapi tiba-tiba Ayah pergi dan tanpa sadar aku berada di tahun ini. Apa kamu tidak mau menceritakan tentang ibuku?" minta Yua.


Joe merasa mungkin ada baiknya jika ia memberitahu Yua apa yang sebenarnya terjadi dengan ibunya. Joe lalu menarik nafas lalu melepaskannya hingga tiga kali.


"Kami menikah muda. Kami pikir siap untuk berkomitmen bersama tapi nyatanya emosi kami sama-sama labil. Akhirnya Ibu kamu meninggalkan kamu dan saya beberapa bulan setelah kamu lahir. Dia pergi bersama kekasih gelapnya ke Amerika" Joe lalu berhenti ditengah cerita dan kembali menarik nafas. Seolah ia sedang membuka memori yang sudah ia kubur rapat-rapat.


"Maaf jika saya di masa depan tidak pernah membicarakannya" sambung Joe meminta maaf pada Yua dengan nada sedih.


Yua pun puas mendengar jawaban Joe. Sudah tak ada rahasia lagi yang ia tidak ketahui tentang keluarganya sendiri. Yua juga tidak menyesal dan juga tidak membenci Ibunya setelah mendengar cerita Joe.


"Lebih baik, kamu ceritakan pada Yucil saat dia sudah sekolah. Menurutku itu akan lebih baik" pinta Yua yang selama ini hidup dengan ketidaktahuan akan keberadaan sang Ibu.


Kini mereka berada di puncak bianglala. Pemandangan seluruh kota pun ikut terlihat. Yua sangat terkejut melihat pemandangan dari atas bianglala. Ini pertama kali dirinya melihat seluruh kota dari atas bianglala. Joe lalu memotret Yua yang terkesima dengan pemandangan yang luar biasa itu.


...***...


Akhirnya 30 menit berlalu. Perjalanan di bianglala pun berakhir. Mereka kembali ke tempat piknik. Dilihatnya ada Yucil dan Arga yang tengah asik menikmati bekal.


"Dasar kaliannn!!!" umpat Yua sampil sedikit mencubit Yua dan Arga. Namun hanya dibalas tawa oleh mereka.


Langit pun mulai memerah dan taman ini akan segera ditutup. Semua tampak kelelahan karena asyik bermain. Saatnya mereka pulang. Arga dan Yucil tampak mengantuk jadi mereka duduk bersama Risma di kursi tengah. Lalu Yua duduk disamping Joe.


Jalanan tampak sedikit terhambat karena ada perbaikan di sepanjang jalan. Joe lalu melambatkan laju mobilnya dan sesekali harus berhenti karena mobil di depan belum juga bergerak.


Tak diduga mobil Joe berhenti di dekat cafe misterius itu. Yua pun bertanya apakah Joe tau tentang tempat itu. "Joe.. Apa kamu pernah kesana? kamu tau siapa pemiliknya?" tanya Yua.


Joe lalu mengarahkan pandangannya ke cafe yang ditunjuk Yua. "Iya aku tau.. itu tempat favoritnya Arga. Dia suka tiramisu disana" jawab Joe.


"yaa.. kalau itu aku juga tau. Apa kamu tahu sesuatu tentang cafe itu" tanya Yua sekali lagi. Yua juga bertanya apakah Joe tahu siapa pemilik cafe itu atau mengenal karyawannya. Namun Joe mengatakan dirinya tidak mengenal pemilik maupun karyawan disana.


Tiba-tiba Yua merasa ada yang mengawasinya lagi. Saat ia mengalihkan pandangan matanya ke cafe itu lagi, betapa terkejutnya Yua melihat2 pria yang ada di cafe kemarin itu sedang melihat kearahnya saat ini.


__________________


Terimakasih...


Jangan Lupa Like, Comment, dan Favorite-nya.


Selamat Membaca