40 Days, One Love

40 Days, One Love
Budak Cinta



Ini adalah Kebahagiaan semua yang Alex sebut di awal. Kebahagiaan yang ia rasakan saat berada di lompatan waktu itu adalah semu. Tidak nyata. Semuanya akan berakhir sekejap mata dan kembali ke jalur takdir sebenarnya.


Permintaan kedua Alex adalah membiarkannya menjadi tahanan waktu. Keputusannya terdengar sangat gila. Memang gila. Pemuda itu berusaha menjelaskan apa yang akan terjadi tapi Alex menerimanya begitu saja tanpa pikir panjang.


Alasan Alex memilih untuk menjadi tahanan waktu adalah agar ia bisa melihat Gayatri di sisa tahun yang ia miliki. Ia juga berpikir jika Gayatri akan terhindar dari demam Malaria yang akan menimpanya di tahun 1893. Alex percaya dengan yakin bahwa masa depan Gayatri akan berubah karena ia sudah mengubah masa depan Gayatri dengan menikahinya di tahun 1890.


Pemuda itu tak lagi mampu mengubah pikiran Alex yang sudah dibutakan cinta. Ia juga mau tak mau menerima permintaan kedua Alex itu.


Alex lalu melanjutkan sisa waktunya bersama Gayatri.


Pernikahannya dari awal memang terasa sulit karena Alex sudah menunjukkan efek samping meloncati waktu, penolakan waktu. Tapi cinta Gayatri tidak pudar dan Ia tidak merasa direpotkan seperti yang Alex bayangkan. Gayatri menjaga suaminya itu dengan baik serta tulus mencintainya. Meskipun berat, bagi mereka asalkan bisa selalu bersama itu tidak masalah.


Hingga akhirnya hari ke-39 pun tiba. 80% tubuhnya tidak bisa digerakkan. Badannya kurus, matanya pucat dan badannya dingin. Gayatri yang di sampingnya itu terus-terusan menangis. Ayah dan Ibunya juga ada disana. Alex meminta kedua orang tuanya untuk meninggalkan mereka berdua. Ia kemudian bangun dari tempat tidur dan memeluk Gayatri.


"Aku bersyukur bisa menemukanmu kembali, aku juga senang kamu juga menerimaku untuk kedua kalinya" ucap Alex.


Alex lalu merasa pusing yang tidak tertahankan. Gayatri dengan cepat kembali membaringkan suaminya itu ke kasur. Gayatri lalu ke dapur dan membawakan segelas air putih untuk Alex. Saat ia ingin memberikan gelas itu, Alex meraih tangan halusnya.


"Maafkan aku tidak memenuhi janjiku padamu. Andai aku bisa tiba dengan cepat kejadian itu tidak akan terjadi. Andai aku bisa membawamu pergi dari daerah itu kamu tidak akan terkena malaria... Maafkan aku" ujar Alex dengan beruraian airmata meminta suatu maaf dari Gayatri yang sama sekali tidak Gayatri mengerti.


Seketika waktu mendadak berhenti. Alex melihat Gayatri yang tidak lagi bergerak seperti patung dan itulah saat-saat terakhir Alex bersama Gayatri.


Pemuda berjubah putih itu datang dari balik pintu kamar Alex. Ia berniat menangih janji pertama Alex dan sesuai kesepakatan mereka, Alex akan menjadi tahanan waktu. Karena menjadi tahanan waktu tidak boleh diketahui oleh orang lain, maka Alex akan dipindahkan ke tempat pemuda berjubah itu tinggal.


"Apa kamu sudah siap?" tanya pemuda itu.


Alex lalu menganggukkan kepala sambil menyeka airmatanya. Ia lalu beranjak dari kasurnya. Ajaib... Kini tubuhnya tidak terasa berat dan sakit lagi. Ia bahkan bisa bergerak sebebasnya.


Meskipun dirinya dapat bebas bergerak tapi tidak dengan hatinya. Hatinya tetap tertuju pada Gayatri. Sebelum pergi Ia memeluk Istrinya itu untuk yang terakhir kalinya. Ia lalu mencium kening istrinya dengan hangat seperti ketika ia hendak berangkat kerja.


Dan terakhir..... Ia mengalungkan cincin pernikahannya di leher Gayatri, istri tercintanya itu. Ia berharap cincinnya itu akan membuat Gayatri tidak melupakannya dan Ia akan menjaga Gayatri untuk selamanya.


Pemuda berjubah itu lalu membawa Alex dengan melewati waktu. Seketika itu juga keberadaan Alex mulai hilang. Tak ada lagi Alex dalam ingatan orang-orang yang mengenalnya baik itu Gayatri, kedua orang tuanya hingga teman-temannya.


Konsekuensi dengan hilangnya Alex adalah keberadaan dirinya yang lain yang saat itu bertugas di luar kota juga ikut menghilang. Benar-benar tak ada Alex di dunia itu lagi.


Tempat persemnunyian mereka adalah sebuah cafe di kota sebelah. Sesampainya di sana, pemuda itu kembali meyakinkan Alex untuk terakhir kalinya.


"Apa kamu benar-benar ingin berada di sini selamanya?" tanya pemuda itu dengan cemas.


"Asal aku bisa bertemu dengan Gayatri meski dia tidak mengenaliku, aku akan tetap disini" yakin Alex.


Pemuda itu lalu meletakkan tangannya di kepala Alex. Seolah menyelipkan mantra, Ia membuat Alex tertidur. Itu semua ia lakukan agar Alex tidak merasakan sakit akibat penolakan waktu.


Hari ke-40. Alex masih tertidur dibawah mantra pemuda itu. Meskipun tertidur, tubuh Alex merasakan kesakitan yang luar biasa karena satu persatu organ tubuhnya sudah tidak lagi berfungsi. Akhirnya, Alex tertidur hingga seminggu lamanya.


Ketika Alex membuka matanya, Ia sudah menjadi tahanan waktu. Pemuda berjubah yang melihat Alex sadar lalu menghampirinya.


Ada banyak peraturan yang akan ia sampaikan pada Alex. Yang terpenting adalah Alex tidak boleh memberitahu orang lain bahwa Ia adalah tahanan waktu kecuali pada para peloncat waktu. Alex juga diberi tugas untuk membimbing para peloncat waktu yang akan ia temui dikemudian hari.


"Bagaimana keadaan Gayatri?" tanya Alex yang penasaran keadaan istrinya itu setelah satu minggu tertidur.


Pemuda itu lalu memandang Alex dengan sorot mata yang tajam.


"Sebagai tahanan waktu kamu tidak boleh memikirkan masa lalu termasuk Gayatri, itu akan menambah beban hidupmu" saran pemuda itu.


Alex menerima apa yang pemuda itu katakan. Tapi jauh dalam lubuk hatinya, ia masih berharap suatu saat ia akan bertemu Gayatri.


"Uwwwaaaa.... Buccinnn parah, baru hari ini aku melihat orang sebucin kamu" ledek Yua dengan nada tinggi. Yua tak menyangka Alex sesorang yang sangat bodoh dalam urusan cinta.


"Bu cin??" tanya alex penasaran. Alex meminta Yua untuk menggunakan bahasa yang ia mengerti tidak usah memakai kata-kata gaul dari masa depan.


Alex sadar bahwa dirinya memang seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur. Ia bahkan tidak dapat mengubah takdirnya lagi.


Sama seperti ketika dia mengetahui bahwa Gayatri ternyata tetap akan meninggal di tahun 1893. Ia mendapat informasi dari pemuda berjubah itu bahwa Gayatri sudah meninggal akibat wabah malaria. Mengetahui hal itu membuat tekadnya menjadi tahanan waktupun pudar.


Alex menjadi frustasi, apalagi ia belum dapat menemui Gayatri setelah menjadi tahanan waktu. Ia berusaha sekuat tenaga untuk menembus ruang waktu di cafe itu, namun semua usahanya gagal. Ia akan terkurung di cafe itu untuk selamanya.


Alex bahkan menjalani hidupnya dengan perasaan yang dipenuhi penyesalan. Ia sudah menyesal mengabaikan nasehat penjelajah waktu itu. Andai ketika itu ia patuh, maka ia akan berada di luar sana dengan bebas.


Waktu terus berjalan tak terasa sudah 10 tahun berlalu. Alex berada di puncak stresnya. Ia tak mau menerima kenyataan bahwa fisiknya tidak ada yang berubah sedikitpun.


Alex mencoba untuk mengakhiri hidupnya dengan menyayat pergelangan tangannya, menusuk perutnya dengan pisau hingga menggantugkan dirinya di atap. Namun semua itu juga tidak berhasil.


Pemuda berjubah yang sudah mengamatinya 10 tahun itu lalu mempertanyakan kembali tekadnya. "Apa kamu menyesal sekarang?" tanya pemuda itu.


"Aku menyesalinya" jawab Alex menangis seperti anak kecil.


Penyesalan tidak datang di awal. Begitu juga dengan Alex. Mau tidak mau ia harus menerima nasib pahitnya itu, hingga hari ini ia berada di hadapan Yua. Alex lalu mengingatkan Yua agar tidak jatuh pada lubang yang sama dengan dirinya karena menjadi tahanan waktu berarti menukarkan kebebasan dengan kebahagiaan semu.


...***...


"Baiklah... cuma itu yang bisa kuceritakan" ucap Alex menyudahi cerita kelamnya itu. "Sekarang giliranmu!" sambungnya.


Yua tampaknya masih tak puas. Ada yang ingin ia tanyakan. "Eeeeiiittttss.. Ada banyak yang aku ingin tau, aku mau nanya boleh?" tanya Yua sambil memelaskan mukanya.


Mungkin ceritanya terlalu panjang dan rumit hingga Yua mengajukan pertanyaan padanya, Alex pu mempersilahkan Yua untuk memberinya satu pertanyaan.


"Aku tu bingung... Kamu nyebut pemuda pemuda pemuda. Pemuda itu si penjelajah waktu kan? emang kamu ngak kenalan sama dia? kan udah tinggal bareng puluhan ratusan tahun? trus sekarang dia dimana?" tanya Yua bertubi-tubi.


"Loh, cuma itu??" heran Alex.


Alex merasa kecewa mendengar pertanyaan Yua itu. Ia mengira Yua akan menanyakan kisah cintanya atau caranya bertahan. Ternyata Yua hanya menyakan pertanyaan yang tidak penting.


"Aku tidak sempat kenalan. Dia juga tidak akan memberikan informasi dirinya pada orang lain termasuk kita. Aku juga tidak tau dia ada dimana dan dari mana. Ia akan datang kesini ketika ia mau. Aku terakhir bertemu dengannya 15 tahun yang lalu" jelas Alex.


"Mmmm lama juga 15 tahun... Kamu pasti kesepian" bisik Yua yang tidak terdengar oleh Alex.


Yua lalu ingin bertanya lagi, tapi ia ragu mengatakannya. Tapi Alex melihat gelagat Yua yang sepertinya masih penasaran akan suatu hal. Alex pun meyakinkan Yua untuk mengatakan saja apa yang ingin ia tanyakan, meskipun ia tahu mungkin saja Yua akan menanyakan hal konyol lagi.


"Apa kamu menyesal?" tanya Yua sambil menundukkan kepalanya.


Alex hanya tersenyum dan mengelus kepala Yua seperti yang sering Ia lakukan. Ia ingin Yua tidak memikirkan perasaannya.


"Kamu tahu... ternyata Gayatri menikah kembali di tahun 1891. Nasibnya sedikit berubah meski kematiannya tidak dapat dihindari. Aku baru tahu belakangan ini. Gayatri memiliki seorang keturunan dari pernikahannya. Alasanku untuk tetap berada di sini adalah menjaga para keturunannya. Itu adalah janjiku pada Gayatri" beritahu Alex.


Yua yang mendengarnya menjadi terharu mendengar betapa setianya Alex pada Gayatri bahkan ia berjanji akan menjaga keturunan Gayatri. Janjinya itu juga menandakan bahwa Alex kini tidak lagi menyesali nasibnya itu.


"Ayo sekarang giliranmu.." pinta Alex.


"Tapi aku tidak akan menceritakan yang dramatis seperti cerita kamu" ledek Yua.


Yua lalu meniru cara Alex sebelum bercerita. Ia menarik dalam nafasnya dan perlahan menghembuskannya. Cerita yang tidak pernah ia ceritakan pada orang lain selain Alex.


Kisah dimulai ketika Yua duduk di kelas 3 SMP.


_______________________________


Terimakasih sudah membaca❤


Jangan Lupa Like, Comment, dan Favorite-nya.