
Hari ini hari yang cerah. Sangat cocok untuk berkebun dan menjemur kain. Meskipun ini hari Sabtu, Joe tak ingin bermalas-malasan. Ia mengajak Yucil untuk membereskan rumah, menjemur kain dan mencabut rumput.
Yua keluar dari kamar dan menuju teras belakang. Ia ingin menikmati sinar matahari dan angin pagi. Melihat Joe dan Yucil yang sedang bekerja membuat Yua ingin membantu.
"Aku bantu ya, Aku baik-baik aja kok" pinta Yua sambil memperlihatkan otot lengannya.
"Yakin?" tanya Joe memastikan apakah Yua sudah baik-baik saja dan bisa melakukan aktifitas hari ini.
Meluhat kesungguhan Yua, Joe lalu mengizinkannya hanya untuk menjemur kain dan urusan mencabut rumput biar Joe dan Yucil yang mengerjakannya.
"Roger..." sahut Yua.
...***...
Satu persatu Yua menjemur kain itu pada jemuran yang masih menggunakan beberapa tali dan penjepit agar baju tidak terbang langsung dibawah terik sinar matahari. Di masa depan, biasanya ia mencuci bajunya menggunakan mesin cuci yang dapat mengeringkan baju sekaligus, meski ujung-ujungnya ia mengantarnya ke tempat laundry.
Ternyata melihat kain-kain yang terjemur itu membawa kepuasan tersendiri bagi Yua. Kombinasi yang sempurna antara terik mentari, kain yang terjemur rapi, dan lembutnya angin pagi. Tak ketinggalan wangi rumput liar yang baru saja dicabut.
"Hmmmm" hela nafas Yua menikmati aroma pagi ini.
"Ciiiiiiiii~"
Yua lalu menyadari jika Yucil tidak berhenti memandangnya sedari tadi, meski dia ssendiri sedang mencabut rumput. Mungkin melihat Yua yang tidak bangun selama tiga hari membuat Yucil takut kehilangan sosok ibu lagi.
Yucil terus memandangi Yua tanpa henti. Tak hanya memandanginya saja, Ia juga mengiringi Yua kemanapun Yua pergi baik ke ruang tengah, dapur, bahkan kamar mandi.
"Kamu kenapa ngekor terus sih?" tanya Yua kesal. Yucil lalu memeluk kaki Yua yang sedang berjalan.
"Nanci mama pergi lagiyy" jawab Yucil.
Benar tebakan Yua, Yucil takut kehilangan dirinya. Yua pun mendadak terdiam. Bagaimana mungkin ia dapat berada di sini selamanya. Kenyataannya dalam waktu 26 hari lagi, ia harus kembali ke tahun 2021.
Iba melihat dirinya sendiri, Yua lalu menunduk dan duduk menjongkok meyakinkan Yucil bahwa dirinya tak akan kemana-mana. Yua juga membelai lembut kepala dirinya yang masih kecil itu.
"Lebih baik kamu beristirahat saja!" tegur Joe yang masih menyabut rumput.
"Aku sudah baikan, tidak perlu khawatir! Lagian aku baru bangun setelah tiga hari tidur masa mau istirahat lagi. Aku Bosan!!" balas Yua sambil mengalihkan perhatian Yucil.
"Hahaha"
Joe tertawa mendengar Yua bilang dirinya bosan tidur padahal tidur adalah hobinya.
"Bukankah tidur adalah hobimu, bisa-bisanya kamu bosan" ledek Joe.
Meski sempat terdiam sebentar setelah meledek Yua, Joe lalu menyambung ucapannya,
"Tapi, syukurlah kamu nampaknya sudah baik-baik saja" ungkap Joe.
Halaman belakang rumah tampak berkilauan, tak ada lagi rumput liar. Rencananya di sana akan dibuat ayunan untuk Yucil. Joe juga ingin memberikan hadiah berupa kandang kelinci beserta penghuninya untuk Yucil sebagai permintaan maaf karena pernah membanting kursi di depannya.
...***...
Hari ini berakhir lebih cepat dari biasanya.
Malam ini Yua ingin memberitahu Joe tentang nasibnya kedepan. Tapi sebelum itu Yua akan menemani Yucil hingga ia benar-benar tidur. Agar pembicaraan mereka tidak garing, Yua membawa beberapa camilan dan minuman supaya ada pengalihan topik jika dibutuhkan.
Joe ternyata sudah menunggu Yua di teras belakang.
"Hmmm" deham Yua.
Joe yang menyadari lalu memintanya untuk duduk. "Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Joe.
"Ya sabar dongg.. minum dulu kek" celetuk Yua yang masih menyiapkan hatinya.
Joe kurang menyukai camilan, jadi ia hanya minum soda saja. Yua lalu menceritakan apa saja yang dia tahu tentang nasibnya.
"Aku ternyata seorang pelompat waktu, dan waktuku disini hanya 40 hari, jika lebih dari itu aku akan menjadi tahanan waktu" jelas Yua dengan sangat cepat.
Joe masih bingung dengan istilah yang disebut Yua sehingga ia tak paham apa maksud ucapan Yua itu. Yua perlahan menjelaskannya satu persatu istilah yang ia sebut tadi.
Pelompat waktu adalah orang yang tidak sengaja melakukan perjalanan waktu dan hanya dapat terjadi satu kali saja. Mereka mempunyai waktu maksimal 40 hari untuk kembali ke masanya. Jika tidak, maka mereka tidak dapat menembus ruang dan waktu dan mereka disebut tahanan waktu.
"Saat pertama kali aku melihatmu aku sadar jika kamu mirip anakku. Seorang Ayah tidak mungkin tidak mengenal anaknya sendiri. Kamu lalu bilang jika kamu datang dari 2021. Entah kenapa aku langsung percaya" ujar Joe.
"Aku pernah berpikir, bagaimana seseorang dari masa depan dapat tiba di masa lalu? dan ketika kamu berkata waktumu hanya 40 hari lalu apa yang terjadi pada dirimu di masa depan?" tanya Joe panjang lebar.
Bagi orang awam mustahil seseorang dapat melakukan perjalanan waktu. Perjalanan waktu hanyalah konsep fiksi orang-orang yang tak menerima takdir dan berkhayal mampu memperbaiki keadaan di masa lalu. Karena waktu juga tidak dapat berputar ke masa lalu.
Namun, sebagian orang mempercayai bahwa perjalanan waktu sangat mungkin terjadi. Banyak penemuan masa lalu manusia yang bahkan tidak dapat diterima dunia modern karena teknologi ketika itu belum ada di masa itu dan kemungkin hanya ada di masa depan.
...***...
Setelah menjelaskan konsep perjalanan waktu, Yua lalu menjelaskan konsep mengenai waktu 40 harinya.
Empat puluh hari adalah waktu maksimal ia berada di masa lalu. Jika ia tidak berhasil kembali ke masanya maka perlahan organ-organ tubuhnya akan berhenti berfungsi. Bahkan para pelompat waktu sudah mulai menunjukkan gejala kerusakan organ selama waktu 40 harinya itu.
Tiba-tiba Yua jadi terpikir akan satu kemungkinan yang bisa terjadi dengan dirinya di masa depan jika tidak kembali dalam 40 hari.
"Saat menjadi tahanan waktu mungkin keberadaanku akan dianggap hilang dan memori orang-orang tentang diriku juga akan menghilang baik di masa depan atau masa lalu" ujar Yua sambil meneteskan airmatanya.
Untung saat ini sudah malam, jadi airmatanya jadi tak terlihat. Yua juga tak ingin Joe melihatnya terus-terusan menangis dan terlihat lemah, sebisa mungkin ia dengan cepat menghapus airmata di pelupuk matanya itu.
"Apakah kamu tertidur selama tiga hari itu salah satu tanda kerusakan organ?" tanya Joe.
Yua tak tahu apakah itu juga termasuk tanda kerusakan organ atau tidak. Tapi mungkin saja itu adalah tandanya. Yua lalu menganggukkan kepalanya saja sebagai jawaban dari pertanyaan Joe.
"Aku harap kamu bisa kembali ke masa depan sesegera mungkin" harap Joe.
Yua yang sedang memandang langit itu pun kembali menatap Joe dengan sedih.
"Tapi kamu tidak ada di sana. Aku hanya akan jadi sebatang kara di sana" jawab Yua dengan suara yang gemetar.
Joe melihat mata putrinya itu yang semakin lama memerah dan berkaca-kaca. Joe tahu sepertinya Yua akan menangis tapi Yua selalu menahannya. Joe lalu memeluk Yua. Ia ingin putrinya itu melepaskan airmatanya dan ia berjanji tidak akan melihatnya menangis.
"Kamu tidak sendiri, di masa depan akan banyak orang yang menunggumu. Kamu hanya perlu berubah dan membuka diri kepada orang disekitarmu. Jangan selalu menilai orang dari luarnya saja, karena wajah seseorang tidak mencerminkan hatinya" pesan Joe untuk Yua.
Yua lalu melepas pelukan Joe.
"Aku selalu berpikir jika Ayah di masa depan menganggapku sebagai anak yang payah dan tidak memiliki masa depan. Setelah melihat diriku sekarang, apa kamu menyesal mempunyai putri seperti diriku?" tanya Yua.
"takkkk"
Joe lalu menjitak kening Yua. Ia tak menyangka Yua akan berpikir seperti itu pada dirinya atau pun orang tua lainnya.
"Mana ada orang tua yang menganggap anaknya payah dan tidak memiliki masa depan. Setiap orang tua akan menganggap anaknya lah yang terbaik meski orang lain menganggapnya gagal" jawab Joe dengan kesal.
Joe minta Yua untuk berpikir dewasa dan membuang jauh-jauh pikiran negatifnya itu. Joe lalu berpesan satu hal penting pada Yua.
"Jika nantinya pun akhirnya aku meninggal, aku akan bersemayam di hatimu. Jika kamu tersesat aku akan selalu berada disisimu, menjagamu selamanya" jelas Joe.
Yua akhirnya mendengar kata-kata yang selalu ingin ia dengar dari Ayahnya di masa depan tapi Ayahnya ketika mudalah yang mengatakannya. Bagi Yua, kata-kata Joe itu adalah obat untuk hatinya yang terluka selama ini.
"Aku Janji tidak akan pernah menangis lagi, aku akan kembali ke masa depan dan membuat kamu bangga" janji Yua dengan membulatkan tekadnya.
"Lalu bagaimana caramu kembali ke masa depan?" tanya Joe.
"Aku masih belum tau tapi aku akan mencari taunya, sampai saat itu izinkan aku tinggal di sini" pinta Yua. Joe hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Malam pun semakin larut. Besok masih banyak yang harus ia kerjakan. Mereka lalu kembali ke kamar masing-masing. Joe juga meminta Yua untuk masuk terlebih dahulu.
Yua lalu berjalan meninggalkan Joe di teras itu sendirian. Perlahan jarak mereka semakin jauh, meski masih di bawah atap yang sama.
"Joooeee" teriak Yua dari jarak 5 meter. "Terimakasihhhhh" sambungnya.
Yua langsung membalikkan badan dan berlari kemarnya dengan hati gembira.
_______________________________
Terimakasih Sudah Membaca❤
Jangan Lupa Like, Comment, dan Favorite-nya.