
"Dia... calon mertuaku!!!" ucap Yua dengan wajah tak percaya dengan apa yang ia lihat. Calon mertuanya yang masih terlihat muda dan tampan. Maklum.. di masa depan mereka sering bertemu bahkan beberapa hari sebelum Ayah Yua mengalami kecelakaan dan saat pemakamannya.
Berarti saat ini Ayah Arga, Pak Roy, ada di kota ini?. Apa ia berencana untuk menyakiti Arga dan Risma?. Mungkin insting Yua yang mengatakan dia adalah orang jahat memang benar, meskipun bukan dia yang mengikutinya sejak pagi.
"Mertua??" tanya Alex. "Iya.. anaknya itu, Arga, yang pernah aku bawa kesini, dia itu tunanganku di masa depan" jawab Yua.
"Ohh.. aku pikir orang yang penting..." jawab Alex singkat.
"Penting tau... gara-gara dia bawa Arga ke Inggris, aku di masa depan jadi lupa sama dia. Aku juga kadang takut ketemu sama Pak Roy itu, apalagi dia seperti punya aura yang bisa menekan siapapun" ujar Yua.
...***...
Yua dan Alex kembali mengamati situasi yang terjadi dari meja kasir. Pak Roy sepertinya sedang menunggu seseorang, Ia bahkan memesan minuman dan cake untuk dua orang. Benar saja... beberapa menit kemudian Risma datang bersama Yucil yang dititipkan Joe pagi tadi sebelum berangkat kerja. Berdasarkan info dari Alex sepertinya Risma dan Pak Roy sering bertemu di cafe ini.
"Selamat datang" sambut Yua pada Risma dan Yucil.
Risma tampak terkejut melihat Yua berdiri menyambut dirinya masuk di dalam cafe. Mungkin Risma tak tahu Yua bekerja disini, dan mungkin saja kedatangannya kali ini karena ada urusan penting dan sebisa mungkin tak ada orang yang dikenalnya tahu jika ia datang ke sini. Risma lalu melihat setiap sudut cafe dengan gelisah, dan menemukan siapa yang dicarinya, dan benar... Risma ke cafe ini untuk bertemu dengan Pak Roy.
Risma meminta Yua untuk sementara menjaga Yucil, ia juga meminta mereka untuk membiarkannya berdua saja dengan Pak Roy bicara dengan tenang. Tanpa perlu Yua arahkan lagi, Risma berjalan menuju tempat Pak Roy berada yang juga sudah melihat kearahnya itu.
Mungkin Risma tidak tahu, tapi setiap pembicaraan pelanggan akan mudah terdengar karena dinding cafe yang tipis. Apalagi saat ini tidak ada pengunjung lain yang bisa meredam suara mereka dalam kebisingan. Supaya mereka bisa bicara dengan leluasa Yua, Yucil dan Alex pun berpindah ke lantai dua dan menunggu di sana.
...***...
Kini, hanya ada Risma dan Pak Roy yang ada di lantai bawah.
"Baguslah, kalian sudah mempertimbangkan semuanya dengan baik" ujar Pak Roy dengan suaranya yang kuat itu.
Senang dengan keputusan yang diambil Risma, Pak meminta Risma untuk segera mengemasi pakaiannya dan Arga. Jadwal keberangkatan mereka yang awalnya beberapa minggu lagi dipercepat menjadi tiga hari lagi. Tak lupa juga Pak Roy memberi lima tumpuk uang bernilai puluhan juta untuk kebutuhan mereka di sana dan kekurangannya akan segera di transfer.
Risma terkejut mendengar bahwa dirinya dalam tiga hari akan berangkat ke Inggris. Masih banyak hal yang ingin ia lakukan di sini. Arga juga belum mengurus kepindahan sekolah dan urusan administrasi lainnya. Dengan nada merendah Risma meminta pengertian Pak Roy untuk menunda keberangkatannya selama satu minggu saja untuk menyelesaikan segala urusan dan mengosongkan rumah.
"Daaannngg"
Terdengar keras bunyi dentuman dari meja Risma dan Pak Roy. Kesal dengan permintaan Risma, Pak Roy menghantam meja dengan kuat hingga memecahkan cangkir yang semula ada diatas meja itu.
"Dasar Jalang!! Aku tidak mau tauh dalam 3 hari lagi kamu harus segera berangkat ke Inggris. Aku tidak mau istriku tau keberadaanmu di sini" bentak Pak Roy yang terdengar hingga atas cafe.
Terkejut mendengar dentuman keras dan bentakan Pak Roy sukses membuat Yua,Yucil dan Alex turun ke bawah untuk melihat apa yang terjadi. Dengan segera Alex langsung menghentikan tindakan Pak Roy yang dengan teganya hendak menampar pipi istrinya itu.
"Maaf saya tidak sengaja mendengar percakapan bapak dan ibu, tapi Bukannya Ibu ini Istri Bapak?" tanya Alex dengan pandangan sinis sambil memegang tangan kanan Pak Roy yang hendak menampar Risma.
"Bukan urusan Anda, Jangan sok ikut campur!" ancam Pak Roy. Alex lalu melepaskan tangan Pak Roy dan memintanya untuk segera keluar dari cafe.
Dengan perasaan marah yang memuncak Pak Roy akhirnya meninggalkan cafe, namun sebelum ia keluar ia berpesan pada Risma untuk jangan main-main dengannya, besok salah satu pegawainya akan mengantarkan tiket pesawat langsung ke alamat rumahnya.
Sebelum benar-benar keluar, Pak Roy sempat mengamati orang-orang yang berada di dalam cafe. Lalu, matanya hanya tertuju pada Yucil. Yua sangat yakin dan melihat dengan jelas bahwa Pak Roy memandang Yucil dengan tatapan sinis seperti orang yang memiliki dendam. Lalu dengan cepat Yua menyembunyikan Yucil di belakangnya demi melindungi Yucil dari pandangan jahat Pak Roy otu.
"Duaarrr"
Pak Roy membanting pintu cafe dengan sekuat tenaga dan kembali membuat semua yang ada di cafe terkejut. Yua lalu berjalan kearah Risma dan memeluknya, tak ketinggalan Yucil juga ikut memeluknya dengan erat. Risma akhirnya menangis dalam pelukan Yua.
...***...
Risma menceritakan bahwa Ia dan Pak Roy dulu menikah ketika dirinya baru lulus SMA, sedangkan Pak Roy ketika itu sudah dewasa, memiliki usaha dan karir yang bagus. Namun setelah Arga lahir, Pak Roy jarang pulang dan tahu-tahu sudah menikah kembali dengan putri pemilik perusahaan beberapa bulan lalu. Sekarang Pak Roy ingin menyembunyikan keberadaan dirinya dan Arga agar ia tidak ditendang dari daftar pewaris keluarga istrinya keduanya itu.
"Dasar ya bapak-bapak!" celetuk Yua. "Gara-gara dia kirim tu bocah ke Inggris aku jadi anak durhaka trus sering marah-marah sama Ayah" gumamnya lagi.
"Mawu ituu" tunjuk Yucil dengan suaranya yang imut. Yucil menunjuk sebuah tiramisu yang ada di display samping tempat ia berdiri. Tampaknya Yucil ingin memakannya, Ia juga meraih tangan Alex dan menggoyangkannya berharap agar segera diberikan.
Tak tahan dengan bujukan anak kecil, Alex lalu memanggil Yua dan memintanya untuk membawa tiramisu itu untuk Yucil dan Risma agar perasaan mereka menjadi lebih tenang.
Mendengar Alex memanggil dirinya, Yua yang sebelumnya terus mengumpat menjadi lupa dengan umpatannya itu. Syukurlah ada Yucil di sana, suasana yang sedikit tegang tadi bisa kembali normal seperti biasa.
"Maaf sudah membuat keributan di cafe anda" ucap Risma.
"Tidak masalah, Saya hanya tidak tega melihat anda diperlakukan semena-mena oleh suami anda sendiri" balas Alex.
Risma lalu meminta Yua untuk tidak salah paham pada Pak Roy. Mungkin saja Pak Roy saat ini sedang panik karena tidak ingin diketahui istri mudanya kalau ia sudah memiliki istri dan anak, mungkin alasan lainnya adalah untuk melindungi Arga dari istri mudanya yang terkenal licik.
"Lily, aku akan tetap ke Inggris bersama Arga. Jadi, jangan menyalahkan Roy, aku tau dia orang yang baik di dalam hatinya" ungkap Risma yang tak ingin Yua salah paham pada Pak Roy.
"huft"
Yua lalu menggenggam kedua tangan Risma dan memintanya untuk tersenyum, meskipun dalam tiga hari kedepan ia dan Arga akan pergi ke Inggris. Yua juga menawarkan bantuan pada Risma jika ada yang bisa ia lakukan, ia dengan senang hati menolong Risma.
"Kamu berberes saja besok dan urus apa yang kamu butuhkan. Besok biar aku yang jaga Yucil dan Arga di cafe ini" tawar Yua pada Risma. "Kamu jangan takut, Aku yakin kita bisa ketemu lagi di masa depan, aku juga yakin kamu pasti bisa kesini lagi meskipun harus menunggu lama" sambung Yua.
Ya.. meskipun sekarang Risma dan Arga harus ke Inggris, namun belasan tahun kemudian mereka akan dibawa kembali oleh Pak Roy sebagai alat menyelamatkan finansial perusahaannya dan ditunangkan dengan Yua. "Dasar licik juga dia...." umpat Yua dalam hatinya.
________________________________
Terimakasih sudah membaca😊
Jangan lupa like, comment, favorite-nya😉