WINONA'S LIFE

WINONA'S LIFE
episode 90



Winona dan Mario berada di depan ketiga orang tua tersebut, dengan rasa sungkan dan canggung bagi mereka,tak pernah terpikirkan akan mendapatkan suatu keadaan seperti ini


"bagaimana kedepannya... kalian sudah sama sama dewasa..aku harap kalian mengambil keputusan yang tepat.." ucap pak alex membuka obrolannya


"aku akan menikahi Winona Minggu depan..." ucap Mario mantap


Winona hanya diam tanpa membantahnya,ia mempercayakan dirinya bersama Mario, apapun yang Mario katakan sekarang juga demi kebaikannya.lebih cepat lebih baik


pak Andreas menghela nafasnya lega, "ayah hanya bisa berharap kalian hidup bahagia...dan....ayah meminta maaf jika ayah tidak bisa meyakinkan ibumu .. untuk merestui hubungan kalian..." ucap pak Andreas penuh penyesalan.


"masalah ibu...aku sudah berbicara... meski tanpa Restu nya ...aku akan menikah dengan Winona.....," tambah mario lagi


bu Nita terdiam dan prihatin dengan keadaan ini, Winona berhak bahagia apapun itu yang terjadi, karena dirinya tahu pengorbanan Winona selama ini.


hari telah berganti Winona Dan Mario sekarang sudah tidak sungkan lagi menunjukkan kemesraan mereka di ruang publik, seperti saat ini Winona dan Mario berada di toko berlian meski mendapatkan pengawalan dari 8 bodyguard mereka


"seperti nya ini bagus...." ucap Winona yang saat ini masih mengenakan pakaian formal kerja nya


"lihatlah sayang...ini lebih bagus.. jari-jari mu yang lentik itu pasti sangat cantik jika memakai ini..." ucap Mario yang menunjukkan sebuah cincin dengan berlian mengelilingi ring cincin tersebut


"ini terlalu ramai...aku tidak menyukai nya..." elak Winona


"yasudah terserah kamu saja kalau gitu..." ucap Mario dengan senyuman nya


Winona memandang Mario dengan hangat, benarkah dirinya saat ini bahagia,apa bukan mimpi.semoga ini bukan mimpi nya.


"aku mencintaimu..." ucap Winona


Mario shock dan kaget karena Winona mengatakan cinta itu terlebih dahulu, "terima kasih... tapi sepertinya aku yang lebih mencintaimu..."


"benarkah...."


"teruslah seperti ini..teruslah seceria ini...aku menyukainya... menyukai dirimu yang bahagia "


Winona mengeratkan rangkulan nya dengan senyuman,tak peduli jika mereka ditempat umum,saat ini Winona begitu bahagia


Mario juga sama sekali tidak terganggu dengan kemesraannya bersama Winona,asal wanita itu Winona dia akan melakukan apapun agar sang pujaan hati,ibu dari anak-anaknya bahagia.


tiga hari menjelang pernikahan, Winona masih disibukkan dengan pekerjaannya,sebagai seorang CEO dia harus bertanggung jawab untuk memberikan contoh yang baik, bekerja dengan serius dan kompeten.


"ini minta ditandatangani dulu..proyek akan segera dilakukan besok di Bali..." ucap Tommy


Winona mengoreksi lagi dokumen yang telah disodorkan oleh Tommy setelah dirasa sudah memenuhi kriteria Winona kemudian membubuhkan tanda tangan nya.


"aku harap segera dilakukan sebelum akhir bulan..aku tidak mau jika proyek di Bali berbarengan dengan yang di Makassar..."


"baik... akan aku sampaikan..." ucap Tommy kemudian


"kamu akan pergi..." ucap Tommy heran, karena saat ini masih pukul 2 siang


"aku sedikit ada urusan... nanti aku tidak akan kemari... tolong jadwal ulang meeting dengan direktur pemasaran..." ucap Winona dengan memasukkan ponsel dan tablet nya kedalam tas


"baiklah..." ucap Tommy


"aku pergi dulu .." ucap Winona melenggang pergi


disebuah rumah bergaya minimalis dengan desain mewah, Winona saat ini berdiri, setelah mobil nya memasuki garasi rumah mewah ini,ia melangkah kan kakinya berjalan kearah pintu dan sudah disambut oleh ART yang kebetulan berada di depan


"nona mencari siapa???"


"saya ingin bertemu dengan bu Reva"


"apa sudah ada janji..."


"tidak perlu ada janji ... bilang saja... Winona mencarinya..."


Winona kemudian duduk di ruang tamu rumah itu, disekelilingnya terdapat beberapa foto keluarga ada pak Andreas,bu Reva,irene juga Mario, seperti nya foto itu diambil ketika mario berumur 15 tahun.winona tersenyum melihat wajah Mario yang sangat mirip dengan putranya Marco.


"marco memang duplikat ayahnya..." gumam Winona


langkah kaki berjalan menuju kearahnya,dan Winona mengadahkan pandangan nya ,ia melihat wanita paruh baya yang memandang nya dengan tajam.


"aku bersyukur..anda mau menemuiku.." ucap Winona dengan senyuman


"tidak perlu bosa basi...apa maumu datang kemari..."


"lusa aku akan menikah dengan Mario..aku harap dan sangat ingin anda datang dalam pernikahan ku .." ucap Winona


"jangan bermimpi...aku tidak akan datang!!!" ucap bu reva ketus


Winona tersenyum dengan mengangguk kan kepalanya,ia mencoba untuk bersabar dengan sikap acuh bu Reva.


"anda seorang ibu ..aku juga seorang ibu...aku memiliki rasa yang sama seperti apa yang anda rasakan... sesuatu yang terbaik untuk anak-anaknya,jika anda menganggap dengan saya Mario bukan hal yang baik..itu adalah hak anda...tapi di sisi lain.. anda melupakan dimana letak kebahagiaan anak anda saat ini... Mario bahagia bersama ku...dan aku juga bahagia bersamanya... hanya cinta yang tulus dapat menutup semua permasalahan kedua orang tuaku dengan anda dan pak Andreas....aku berpikir keras untuk menimbang semua setiap jalan yang akan aku ambil nanti ... tidak mudah menjadi diriku...aku hidup sebatang kara, tidak memiliki kedua orang tua...aku juga menyaksikan detik-detik meninggalnya kedua orang tuaku... trauma itu masih ada, bahkan akan aku bawa sampai mati...tapi aku mencoba untuk bertahan..demi hidup ku .demi kebahagiaan anak-anak ku juga masa depan ku ... aku mengambil segala resiko untuk menerima Mario menjadi suami ku lagi ... resiko karena aku harus dibayang-bayangi dengan masa laluku yang kelam.. resiko karena aku harus berinteraksi dengan keluarga mario lagi .. termasuk dengan anda...tapi karena cintaku begitu besar terhadap nya..aku mengesampingkan resiko itu... terimakasih anda telah melahirkan Mario kedunia ini...pria yang sekarang berada di dalam hatiku....pria yang menjadi ayah anak-anak ku... karena tanpa ada mario.. mereka tidak akan ada...aku harap anda bisa berbesar hati merestui pernikahan kami...aku pulang dulu..."ucap Winona kemudian berbalik melangkah pergi


bu Reva memalingkan wajahnya, dirinya hanya bisa terdiam dengan kata-kata yang diucapkan oleh Winona.


hari pernikahan pun tiba, Winona dibalut dengan pakaian long dress berpayet Swarovski mewah berwarna putih gading,tatanan rambut di sanggul minimalis dengan sentuhan makeup yang menambah kecantikan Winona, kedua anak Winona sudah memakai pakaian yang senada,mara yang serasi dengan dress yang dipakai mamanya sedang kan Marco memakai tuxedo yang senada dengan papa nya.


mereka berada di satu frame dekorasi yang sudah dibalut mewah oleh jasa event organizer ternama,pesta pernikahan ini hanya mengundang beberapa teman dan kolega hanya 200 orang tamu undangan berbeda dengan pernikahan mereka yang terdahulu.


"semua bahagia... akhirnya...aku bisa bernafas lega .." ucap pak Andreas berkaca kaca


irene memegang tangan ayahnya untuk memberikan ketenangan, "mereka pantas mendapatkan kebahagiaan nya ayah...ayah hebat... karena ayah bisa menjadi orang yang bijak kebanggaan kami... terimakasih karena ayah menjadi orang baik..."


pak Andreas mengangguk kan kepalanya, sedangkan Tommy tersenyum dengan keadaan yang sudah kembali membaik.melihat perjalanan Winona yang dulu masih anak-anak sekarang Winona menjadi wanita yang luar biasa Tommy sangat bangga menjadi kakak yang bisa menjaga adiknya.


bu nita, pak alex, Darren dan istrinya,juga gama dan istrinya mereka tak henti hentinya tersenyum atas kebahagiaan Winona mereka bersyukur mereka bida bersama untuk membesarkan kedua anak kembar mereka dengan baik.


sedangkan para staf Mario dan sang manajer tak lupa ikut merasakan kebahagiaan nya, mereka yak henti hentinya mengambil gambar mereka untuk dibagikan ke sosial media mereka


langkah kaki telah berjalan ke dua pengantin bahagia itu seluruh tamu undangan menjadi hening, mereka menoleh kearah sumber suara kaki itu, begitu pun juga Winona dan Mario.


"ibu..." ucap Mario kaget


Winona juga tampak kaget,ia menggenggam tangan mario erat,ia takut jika bu reva akan menghancurkan persta pernikahan nya


"mungkin aku akan menyesal di kemudian hari setelah aku melakukan perjalanan kemari ..tapi sekarang setelah aku melihat anakku Mario tersenyum dan tertawa lepas seperti ini ...aku rasa aku menjadi ibu yang jahat jika aku tidak merestui kalian..."


"ibu..." ucap Mario


bu Reva memandang Mario dengan mata berkaca-kaca, kemudian beralih kearah Winona yang disambut dengan Winona yang terdiam penuh dengan ketegangan nya.seakan Winona sangat khawatir jika Mario akan diambil olehnya


"Winona....kau berhasil meluluhkan hatiku...aku adalah seorang ibu...dan kamu juga seorang ibu...ibu yang akan memberikan sesuatu yang terbaik untuk anaknya... termasuk diriku...aku akan memberikan sesuatu terbaik untuk anakku Mario... dengan memberikan anakkku kepada mu...kau pilihan anakku yang mampu membuat nya bahagia...jadi tolong... buatlah anak ku selalu bahagia..." ucap bu reva dengan mata berkaca-kaca


Winona merasa terharu dan matanya berkaca-kaca,ia kemudian memeluk ibu mertua nya itu.air mata tumpah di wajah cantiknya begitu pun Bu Reva


seluruh tamu undangan juga ikut haru melihat moment itu.


"terima kasih... terimakasih karena anda telah merestui kita..." ucap Winona


bu Reva menanggapi nya dengan mengangguk karena dirinya juga menangis menahan sesak di dada.


Mario ikut memeluk kedua wanita itu, dua wanita yang berarti dalam hatinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


THE END