WINONA'S LIFE

WINONA'S LIFE
chapter 11



Mario tertawa terbahak-bahak,ia merasa aneh dengan ucapan Winona yang ingin dijadikan kekasih olehnya.karena tadi pagi saja ketika ia memberikan kecupan dilehernya, Winona begitu kesal terhadapnya.bagaimana bisa Winona ingin menjadi kekasihnya, apa winona tidak tahu arti dari seorang kekasih.


Mario melihat wajah dari winona saat ini, 'sangat cantik' itu adalah pandangan dari matanya.


"berikan aku alasan mengapa aku harus menjadikanmu kekasihku???"tanya Mario yang saat ini semakin mendekat kearah Winona


Winona ya berwajah datar hanya merespon perlakuan Mario dengan mengepalkan tangannya.


"karena aku cantik...dan pantas menjadi kekasihmu..."


Mario tersenyum, bagaimana bisa Winona mengetahui isi dari otaknya saat ini.


"baiklah....kamu menang....kamu memang cantik...aku mengakuinya..."


"jadi...apa kita sekarang adalah sepasang kekasih..."ucap datar Winona


Mario mendekatkan wajahnya kearah wajah Winona,ia mendaratkan bibirnya ke bibir Winona.hanya menempelkan saja tanpa memberikan serangan intim yang biasa ia lakukan kepada wanita yang ia kencani.


cup


Winona mendelik kaget,tapi ia kemudian memejamkan matanya.ia merasakan ada kehangatan dalam kecupan Mario yang diberikan kepadanya.


Mario menarik wajahnya kembali dan melihat Winona yang masih memejamkan matanya.ia kemudian mendekatkan bibirnya lagi dan memperdalam ciumannya, mencoba memasuki rongga mulut Winona.winona yang belum pernah merasakan ciuman intim,ia tampak kaget dan membuka matanya ia begitu pasrah saat Mario melakukan itu kepadanya,tanpa membalas ciuman itu hanya bisa menelaah apa yang dilakukan lidah mario didalam rongga mulutnya,mario menyesap dan menguasai permainan antar mulut itu.


ketika nafas Winona sudah mulai menipis, Mario melepaskan ciuman itu,ia melihat kearah Winona,dan dibalas dengan tatapan Winona yang tampak gugup bercampur malu.


Mario tersenyum dan mengelap pinggir bibir Winona yang basah akibat ulahnya.


"apa ....ini ciuman pertamamu...??"tanya Mario


Winona yang gugup memalingkan wajahnya,ia kemudian menetralkan wajahnya agar tak terlihat memalukan didepan Mario.


"apa aku begitu kentara???"ucap Winona dengan datar


"sangat...."balas Mario


"aku tidak punya waktu untuk berpacaran dengan lawan jenis, karena aku terlalu sibuk bekerja..."


Mario tersenyum,ia merasa bangga menjadi yang pertama untuk Winona.


"tidak apa-apa....aku menyukainya..."


tanpa sepengetahuan mario, Winona menggenggam tangannya menahan amarah.ia tak kuasa jika harus berakting seperti ini didepan Mario,tapi mau tidak mau,ia harus melakukannya agar ia bisa masuk kedalam keluarga Andreas dan membalas dendam akan kematian orang tuanya.


"aku akan mengantarmu pulang..."


Winona mengangguk, kemudian mario menjalankan mobilnya dengan perasaan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.winona kemudian memandang kearah jendela mobil,ia melihat jalanan ibukota dimalam hari yang kini dihiasi lampu-lampu kota yang indah.


sesampainya di depan gang menuju rumah Winona, Winona segera turun dan mengucapkan terimakasih kepada Mario.


"terima kasih...kamu telah mengantarkanku..."


"apa rumahmu jauh dari sini??"


"tidak... hanya beberapa meter saja... tinggal beberapa langkah saja berjalan akan sampai.."


"baiklah....aku balik dulu..."ucap mario


Winona tidak menanggapi dan kemudian memasuki gang sempit itu.mario melihatnya dari jauh,ia merasa aneh dengan sikap Winona.bagaimana bisa ini disebut pasangan kekasih, jika tidak ada ucapan selamat tinggal atau selamat beristirahat.


Mario tak ambil pusing dan kembali menjalankan mobilnya menjauh.winona kemudian menoleh sekilas kearah belakang,tak ada mobil Mario,ia kemudian kembali lagi meneruskan langkahnya menuju rumahnya.


Sesampainya di rumah winona membersihkan diri dikamar mandi,ia menggosok giginya dengan keras sambil membayangkan saat Mario menelusuri rongga mulutnya dengan lidahnya.ia menggosok nya dengan keras hingga ia merasakan sakit ketika sikat giginya terkena gusi hingga berdarah, kemudian ia meludahkan ke wastafel,ada darah yang keluar bercampur busa pasta gigi.winona meneteskan air matanya dan kemudian ia mengambil air dan berkumur.ia melihat kearah kaca yang ada didepannya, begitu miris nasib yang ia alami,ia rela melakukan hal menjijikkan seperti ini agar mencapai apa yang ia inginkan.


"aku harus bisa mengendalikan mario secepatnya.... apapun itu... aku akan melakukannya..meski aku harus mengorbankan diriku ."ucap Winona dengan wajah dinginnya.


...****************...


dikediaman Andreas,bu reva yang baru datang, berjalan dengan cepat menuju kearah suami dan juga Irene yang sedang bersantai diruang keluarga .


Bu Reva membuang tas mahalnya ke lantai dengan menahan kesal.


pak Andreas dan juga Irene menoleh dengan kaget atas tindakan istrinya itu.


"ada apa!!!"ucap pak Andreas


"sayang...aku baru saja bertemu dengan gadis itu...apa kamu tahu sayang...dia begitu licik!!!aku tidak menyukai gadis itu...aku tidak setuju kalau Mario akan menikahi gadis itu!!!"ucap bu Reva dengan menggebu-gebu.


pak Andreas membuang nafasnya kasar,ia merasa heran dengan istrinya yang begitu emosional seperti ini padahal istrinya tak pernah melakukan hal itu.


"ada apa dengan dirimu?? sudah aku bilang...jangan mencampuri urusan Mario.. biarkan dia memilih wanita yang ia sukai..."


"tidak... tidak bisa...apa kamu tahu..mata gadis itu...aku bisa membacanya... gadis itu memiliki niat buruk terhadap Mario anak kita..dia tidak mencintai mario...!!!"


Irene hanya menggelengkan kepalanya, ibunya terlalu mendramatisir keadaan.


"bu... sudahlah.. jangan menjadi ibu mertua yang jahat seperti di drama-drama bu... kakak menyukai gadis itu mereka saling menyukai.. hubungan mereka juga direstui fans kakak ..aku baru saja melihat artikel yang membahas mereka berdua...nih.. lihatlah..."ucap Irene dengan menunjukkan ponselnya yang memperlihatkan foto Mario yang membukakan pintu mobilnya untuk Winona,dan juga foto ketika Mario mencium leher Winona kejadian itu terjadi saat tadi pagi di villa.


Bu Reva melihat itu sangat kesal,ia mengembalikan ponsel Irene.


"ibu tetap tidak percaya... gadis itu pintar bersandiwara!!apa kalian tahu gadis itu tersenyum mengejek kearahku saat Mario membawanya pergi dari hadapanku...!!!aku sangat kesal melihat senyumannya!!!"


pak Andreas bangkit berdiri dan akan segera menuju kearah kamar, " aku sudah bertemu dengan gadis itu... kesan pertama yang aku lihat...dia cantik dan cocok dengan mario,... sudahlah... jangan mencampuri urusan mereka,aku tidak ingin berdebat dengan Mario lagi .. aku akan membebaskan dia memilih calon istrinya sendiri...agar dia kembali ke keluarga ini dan mengurus perusahaan.....aku juga ingin bersantai dan menikmati hari tuaku...",tutup pak Andreas dan kemudian pergi meninggalkan bu reva dan juga Irene


Bu Reva yang masih kesal langsung duduk di sofa, "jika ayahmu dulu tidak gegabah membuat masalah.... Mario tidak akan meninggalkan rumah dan berkarir menjadi seorang artis!!!"


"memang...apa yang ayah lakukan bu...??"tanya Irene yang begitu penasaran asal mula kenapa kakaknya memutuskan keluar dari rumah ini dan meniti karir di ranah hiburan.


Instagram eunhyeayu90