
"apa maksud ayah..." tanya Mario
"kau ini benar-benar... sudah tersebar ke penjuru dunia hubungan kalian... skandal dimana-mana... kenapa tidak langsung menikah saja..?"
"aku tidak bisa menikah begitu saja ayah ..aku sedang menandatangani kontrak"
"tidak perlu membahas kontrak didepan ayah...mau tidak mau ...kalian harus segera menikah!!!"
Mario memalingkan wajahnya, hatinya begitu gundah karena Winona pasti tidak akan setuju.secara mereka tidak memiliki hubungan yang serius seperti dalam pikiran ayahnya.
...****************...
pak Andreas sedang tidur dalam damainya, Winona yang berada di luar ruangan kini sedang asyik memainkan ponselnya, Mario keluar dari ruang ayahnya dan duduk disebelah Winona,
"ini sudah hampir jam 2 pagi ..ayahku sudah tidur...aku akan mengantarmu pulang..."
Winona menghentikan tangannya memainkan ponsel,ia menoleh kearah Mario
"bagaimana menurutmu...jika kita menikah???"
Mario mengerutkan keningnya,ia tak mengerti pokok pembicaraan Winona mengarah kemana, antara tidak menyukai pernikahan atau sebaliknya.
"maksudnya???"
"ayahmu menyuruh kita segera menikah...apa kita harus menikah???" tanya Nona dengan wajah datarnya
Mario tersenyum sarkastik, "menikah???haaahh!!!aku masih ingin bermain-main...aku tidak ingin terikat dengan siapapun!!!"
Nona terdiam dan mengartikan pembicaraan Mario, "apa kamu akan menolak rencana ayahmu?"
"sekarang aku tanya kepada mu ... apa kamu akan menerima lamaran pernikahan yang ayahku tawarkan??kamu pikir menikah itu tempat bernegosiasi ?? tempat untuk mencari keuntungan??kamu akan hidup bersama ku selamanya?? tidur di ranjang bersama dengan ku.. melakukan hubungan intim dengan ku...dan kehidupan rumah tangga kita akan semakin disorot oleh media, sedikit kesalahan apapun...itu akan menjadi skandal besar yang sangat merepotkan untuk ku??"
"kau benar... tempat mencari keuntungan...aku menginginkan pernikahan karena ingin mengambil untung dari pernikahan ini.."
"hhaahh!!!kau sedang bercanda??? keuntungan apa yang kamu inginkan dari pernikahan ini?dan apa keuntungan nya jika aku menikahimu??"
Winona memandang Mario, sebenarnya Mario pria dengan kriteria semua wanita ingin kan, lelaki tampan sempurna dan kaya.tapi mereka tidak tau isi hati pria di depannya ini.sangat menyebalkan, picik dan juga mesum.
"aku hanya ingin hidup layak dan memiliki status sosial yang bagus"
Mario memandang Nona dengan aneh, bagaimana bisa gadis didepannya ini menganggap pernikahan seperti itu,apa ia pikir menikah segampang dan sesimpel itu.
"apa yang kau tawarkan kepada ku ..jika aku menikah dengan mu??"
Winona memandang mario dengan lekat, "kebebasan...."
mario mengangkat sebelah alisnya,dia bingung pokok pembicaraan Winona mengarah kemana.
"kebebasan??? kebebasan apa maksud mu??"
"aku tidak akan mengekangmu..kamu bebas melakukan apapun yang kamu inginkan... termasuk memiliki hubungan dengan wanita lain.."
"wow....apa aku tidak salah dengar??? hahahaha ... bagaimana bisa kamu berpikir sejauh itu??"
"aku yakin jika kamu tidak bisa hidup dengan satu wanita.. jadi aku akan membebaskan mu.. untuk memiliki hubungan dengan orang lain"
entah mengapa Mario begitu merasa tak terima dengan pandangan Winona,tapi kemudian dia mencoba menerimanya dan tak banyak berpikir.
"cuman itu yang aku dapatkan darimu??"
Winona yang tau arah pembicaraan Mario kini menjawab nya dengan perasaan yang campur aduk.
"kamu juga bisa memiliki tubuh ku semaumu..."
Mario tersenyum,sangat menarik,itu adalah kata batin dari Mario
"tapi ada satu hal yang aku inginkan"
"apa???"
"baiklah...lagi pula aku tidak begitu menyukai anak kecil .jadi jangan khawatir aku akan membuat mu hamil..."
Winona merasa saat ini bernegosiasi dengan seorang manusia yang tak punya hati nurani, bagaimana bisa mario tidak menyukai anak-anak dan tak ingin memiliki anak dari darah dagingnya sendiri? seperti nya ia salah menilai mario sempurna, karena dia sangat jauh dari kriteria .tapi itu tidak membuatnya ambil pusing satu tahap membuat Mario menikahi nya adalah sebuah keberuntungan untuk nya karena dengan itu,ia semakin cepat menjalankan rencananya.
dipagi hari nya Winona sudah sampai dirumahnya,ia diantar oleh Mario.sesampainya ia masuk ia mendapati Laras sang bibi berada dirumahnya, Winona kaget,dan menutup pintunya segera.
"Nona...dari mana kamu ..apa kamu tidak apa-apa...aku sangat khawatir...aku menunggumu sejak semalam..tapi kamu belum pulang-pulang.."
"aku berada dirumah sakit bi..."
"ada apa??kamu menungguinya?? menunggui orang jahat itu!!!!" ucap bibi Laras
"bi...aku sebenarnya tidak ingin bi... sesuai janji ku .. tahap demi tahap aku sudah melakukan nya....sedikit lagi ..aku mohon jangan halangi aku..."
bibi Laras mengeluarkan air matanya, "bagaimana bisa kamu melakukan hal itu Winona.. mengorbankan dirimu ....harga dirimu...??kamu bisa saja langsung pergi dari sini.. nikmati hidupmu...kamu bukan orang miskin lagi...dibelanda kamu seorang milyarder... jangan lakukan hal yang membuat dirimu merugi Winonaaaaa...."ucap bibi sambil menangis terisak-isak.
Laras begitu menjaga Winona,ia takut keponakan sekaligus keturunan satu-satunya dikeluarga Solomon akan mengalami hal buruk.
"bibi jangan khawatir...."
Winona mendekat kearah bibinya dan memeluknya dengan sayang seperti ibu dan sebagai seorang kakak yang sangat khawatir dengannya.
...****************...
Tommy saat ini berada di suatu cafe bersama Irene, mereka melakukan pertemuan dengan sembunyi-sembunyi seperti biasanya.
"sayang...apa perusahaan akan bisa stabil kembali??"
"seperti nya bisa...Mario harus segera mengambil alih .. kalau tidak... mereka akan mencari pengganti ayahmu..."
"aku sangat mengkhawatirkan kondisi ayah ...tapi untungnya ayah cepat pulih,ini berkat kekasih kakak ku..."
Tommy tersenyum melihat orang yang disayangi tidak memiliki sikap arogansi.
"apa kamu setuju dengan hubungan Mario dan Winona???"
"apa menurutmu aku punya hak untuk melarang???jika kakak ku menyukai seorang wanita..aku sangat senang...asal kak mario bahagia aku akan tetap mendukung.."
"aku sangat beruntung memiliki kekasih seperti dirimu.."ucap Tommy tulus
"benarkah...??tapi kapan kamu akan bilang kepada ayahku tentang hubungan kita???"
"bagaimana kalau setelah Mario menikah dengan Winona..."
"apa???kak Mario akan menikah dengan Winona???kamu tahu sesuatu yang...???"
"aku ditugaskan ayahmu mempersiapkan nya..."
"mengapa mereka tidak memberi tahu ku??"
Tommy tersenyum, "tidak apa-apa... yang penting mereka menikah dan itu lebih baik... setelah itu kita pikirkan untuk diri kita..."
Irene yang begitu mencintai Tommy langsung bersandar dipundaknya dengan manja. "aku sangat mencintaimu sayang..."
Tommy tersenyum semakin dibuat geli dengan ucapan Irene, bagaimana bisa diusia Irene sekarang yang memasuki 24 tahun memiliki sifat kanak-kanak seperti ini.
Mario berjalan dengan gagahnya menuju kantor ruang Darren,dia membuka pintu itu dengan kasar,
Darren menoleh ke arah Mario yang saat ini menunjukkan wajah yang tak bersahabat,
"kau kemari seperti tidak memiliki tanggung jawab... hari ini kamu memiliki jadwal syuting film... kenapa kamu tidak di lokasi sekarang??"tanya darren yang kesal.
"apa maksudmu membeli saham perusahaan ayahku???!!!"tanya Mario dengan raut mata tajamnya
Instagram eunhyeayu90