WINONA'S LIFE

WINONA'S LIFE
chapter 8



flashback Sepuluh tahun yang lalu,


Winona menangis tersedu-sedu dengan kepergian orang tuanya,ia membelai rambut ayah yang ia cintai itu, sejak mobil Mario yang meninggalkannya ,ia kembali untuk melihat kedua orang tuanya.winona yang masih kecil berharap ada keajaiban sehingga kedua orangtuanya bisa hidup kembali,tapi harapan tinggal harapan Winona hanya bisa pasrah dengan keadaan ini,


Winona mengambil boneka yang diberikan oleh ibunya,ia melihat boneka itu masih didalam mobil beserta jaket sang ayah,ia mencoba masuk kedalam mobil itu, mobil yang dalam kondisi terbalik itu sangat sulit untuk dimasuki kembali.winona perlahan meraih bonekanya dengan tangannya yang masih pendek, ia mengerahkan segala kemampuannya,


ketika boneka itu bisa ia raih,kini giliran jaket ayahnya yang tadi sebelum terjadi kecelakaan dibuat untuk menutupi tubuhnya,ia meraihnya kembali dengan seluruh tenaganya yang tersisa, alhasil jaket itu bisa ia raih,tapi tangan Nona sedang tergores akibat pecahan kaca jendela mobil


"auh....aduhhh...sakit...berdarah..."ucap Winona yang tampak menahan sakit karena darah yang mengalir deras di tangannya,


ia menoleh kearah ibunya yang saat ini terbujur kaku,ia meneteskan air matanya menahan haru biru,luka dan juga nelangsa.


"ibu....hu...hu...ibu... bangunlah,aku terluka ibu...hiks...hiks...hiks.."Winona menangis kencang.Ia menghampiri mayat ibunya.dan membersihkan darah yang mengering disekitar wajah ibunya.


"ibu...aku bagaimana aku bisa hidup tanpamu bu...aku masih kecil untuk hidup di dunia ini...huuuuu..huuu...."


Winona melihat kalung yang dipakai ibunya,kalung yang dihadiahkan oleh ayahnya tempo lalu waktu ulang tahun pernikahan, Winona mengambilnya dan memakainya dilehernya.


"ibu...hanya ini yang bisa aku lakukan agar dirimu bisa selalu bisa bersama ku..."ucap Winona dengan bibir bergetar


keadaan sudah hampir petang, Winona terduduk di depan mobil terbalik itu yang masih berisikan mayat kedua orangtuanya, dengan memakai jaket ayahnya dan juga boneka yang diberikan ibunya ia menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong, tiba-tiba ada mobil melintas Winona terperanjat dan berdiri,tapi mobil itu tampak aneh karena yang keluar adalah orang-orang bertubuh besar dan berpakaian serba hitam, ditangannya juga memegang senjata api,


Winona bangkit dan masuk kedalam semak-semak dengan membawa bonekanya, dengan perasaan yang begitu takut, sesekali ia melihat mayat kedua orang tuanya yang masih kondisi terbalik.


tanpa Winona tahu dari arah belakang bibirnya dibungkam oleh tangan seseorang, Winona menoleh kearah belakang,ia diam terkejut.


"sssttt.... Winona...diamlah.. jangan bersuara"ucap bibi Laras adik dari ayahnya


Winona mengangguk, kemudian bibi Laras membantu Winona berdiri dan menarik tangan nya perlahan menjauh dari tempat kejadian.


mereka berjalan di semak-semak belukar sudah satu jam, hingga bertemu dijalan ramai.


Winona menarik tangan bibinya,Laras menoleh kearah keponakannya itu.


"bi... ayah dan ibuku bagaimana???"ucap Winona dengan tatapan sedihnya.


bibi laras meneteskan air matanya,ia tak sanggup untuk menenangkan keponakannya itu, karena dirinya saja tidak bisa tegar menghadapi masalah ini


"Winona....ayah dan ibumu sudah ada yang mengurusi... mereka akan dimakamkan besok...jadi kamu harus ikut bibi... kita akan kembali ke kota dan hidup baik disana,"


winona menggelengkan kepalanya,"tidak bi...aku harus menemani mereka...aku harus ikut dalam pemakaman ayah dan ibuku...", ucap Winona meneteskan air matanya


Laras menangis,ia sungguh tak tega dengan anak dari kakaknya ini.


Winona mengangguk dengan air mata yang membanjiri kedua matanya.winona bukan anak yang bodoh,ia tau konflik berat yang melanda kedua orang tuanya.ia berusaha tetap kuat dan tegar agar suatu saat nanti ia dapat bangkit dari keterpurukannya.


FLASHBACK OFF


pagi harinya Winona sudah berdandan dengan cantik,ia mengenakan baju kasual, dengan kaos putih ketat dan celana jeans boyfriend dengan variasi sobekan dikedua lututnya ia juga mengenakan sepatu sneaker dan memakai tas ransel mininya.


ia menaiki busway dan tampak tenang dengan wajahnya, orang di bus melihat kearahnya dan tampak berbisik-bisik,


"dia cantik sekali... apa dia seorang artis??"ucap seorang ibu-ibu diseberang tempat duduk Winona


"sepertinya bukan...tapi .. sepertinya aku pernah melihat gadis ini di media.."ucap teman ibu-ibu tadi.


Winona yang merasakan tak nyaman.kemudian mengambil masker fan memakainya dengan rambut terurai panjang ia menutupi wajahnya.


sesampainya di depan apartemen Mario,ia menekan tombol password, pintu pun terbuka.winona melenggang masuk dan mendapati Mario yang sedang lari diatas treadmill.keringat bercucuran di tubuh atletis milik Mario.winona sejenak kagum, jika itu bukan Mario sudah pasti ia akan jatuh hati melihat pemandangan seperti ini


Winona melangkah menghampiri Mario dan memberikan handuk, Mario menoleh kearah Winona dan mematikan alat treadmill itu.ia melihat penampilan Winona yang selalu kasual setiap harinya,ia berasa berada dengan golongan anak-anak remaja pada umumnya.


"berapa umurmu" ucap Mario sambil mengambil handuk dari tangan Winona


"19 tahun.."ucap Winona dengan wajah datarnya


Mario tersenyum, dirinya merasa geli akan dirinya sendiri yang membuat skandal dengan gadis belia.


"bagaimana bisa...diusiamu yang masih belia memiliki ide gila untuk memainkan skandal dengan aktor ternama seperti ku..."


"hanya itu yang ada dalam pikiranku...dan setidaknya hari ini pemotretan mu kembali berjalan.."


Mario tersenyum,"iyaaa kamu benar....aku akan beraktivitas kembali...syuting... pemotretan majalah... rekaman dan juga membintangi iklan, terima kasih telah memberikan ide gila itu..."


Winona terdiam tanpa membalas ucapan Mario,ia melihat langkah Mario mengitari tubuhnya, seperti meneliti tubuhnya.


"apa yang kamu lakukan!!"ucap Winona yang tak nyaman dengan tatapan elang Mario


"aku hanya melihat tubuh calon istriku.... rupanya kamu memiliki tubuh yang ideal, berwajah cantik, berambut panjang dan berkulit putih.... setidaknya aku tidak akan mengecewakan fansku..." ucap Mario tersenyum mengejek kearah Winona, kemudian ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


tangan Winona mengepal erat menahan kesal,ia harus cukup sabar menghadapi mulut sampah Mario.hanya dengan itu,ia bisa memasuki keluarga Andreas.


Instagram eunhyeayu90