
Bunyi nada telepon genggam berkali-kali telah membuat Mario akhirnya terbangun,ia melihat jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi.
dia kemudian mengangkat telepon yang sedari tadi membangunkan dirinya
"halo...Tom??"
("maaf mengganggu anda...saya hanya menginformasikan..jika Tuan besar sudah memerintahkan saya untuk menyelidiki nona Winona...")
Mario yang kaget kini membuka matanya lebar tampak kesal dengan informasi yang ia dapatkan dari Tommy, ayahnya sekarang ingin mencampuri urusan pribadinya,
"terus...apa yang kamu peroleh dari pencarian Winona "
("ternyata...nona adalah sepupu jauh dari Tuan Darren...")
Mario melotot kaget,ia tak menyangka jika Winona masih memiliki hubungan dengan Darren.
"baiklah... terimakasih... lanjutkan pekerjaan mu"
("ada satu lagi tuan...")
"apa ??? katakan!!!"
("putri dari Candra Solomon,berada di kota ini...")
Mario melotot kaget,ia tampak gusar akan berita yang disampaikan oleh Tommy.
"apa kamu sudah pastikan itu ..."
("iya tuan")
Mario mengheka nafasnya kasar, " apa ada lagi...,"
("apa perlu saya informasikan ini ke Tuan besar...")
"untuk yang putri dari keluarga Solomon jangan beritahu ayahku ... aku tidak mau ayahku akan bertindak gegabah seperti yang dilakukan kepada Candra"
("baik...")
mario memutuskan sambungan teleponnya, dia bergegas bangkit dan menuju kamar mandi.
di lain sisi, winona saat ini berada di ruangan Darren.ia menunggu Darren yang masih memeriksa beberapa berkas yang perlu di tanda tangani.
"maaf telah membuatmu menunggu..."
Winona terdiam menunggu apa yang akan Darren katakan kepadanya,
"aku sudah memenuhi kemauan mu ... aku menaruh mu dalam silsilah keluargaku....cukup sulit ketika aku meyakinkan bibiku untuk mengakui mu sebagai keluarga.. ketika aku bilang kalau dirimu adalah kekasih Mario... bibiku malah menyarankan dirimu untuk tinggal bersamanya...daya tarik Mario memang sungguh diluar dugaan ku..."
"terimakasih..."
"kamu masih belum memenuhi janjimu...aku harap kamu tidak ingkar..."
"iya ..aku selalu ingat"ucap Winona datar
"hari ini Mario akan pergi ke Thailand...apa kamu akan ikut dengannya??"
Winona mengerutkan keningnya, karena ia sama sekali tidak tahu kegiatan keluar negeri Mario.
"aku .. tidak memiliki paspor..."
Darren melihat kearah Winona dengan Haru ,"apa aku harus mengurusnya juga ..??"
"apakah bisa secepat itu??"
"bisa...aku akan menghubungi temanku..." ucap Darren kemudian mengetik sesuatu di ponselnya.
Winona hanya menatap nanar ke wajah Darren,ia begitu beruntung bisa bekerja sama dengan Darren.
"sudah...beres.. kita tunggu hasilnya,"
"kalau begitu aku akan bersiap-siap....,"
.drttt
.drttt
"ssstt...Mario menelfon..."
"Hallo..."
"sudah dibereskan oleh Tika ...kamu jangan khawatir..."
"aku tidak mau tahu...besok sore kamu harus sudah mendarat di sini...besok ada launching film..."
Darren melirik kearah Winona, dengan ragu-ragu ia menjawab pertanyaan Mario.
"kekasih mu....emmm.. maksud ku Winona sedang berada di kantor... ia dan team mu sedang ada meeting tentang persiapan mu untuk besok.."
sambungan telepon itu berakhir,ia kemudian kearah Winona, "sepertinya kalian memang memiliki ikatan yang luar biasa... Mario menyuruh ku mempersiapkan keberangkatan mu ke Thailand.... "
Winona hanya diam,ia juga sebenarnya tak tahu menahu hal apa yang dilakukan oleh Mario di sana.
"apa Mario ada pekerjaan di sana..."
"pekerjaan apa...??dia hanya ingin bersenang-senang..."ucap Darren tersenyum simpul
Winona tak menanggapi,ia hanya ingin segera bisa menguasai hati Mario yang sulit ditebak itu.
...****************...
Mario dan Winona sudah berada di pesawat,Mario duduk disebelah Winona.
keberangkatan diam-diam mereka itu membuat Mario mengambil penerbangan bisnis,masker dan topi selalu melekat di wajah dan kepalanya, begitu pula winona,ia sedang memakai masker dan juga memasangkan Hoodie di kepalanya,
didalam perjalanan tak ada hal yang perlu dibicarakan, Mario mengabaikannya dengan memainkan telepon genggamnya, sedangkan winona hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun.
sesampainya di Bandar Udara Internasional Suvarnabhumi Bangkok,Mario berjalan lurus tanpa membantu Winona yang keberatan membawa satu koper besar dan tas ransel miliknya, Winona juga sangat kesal kepada Mario,tapi ia tidak memperlihatkannya
sesampainya di hotel Mario memesan dua kamar,satu untuk dirinya dan satu untuk Winona.kamar yang berdekatan dengan selisih satu angka itu.
didalam kamar hotel yang akan ditiduri oleh mario, Winona menata barang dan juga baju untuk mario agar mempermudah mengambilnya, sedangkan mario sibuk memainkan ponselnya.
"sudah selesai...aku akan kembali ke kamar ku .."
"kemarilah..."ucap Mario
Winona menghampiri Mario, ia sedang memperhatikan Mario dari ujung kaki dan kepala.'sangat Tampan' adalah sosok yang pas digambarkan oleh Mario saat ini
Mario menunjukkan ponselnya kepada Winona,ia kaget mario memperlihatkan dua foto perempuan cantik kepadanya,
"pilihkan untukku...aku akan memakainya nanti malam..."
Winona kaget dan kian tak mengerti apa ucapan dari Mario,
"apa maksudmu??"
"aku akan bersenang-senang.... apalagi....aku sudah 2minggu tidak melakukan itu sejak skandal itu muncul..." ucap mario datar
Winona masih bingung tapi ia kemudian berpura-pura mengerti
"ini..." ucap Winona menunjuk wanita berbaju merah
Mario melihat wanita yang ditunjuk oleh Winona,ia tampak menyukainya.mario tersenyum dan menoleh kearah Winona
"kamu memang bisa diandalkan...oke, sekarang tugas mu selesai...jam 8 malam turunlah ke lobi dan bawa pesanan ku ke kemari"
Winona terdiam dan kemudian ia berbalik dan melangkah pergi meninggalkan Mario.
sepeninggal Winona,Mario menghubungi seseorang untuk memilih orang yang sudah dipilih Winona tadi.
Winona sudah sampai di kamarnya,ia merebahkan tubuhnya di kasur, perjalanan yang cukup panjang juga pekerjaan menjadi asisten tidaklah mudah.
"akhirnya aku bisa merasakan pergi keluar negeri...."ucap winona merentangkan tangannya.
Winona kembali teringat dengan ucapan Mario tadi, "apa yang akan dilakukan oleh Mario??"
Winona bangkit dan menuju ke jendela,ia kemudian mengambil ponselnya dan menuju jendela,ia memotret pemandangan negara Thailand dari atas.
"sungguh indah....aku ingin semuanya segera berakhir dan aku bisa hidup normal seperti yang lain...",ucap winona dengan meneteskan air matanya.
bayangan tentang kenangan dimasa lalu, kenangan saat kecelakaan itu terjadi dan juga kenangan tentang kedua orang tuanya, membuat air matanya jatuh.ia kemudian terisak dan berseluruh ke lantai.
"hiks ..hiks ..hiks.. ayah ..ibu ...aku merindukan kalian...." isak Winona
"aaaaaa......."
Winona melampiaskan emosinya Dengan menangis tersedu-sedu,kamar hotel termahal dan memiliki fasilitas VIP tak mampu membuat Winona merasa bahagia dan nyaman.
tepat pukul delapan malam, Winona turun ke lobby hotel, seperti perintah Mario tadi Winona menunggu seseorang datang.
Winona melihat seorang wanita cantik yang sama persis di foto tadi datang menghampirinya dengan menggeret koper kecilnya, wanita itu membawa seorang asisten disampingnya.
"Sawatdee Kha !!,"ucap salam dari kedua wanita didepannya ini kepada Winona
Winona mengangguk kan kepalanya dan juga membalasnya
"Sawatdee Kha "
"my name is Tanaphon...where is Mario's room?" ucap wanita itu kepada Winona
"ok, let's follow me" ucap winona kemudian melangkah berjalan menuju lift hotel dan menuju ke kamar Mario
Instagram eunhyeayu90