
saat ini Irene juga Tommy berada di apartemen Winona,Mario menyuruh mereka berdua untuk menjaga Marco dan Mara yang saat ini masih tertidur di kamarnya.
Irene keluar dari kamar anak-anak dan menutup nya pelan.ia melihat suaminya Tommy sedang membereskan laptop Winona juga beberapa kopi dan cemilan yang berada di atas meja.
Irene menghampiri sang suami,dan ikut membantu membawakan kopi itu kebelakang, " sini..aku bantuin yang..." tawar irene
Tommy menyerahkan gelas kopi itu kepada Irene, "bagaimana dengan anak-anak???"
"mereka masih tertidur pulas...aku tidak tahu jika Winona memiliki anak dari kakak ku..."
"maafkan aku karena tidak memberi tahumu...ini karena Winona yang melarang ku..."
"tapi .. apakah kedua orang tuaku tahu...??" tanya Irene
"sepertinya mereka tahu..."
"lalu... bagaimana dengan mereka???"
"sepertinya ibumu memberikan respon negatif dengan berita itu.... karena sampai saat ini mereka belum menemui Marco dan mara secara langsung..."
Irene menghela nafasnya berat, "ada apa dengan mereka?? kalau ibu dan ayahku tahu wajah marco...pasti mereka akan menyukai anak-anak Winona,.. Marco itu seperti kakak ku .. sangat persis... kalau wajah Mara..lebih mirip dengan Winona.. mungkin mara anak perempuan..." ujar irene yang takjub dengan kedua anak kembar Winona dan kakaknya.
Tommy tersenyum dengan respon Irene yang menurutnya begitu lucu.
"lalu ... lalu kira-kira..anak kita lebih mirip siapa??" tanya Tommy
"hmmm.... sepertinya...lebih mirip dengan diriku " ucap asal Irene.
"wow .. benarkah... sepertinya aku harus lebih semangat lagi menjenguk anakku..agar anakku tidak lupa dengan wajah ayahnya... bagaimana??" goda Tommy
Irene meliriknya dengan kesal, " yang... jangan aneh-aneh...ini rumah Winona!!! jangan berbuat mesum kepada ku!!!"
melihat istri nya yang kesal, Tommy semakin dibuat senang,dia begitu menikmati pemandangan wajah Irene yang menampakkan wajah kesalnya.
di pagi harinya anak-anak Winona bangun dari tidurnya dan melihat Tommy juga irene sedang menyiapkan sarapan untuk mereka.
"hai.. Marco....!!!" sapa Tommy
Marco hanya terdiam melihat paman Tommy yang berada di apartemen mamanya sepagi ini.
"mana mamaku...paman Tommy, siapa Tante itu...?" tanya Marco
Tommy mendekati Marco ,"hey...dia istriku .. namanya irene..kau bisa panggil dia Bibi Irene"
Irene menghampiri Marco, " astaga..kau begitu mirip dengan ayahmu...Kak mario kecil..." ucap Irene dengan gemas
"aku tidak menyukai ketika orang menyebut ku mirip papa... karena aku sebenarnya mirip dengan mama..." tegas Marco
irene semakin takjub dengan ucapan marco, ucapan Marco pun sama dengan Mario kakak nya.
"ya tuhan... bagaimana bisa sifatmu mirip dengan ayahmu.. uuuhhh...kau sangat menyebalkan tapi ngegemesin!!!" ucap Irene semakin dibuat gemas dengan tingkah laku marco keponakannya
Mara keluar dari kamar dengan sudah berpakaian cantik,tapi ia belum bisa mengikat rambutnya.
"ada apa ini ramai sekali...ahh ..paman Tommy sudah datang...apa paman disuruh papa untuk menjemput kita..yerus dimana mama..."
Irene menghampiri mara yang saat ini dengan rambut yang acak-acakan, "kamu cantik sekali... sekilas kau mirip mamamu. tapi setelah aku telisik lagi ..mata dan hidung mu..lebih mirip papamu..." ucap Irene dengan berbinar-binar
mara menyunggingkan senyuman manisnya, "benarkah seperti itu...???aku memang lebih mirip papa dari pada kak Marco... kak marco itu lebih mirip dengan mama..." ucap mara yang kesenengan dibilang mirip dengan ayahnya.
Irene tersenyum senang dengan respon mara yang malah terlihat lebih terbuka dari Marco yang begitu angkuh terhadap orang.
sedang kan Tommy menghampiri marco yang saat ini merasa acuh dan memakan sandwich nya.
."bagaimana??enak bukan buatan ku..."
"buatan mama lebih enak..aku memakannya karena aku sedang lapar..." ucap Marco yang begitu ketus
Tommy dibuat pusing dengan sikap marco tapi dia mencoba bersabar, " oke..oke.. baiklah... silahkan menikmati nya .."
"dimana mama??paman Tommy belum menjawab!!!"
"mama mu sedang ada urusan dengan papamu..." ucap Tommy
"mereka mempunyai urusan apa?? sepertinya mereka tidak sedekat itu sampai harus memiliki urusan sepagi ini "
tommy speechless mendengar ucapan Marco yang menurutnya terlalu dewasa untuk ukuran anak yang masih berumur sekitaran 4 tahunan.
"wah .. seperti nya kamu salah jika beranggapan seperti itu... mereka adalah kedua orang tuamu.. jika mereka tidak dekat.. tidak mungkin kan tercipta dirimu dan juga adikmu Mara???"
Marco terdiam menelaah ucapan Tommy,anak laki-laki seusia dirinya mungkin tidak mengerti apa permasalahan kedua orang tuanya,tapi tidak untuk Marco, pandangan marco berbeda karena dia tahu kalau kedua orang tuanya tidak pernah bersama dan satu atap tinggal bersama.
"baiklah...itu terserah dirimu paman .. tapi aku memiliki pendapat yang berbeda" ujar Marco dengan sinis
Tommy hanya bisa geleng-geleng, sedangkan Irene hanya bisa tersenyum gemash dengan Marco.
saat ini Tommy dan Irene berada di rumah kedua orang tua irene dan mengajak kedua anak kembar Winona.bu Reva dan pak Andreas melongo tak percaya.
"jadi...ini anak-anak Winona???" tanya pak Andreas
"iya ayah.." ucap Tommy
pak Andreas tersebut senang karena kedua anak kembar itu begitu mirip dengan Mario, apalagi dengan anak laki-laki ini.
"siapa nama mu pangeran tampan??" ucap pak andreas ramah
"anda sendiri siapa??anda benar kakek ku dari papa??" ucap Marco
pak andreas melongo dengan cara berbicara Marco yang sangat mirip dengan mario kecilnya,pak andreas melihat sekilas kearah Irene yang ditanggapi dengan senyuman oleh Irene
"iya benar..aku kakekmu..." ucap pak andreas dengan mata berbinar-binar menahan haru.
"kakek....aku Mara...aku anak mama dan papa...meski wajahku lebih mirip mama tapi sebenarnya aku sangat mirip papa.." ucap mata yang langsung menghamburkan pelukan ke pak Andreas.
pak Andreas terharu dan meneteskan air matanya, bagaimana bisa ia memiliki cucu sepintar dan segemash ini.dia begitu menyesal telah tidak memperdulikan ketika mendengar kebar jika Winona memiliki anak dengan putranya.
"cucu kakek,Mara yang cantik ..benar sekali..kau mirip dengan papa mu..."
mara tersenyum senangnya, sedang kan Marco hanya menanggapi nya dengan datar,dia sedang sibuk melihat ekspresi nenek tua yang hanya diam sedari tadi
pandangan Bu Reva dan marco bertemu,tak tahu mengapa marco malah melotot kearah bu Reva, sontak Bu Reva mengerut kan kening nya tak percaya.
.
.
lagi rajin up author...meski sekarang pukul 01.32....π π π terus baca kelanjutannya ya gengs...π€
Instagram eunhyeayu90