
Winona berada di kamar bersama kedua anak-anaknya,sambil mengecek beberapa data perusahaan yang telah ia input disuatu file yang ia simpan di laptop nya, sedang kan Marco dan juga Mara sedang memainkan mainan yang ia peroleh dari kakeknya pak Alex.
sesekali Winona menoleh kearah kedua anaknya tapi ia dengan cepat segera kembali pandangan nya kearah laptopnya.
"ma ... aku ingin sekali jalan-jalan keluar... bisakah kita pergi makan??" tanya Mara
"Mara lapar kah??"
"mara ingin menginap di hotel juga makan di restauran... seperti kita sedang liburan..." ucap gadis kecil berusia 4 tahun itu
"kau banyak maunya...kau tidak lihat mama sangat Lelah pulang dari bekerja,... kita tadi sudah pergi dengan kakek dan nenek di pusat perbelanjaan...," tegur Marco
"aku bosan ...aku pengen menginap di hotel,makan di restoran..sama mama dan kak Marco saja... seperti yang kita lakukan saat di Netherlands..."
"hmm... baiklah....kapan kita pergi.. mama akan luangkan waktu untuk kalian..."
"ha.....h..mama selalu memanjakan Mara..." ucap Marco yang sudah bosan dengan tingkah adiknya
"sekarang???" ucap Mara yang sudah berbunga-bunga
"hmm... sekarang??? sebentar..ini pukul setengah 8 malam...oke..kota berangkat...." ucap Winona yang saat ini menutup laptop nya.
"kita berkemas ya..." ucap Winona lagi
"baiklah ma...horreee... kita traveling ....yeayyy...." ucap mara yang sangat menyukai kegiatan menginap di hotel jalan-jalan belanja juga berwis kuliner.
"kaliii ini kau menang ya Mara...." ucap Marco sambil memberantakkan rambut mara.
mara melotot kaget dan kesal dengan tindakan kakaknya, "Kaka Marco...kau merusak rambut ku...." rengek Mara
"sudah...kalian jangan bertengkar lagi ..ayo.. Marco, segera beres-beres yam.bantu mama..."
"baik ma..." ucap Marco yang kemudian mengambil bajunya.
setelah berkemas, Winona dan anak-anaknya turun kebawah dan akan berpamitan dengan pak alex juga bu Nita.saat ini mereka berada di dalam ruang keluarga.
"kalian mau kemana??" tanya bu Nita yang berdiri menghampiri Winona
"kita mau traveling oma... opa..," ucap Mara
"traveling kemana??Nona... ini sudah larut..." imbuh pak Alex
"bukan kemana-mana yah...ini anak-anak yang dimaksud traveling itu tidak tidur rumah melainkan dihotel,..."
"oo... cucu cucu oma pengen tidur di hotel...kalian ini lucu sekali... kenapa bisa kepikiran ide seperti itu ..."
"mama selalu sibuk dan tak memiliki waktu jadi ketika weekend,mama akan mengusulkan menginap di hotel seperti kita sedang traveling..." ujar Marco
"ma...pa ...aku ajak anak-anak dulu ya..." ucap Winona
"baiklah... bagaimana dengan pekerjaan mu..." tanya pak Alex
"sudah ada di dalam tas..."
"yasudah... hati-hati... kalian cucu cucu opa .jaga mama kalian ya ..."
"besok mama akan menemani mereka saat kau berangkat bekerja..." tawar bu Nita
"iya.. terimakasih..."
Winona dan kedua anaknya saat ini berada di hotel Ritz Carlton tepat pukul setengah 9 malam, hanya membutuhkan waktu 30 menit dari rumah mereka sampai.
Winona memesan kamar di receptionis, sedangkan Marco dan mara berada di tempat duduk.
Winona sesekali melirik kearah keberadaan anak-anaknya yang saat ini sibuk dengan ponselnya masing-masing, entah mengapa mereka terlihat gemas dengan saat seperti ini,
seketika suara bariton seseorang telah membuyarkan lamunannya, Winona menoleh kearah samping dan bertemu sosok laki-laki yang ia kenal sedang menggandeng seorang wanita
" oke baiklah..." ucap si pria itu kepada receptionis
pandangan mereka tiba-tiba bertemu, Winona saat ini berada dalam situasi yang sangat sulit.laki-laki didepannya saat ini adalah mantan suaminya dengan seorang wanita.
jangan ditanyakan perasaan Winona saat ini,ia merasa sakit dan tak bisa berkata apapun.ia hanya berharap mario tak mengetahui keberadaan anak-anaknya.
Mario hanya tercengang sebentar tapi ia kemudian menetralkan perasaannya.
"Nena...kau pergilah ke kamar duluan..." ucap mario kepala Nena dengan memberikan kartu kamar nya.
Nena melirik kearah Winona,ia tahu jika Mario akan membicarakan sesuatu kepada seseorang yang ada didepannya saat ini.
"baiklah..." ucap Nena kemudian meraih kartu itu dan melenggang pergi.
"kau dengan siapa kesini??"
"itu bukan urusanmu...," ucap Winona yang sudah sangat kesal dengan sikap Mario yang saat ini membawa wanita masuk kedalam hotel.mario tetap lah Mario,dia tak akan pernah berubah.
Mario mendengar respon Winona yang terlihat tak menyukai keberadaan nya saat ini, kemudian ia melihat ke penjuru arah dan melihat ada dua anak-anak duduk diruang tunggu.mario mengernyit kan dahinya tak percaya,dan melihat kearah Winona lagi.winona yang shock hanya bisa terdiam membisu kaget.
"bu Winona..ini kamar anda,4356... semua telah sudah disiapkan jika anda membutuhkan sesuatu anda bisa menghubungi kami.selamat beristirahat...dan selamat malam.." ucap resepsionis itu dengan memberikan kartu kamar
ketika Winona ingin mengambil kartu itu, Mario tiba-tiba mengambil nya dengan cepat . Mario melihat Winona dengan pandangan yang tak terbaca.
Mario tanpa mengatakan apapun kepada Winona bergegas berjalan menghampiri kedua anak itu.
Winona panik dan membuntuti mario dari belakang, perasaan campur aduk dan takut akan menjadi bom waktu yang akan meledak
Marco dan mara mengadahkan kepalanya kearah seseorang pria dewasa didepan mereka, Mario mensejajarkan tubuh nya dengan menunduk agar sama dengan kedua anak itu.
"paman siapa???kenapa ..." ucap Mara
Mario memeluk Mara juga Marco, perasaan nya begitu kalut, ekspresi tak terbaca pun dia tanamkan kepada wajah nya saat ini.
Winona yang telah berada dibelakang Mario hanya bisa menggigit bawah bagian bibirnya,shock kaget gugup yang ia rasakan,ia sudah kalah saat ini.mario, seperti nya sudah mengetahui siapa kedua anak-anak didepan.karena mereka adalah bagaikan pinang dibelah dua.
nah lohh .. ketahuan...niat hati pengen seneng seneng malah bertemu mantan suami, bisakah Winona menyelesaikan masalah ini?๐ ๐คญ๐stay tune ya ...
Instagram eunhyeayu90