
setelah pulang dari rumah sakit, Winona saat ini berada dirumahnya dengan ditemani bibi Laras juga bu Nita, mengasuh 2 bayi kembar tidaklah mudah untuk dirinya.ia benar-benar dibuat kerepotan, apalagi ia memberikan ASI eksklusif untuk kedua buah hatinya.
saat dirinya selesai menidurkan kedua bayinya, Winona berjalan menuju tempat dirinya belajar,ia membuka laptop dan akan melakukan pengecekan harga saham pada anak perusahaan nya.setelah semua benar-benar lancar ia kemudian beralih ke aplikasi pemutar musik,ia kemudian mencari musik yang trending saat ini,disanalah ia mengetahui jika lagu yang dinyanyikan mantan suaminya menjadi penyanyi urutan ke empat chart dunia.ia kemudian memutar lagu itu,
Winona merasakan hatinya tersentuh seperti halnya dirinya saat ini larut dalam lirik yang ia dengar,
"mario....anak kita sudah lahir kedunia..tapi kau tidak mencintai ku...jadi buat apa aku harus memberi tahumu...aku sangat lemah jika harus mengingat mu... kenapa aku harus seperti ini??? kenapa aku tak berdaya jika berhadapan dengan mu... lihat lah putra dan putri kita... mereka semua mirip dengan mu... lihat lah Marco...di lebih mirip dengan mu... seandainya kita saling mencintai..mungkin keberadaan mereka dapat membuat mu bahagia... begitu pun juga aku.... terimakasih kau telah memberikan hadiah ini untuk ku... sehingga aku tidak perlu merasakan kesedihan yang mendalam..."
4 tahun kemudian
Winona berjalan menyusuri kantor mengurusi semua berkas yang ia butuhkan untuk pulang ke tanah air,ia berencana kembali ke tanah air dan untuk mengurus perusahaannya,dan juga untuk menghadiri pernikahan Tommy.
Tommy akan menikah dengan Irene,itu sesuatu yang membahagiakan, mengingat perjalanan percintaan mereka penuh dengan Lika - liku karena tidak mendapatkan restu dari Mario.dengan berjalannya waktu mario pun melepaskan Irene, karena irene tidak mau berpisah dengan Tommy.mereka seperti permen karet yang tak bisa dipisahkan.
"baiklah... sudah saatnya aku harus menghadapi takdir yang sesungguhnya... Winona...kau pasti bisa... Marco...Mara...mama akan selalu melindungi kalian...." ucap Winona dengan nada dinginnya
dirumah,
"apa sudah kau pikirkan matang-matang nona.... biarlah mereka Disini...." ucap bibi Laras
"maafkan aku bi...aku tidak bisa jauh dari mereka... mereka adalah harta ku yang paling berharga...jadi aku harus membawanya kemana pun...."
"kita akan pulang ke rumah kakek dan nenek???aku begitu bahagia...ma .." ucap Mara yang sedari tadi mengembangkan senyumnya
"Aku tidak menyukai kakek... karena kakek lebih menyukai mu dari pada aku ," ucap Marco si pemilik wajah datar.
"apa kita juga akan bertemu dengan papa???" ucap Mara
"hmmm.... seperti nya kalian bisa bertemu dengan papa kalian...asal kalian tidak boleh nakal... kalau kalian nakal dan bikin keributan... mungkin papa segan akan menemui kalian..." jelas nona
"aku berharap tidak bertemu papa...aku tidak akan menemui orang yang tidak ingin bertemu dengan ku ..",ucap Marco
nona merasa tergelitik dengan ucapan Marco, karena sifatnya seperti Mario sang ayah.
"benarkah???" ucap Winona
"apa kak Marco tidak ingin memeluk papa.... kalau aku ..aku akan memeluk nya seperti teman temanku yang memeluk papanya saat berangkat ke sekolah... kakak mungkin tidak bisa mengerti isi hatiku,jadi kakak tidak tahu bagaimana perasaan ku jika aku sedang iri melihat teman ku menggandeng papanya saat jalan bersama" ucap mara
"aku sudah memiliki mama ... dia wanita yang hebat yang mengurus dan membesarkan kita... papa.. dimana dia saat aku sedang mengikuti drama di sekolah papa teman ku semua menyempatkan waktu melihat anak mereka...." Marco semakin dibuat kesal jika adiknya membahas papa mereka.
Winona hanya diam dan merenungi ucapan demi ucapan kedua anaknya,tepuka bahu dari bibi Laras membuat winona sadar dan mencoba untuk mencari jawaban yang baik
"Marco...Mara.... dengarkan mama baik-baik...papa kalian sangat sibuk bekerja untuk masa depan kalian... sebenarnya...papa juga sangat merindukan kalian...tapi karena mama dan papa sudah tidak bersama lagi ..jadi kalian harus bisa bijak dalam bersikap... kalian tahu...tidak ada orang tua yang tidak menyayangi anak-anaknya.... mereka memiliki rasa sayang yang berbeda...jadi...Marco ...kamu sebagai kakak bersikap lebih mengerti ya sayang....mama menaruh harapan besar untuk mu... sedangkan Mara...kamu anak perempuan mama yang sangat manis....kamu juga harus menghormati kakakmu ya... bersabarlah..." ucap Winona
Marco dan Mara terdiam menunduk,ia tahu saat ini sikap mereka membuat mamanya sedih.mereka berdua pun memeluk Winona.
inilah yang membuat Winona selalu kuat untuk menjadi orang tua tunggal bagi mereka.mereka sudah cukup membuat kesembuhan dalam hatinya.
Instagram eunhyeayu90