WINONA'S LIFE

WINONA'S LIFE
episode 73



Winona telah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di pusat ibukota, Winona terbaring lemah disebuah ranjang rumah sakit itu.mario dengan setia menunggu Winona yang saat ini masih dalam keadaan tertidur,suhu badannya sudah turun akibat obat yang sudah di injeksikan pembuluh nadinya.


Mario bangkit berdiri ketika suara pintu terbuka, seorang dokter juga dua perawat masuk ke dalam kamar ruang inap bertaraf VVIP itu,


"selamat pagi pak Mario..." sapa dokter itu


"pagi juga dok..."


dua orang perawat itu begitu bahagia melihat artis ternama se Asia telah berada di depan mereka, mereka tak henti hentinya menebar kan senyuman manis mereka.


"bagaimana ini dok... Winona Belum juga bangun..."


"baiklah saya periksa dulu..." ucap dokter itu


sang dokter memeriksa beberapa bagian TTV Winona, mulai dari memeriksa denyut jantung juga memeriksa bagian perut dari Winona.


"sus...saya mau lihat hasil darah tadi..."


"sebentar dok...saya ambil dulu di lab... permisi..." ucap perawat dengan melangkah pergi ke ruang laboratorium untuk mengambil hasil cek darah.


setelah menunggu beberapa menit, Mario yang saat ini mengobrol dengan dokternya kini terlihat seorang suster yang telah membawa hasil laboratorium dari cek darah milik Winona,


"ini dok..." ucap seorang perawat menyerah kan sebuah amplop dari ruang laboratorium,


dokter itu membuka nya dan melihat keseluruhan hasil laboratorium itu


"bagaimana dok..."


"dari hasil laboratorium... pasien Winona memiliki kadar HCG yang tinggi dalam dalam darahnya.." ucap dokter itu yang menunjukkan wajah yang tak yakin kepada Mario.


"maksudnya dok..."


kedua perawat mendelik kaget dan saling berhadapan satu sama lain, benarkah demikian.itu yang ada didalam pikiran mereka.


"pasien Winona sedang dalam keadaan hamil..." ucap dokter itu yakin


Mario begitu terkejut mendengar berita itu, Winona hamil, apakah benar Winona sedang hamil.selama ini ia tidak mendengar Winona berhubungan dengan lawan jenis dan Mario memastikan itu dengan bertanya langsung kepada Tommy selaku asisten juga orang terdekat Winona.berarti kalau winona hamil,dan itu adalah hasil perbuatannya waktu itu.mario begitu shock dan dibuat speechless.jika Winona mengetahui dirinya hamil anaknya kembali,apa yang akan terjadi selanjutnya.


"tapi untuk memastikan kita akan melakukan tes USG dengan begitu lebih yakin jika ada kantung bakal embrio, berarti memang benar adanya kehamilan pada pasien Winona.


"baiklah dok... tidak apa-apa..bisa lakukan tes USG itu sekarang..." ucap Mario.


"baiklah...sus. ... tolong bawakan alat nya kemari..."


"bbbaikk..dok..." ucap perawat itu.kemudian perawat itu pergi mengambil alatnya.


semua sudah terpasang alat-alat kini bisa digunakan, seorang perawat mengoleskan cairan gel ke perut Winona dan dokter kini melakukan pemeriksaan, dokter itu tersenyum.


"lihat pak Mario....hasil sudah pasti ya..ini sudah terlihat kantung bakal embrio sudah terbentuk sempurna,saat ini pasien Winona terhitung sudah hamil 6minggu... semuanya sehat... mungkin tekanan darah pasien Winona sedikit turun nanti saya akan resepkan beberapa vitamin untuk daya tahan tubuhnya..."


Mario terharu melihat layar monitor didepannya,ia melihat gambar bulatan hitam dengan lapisan putih yang ditunjuk oleh dokter tadi, "terima kasih dok..."


sore harinya, Winona mencoba membuka matanya, keadaan tubuhnya sedikit lebih membaik dari kemarin ia melihat ruangan yang pasti itu bukanlah kamarnya


"apakah ini dirumah sakit ..??" ucap Winona yang mengucapkannya dengan pelan.


Winona melihat tangan nya tertancap selang infus,ia bertanya - tanya siapa yang telah membawa dirinya ke dalam rumah sakit ini.


bunyi pintu kamar mandi terbuka terdengar oleh Winona ia mendengar suara langkah kaki mendekat kearah ranjang nya, ia melihat mario mengusap rambutnya yang habis mandi dengan mencuci rambutnya,bau maskulin jelas menusuk hidung Winona.mario begitu sangat tampan saat ini.


"kamu sudah bangun... bagaimana keadaan mu...kau haus...aku akan mengambil kan minum..." ucap Mario mengambil air dalam dispenser yang tersedia.


Mario membantu Winona untuk duduk, Winona yang saat ini masih sangat pusing akibat tekanan darah nya yang menurun membuat kepala nya serasa berputar.


"ini minumlah..." ucap Mario menyodorkan segelas air putih.


Winona mengambilnya dan meminum sampai habis. "terima kasih..." ucap Winona


Mario mengusap kepala Winona pelan,dan Winona menghempaskan tangan Mario.tapi Mario tidak lah kecewa,dia malah tersenyum dengan sikap Winona yang masih terlihat dingin kepadanya.


"aku sudah membaik.. bisakah kau membawaku pulang...aku ingin bertemu dengan anak-anak..."


"kamu belum boleh pulang.. keadaan mu belum membaik.. beristirahatlah..aku akan menjagamu... jangan khawatirkan anak-anak... mereka bersama dengan kedua orang tua ku..."


Winona mendelik kaget dan seketika ia marah "bagaimana bisa kau membawa kedua anakku bersama mereka!!!aku mau kesana ..." ucap Winona


"nona...nona... mereka baik-baik saja...ayahku sedang membawa mereka ke pusat bermain anak-anak...marco dan mara sedang berbahagia...kau takut jika mereka akan celaka??kau pikir kedua orang tua ku akan mencelakakan cucunya sendiri...kau jangan paranoid seperti itu... mereka diterima baik oleh kedua orang tua ku..."


Winona mencoba tenang tapi ia tidak bisa, bayangan bu Reva yang begitu tidak menyukai dirinya membuat ia berpikiran buruk kepada perlakuan orang tua mario kepada kedua anaknya.


langkah kaki telah menuju arah mereka, Winona juga Mario menoleh kearah sumber suara itu.


.


.


hmmm....tuhkan... hamil lagi Winona nya😃 astaga Winona..baru satu kali aja udah hamil, Winona emang bener-bener ya...🤣🤣