WINONA'S LIFE

WINONA'S LIFE
chapter 35



flashback on


Winona menerima telepon dari Darren ia tampak buru-buru mengangkat nya, setelah membereskan barang dikamar ia lalu pergi ke balkon rumah Mario.


"ya... hallo..."


"kau begitu sangat terburu-buru...apa ini tidak akan membuat semua orang curiga..."


"bagaimana dengan Mario?? apa dia menerima tawaran itu...?"


"baguslah... Mario...emm.. maksud ku... suamiku itu sangat pintar dan bisa diandalkan..." ucap Winona sedikit nada mengejek


"baiklah....aku akan menghubungi ayah mertua ku..."


Winona memutus sambungan teleponnya dengan Darren,saat ini ia begitu bahagia dengan rencananya.untuk beberapa hari kedepannya ia akan bekerja sangat hati-hati dan terkonsep agar ia cepat segera keluar dari permasalahan ini.


Winona menghubungi pak andreas, dengan menunggu sang empunya telepon Winona memandang kearah pusat ibukota dari balkon apartemen kamarnya.


"ayah...ini bagaimana... Mario... tidak akan datang dalam rapat penting nanti..."


Winona mendengar nada ketus dan kecewa dari mulut mertuanya itu,ia tahu saat ini pak andreas sangat marah dengan abainya tanggung jawab Mario kepada perusahaan.


"maafkan aku ayah...apa aku boleh mengganti kan suamiku saat rapat nanti ... jika ayah berkenan dan mempercayai kemampuan ku ...aku akan membantu ayah di perusahaan...aku dan Irene... akan bekerja sama menjaga nama baik perusahaan dan memajukannya..."


terdengar suara bahagia dari pak Andreas, Winona dapat mendengar itu dengan jelas.


"aku akan meminta Asisten Tommy untuk mengajar kan ku??"


"baiklah ayah.. terimakasih..."


sambungan telepon itu terputus, nona tersenyum misterius dan tak lupa ia mengepalkan tangannya erat.


flashback off


saat ini winona berhadapan dengan para petinggi direksi.ia melihat keseluruhan orang yang memandang nya dengan ragu.


"selamat sore ..aku disini sebagai perwakilan dari suamiku dan juga atas ijin ayahku... mohon bimbingannya..."


Tommy melihat nona yang begitu tegas saat memberikan salam nya.dia begitu takjub dengan penyampaian yang diutarakan.


rapat berjalan lancar, banyak yang menyukai kinerja Winona,diusia yang sangat muda kecerdasan nya melebihi batas normal.irene juga begitu kagum dengan kaka iparnya itu.


"kakak ipar...kau sangat cerdas... padahal kau belum mempelajari nya karena kau hanya lulusan sekolah menengah... apa kau mempelajari nua dari ayahmu pak Alex... beliau pebisnis yang handal..." puji Irene kepada Winona


"aku menyukai bisnis saat masih kecil.. karena ayahku selalu mengajarinya..."


"benarkah.... pantas saja kau sangat pandai... lihatlah sayang...aku kalah pandai dengan kaka ipar ku .."ucap Irene dengan bergelayut mesra di lengan Tommy


Winona memperhatikan gelagat irene dan Tommy, mereka tampak begitu mesra dan romantis .


ia memalingkan wajahnya, bagaimana bisa irene seperti itu didepannya.


saat sudah malam hari, Winona baru pulang dari kantor.ia bertemu dengan Mario ya saat ini sama-sama menunggu lift.


"kau tampak cantik hari ini ... " ucap Mario memandang Winona yang saat ini melamun


Winona menoleh kearah Mario dan kaget,jika pria didepan nya ini adalah mario, penampilan pria ini dengan memakai masker dan bertopi hitam membuat dirinya tak mengetahui jika itu adalah suami nya.


"kamu baru pulang .."ucap Winona datar


"maafkan aku ..." ucap Mario


"untuk ..?" tanya nona


"karena aku tidak ada dalam rapat..kau menggantikan posisi ku dengan baik .."


"itu tidak masalah bagiku ... aku diajarkan orang tua ku untuk memiliki tanggung jawab yang besar kepada setiap tindakan dan ucapan ku... jadi aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengerjakan nya dengan baik "


"ya!!!kau benar ... sepertinya aku kurang bakat dalam hal bisnis ayahku ..."


Winona tak membalas ucapannya,ia kembali melamun lagi sejak kepulangan dari kantor pikiran dan hatinya tak tenang.


"kamu sudah makan?" tanya Mario


"belum.."


Mario lalu menarik tangan nona menuju keluar lagi dari apartemen, mereka menuju parkiran.mario membuka pintu mobilnya dan menyuruh winona untuk masuk,nona hanya bisa menuruti sikap manis Mario itu.


mobil Mario berjalan menuju sebuah restoran yang masih buka.


mereka keluar dari mobil, Mario sigap menggandeng nona lagi, untuk mencari tempat duduk yang pas.mereka memilih tempat duduk yang dekat dengan jendela.tak elakkan lagi, suasana keramaian kota membuat diri Winona semakin tak baik.


dering ponsel di hape mario berbunyi, melihat itu Mario berpamitan pergi meninggalkan nona.


"sebentar..aku pergi dulu " ucap mario lalu berdiri pergi.


nona melihat ponselnya dan menghubungi seseorang, "kau.. sudah tidur...''


"apa kamu sedang bersamanya??"


Winona tersenyum getir mendengar ucapan seseorang dibalik telepon.


"tidak apa...aku hanya...."


Mario kembali dan sempat mendengar ucapan nona,dia dengan tenang duduk didepan Winona.


Winona yang kaget dengan munculnya tiba-tiba Mario membuat kaget.lidahnya kelu,ia tak sanggup untuk membela dirinya lagi.


Instagram eunhyeayu90