
Winona tampak tak tenang diruang kerjanya,sudah hampir petang tapi ia belum beranjak dari tempat duduknya, pikiran nya melayang ke udara.bagaimana bisa ia terpengaruh dengan ucapan ibu mertuanya.
Winona keringat dingin dan merasakan hatinya yang sakit,Mario hanya menginginkan tubuhnya ucapan itu terngiang dalam hatinya.
"ada apa dengan ku... kalaupun itu benar...aku tidak perlu secemas ini bukan ... ini pernikahan sementara...aku tidak mungkin akan hidup bersama dengan Mario selamanya.."
langkah kaki Tommy menuju kearah Winona berada,dia melihat jika Winona sedang banyak memikirkan sesuatu.
"apa yang sedang kamu pikirkan???"tanya Tommy
"ahhh..tidak...tidak....aku tidak apa-apa "
"kamu tampak pucat hari ini..."
"aku hanya terlalu lelah"
"....aku akan membuat kanmu minuman hangat..."
Winona tersenyum hangat kearah Tommy,ia sangat bersyukur mendapatkan perhatian kepada Tommy,pria dewasa yang ia banggakan.
setelah beberapa menit menunggu Winona mendengar langkah kaki mendekati tempat duduk nya,ia tersenyum
"akhirnya kau sudah sele...." ucap Winona tak melanjutkan kalimatnya,ia shock melihat Mario yang ada didepan sekarang.
"kau sedang menunggu seseorang ..." ucap mario dengan wajah dinginnya
"ak..akkku hanya menunggu Irene..."
"tapi ekspresi mu seperti menunggu seorang pria??" ucap Mario datar
"kau kelihatan sangat lelah hingga kau berbicara sembarangan!!!"
Mario mendekati Winona dan mendekatkan wajahnya,dia melihat manik mata Nona yang indah seperti mutiara.dia meraih dagu Winona dan menciumnya dengan lembut.
Winona sangat kaget dengan tindakan Mario,tapi ia kemudian membalas ciuman itu.entah mengapa ia begitu tenang dengan ciuman yang diberikan Mario.
Mario yang merasakan ciuman balasan dari Winona tampak sangat senang.ada kelegaan pada hatinya.
di sisi pintu tampak terlihat Tommy yang sedang membawa dua cangkir kopi untuk dirinya dan juga Winona,tapi karena ia melihat sesuatu yang tidak seharusnya dia lihat, akhirnya ia kembali dan meninggalkan ruangan itu.dia melirik kearah kedua kopi itu dan tersenyum.
"kita makan diluar atau ..."
"kita makan di apartemen saja..."
"baiklah..." ucap Mario yang saat ini tersenyum kearah nona
Winona melihat senyuman itu, hatinya berdesir kencang,ada apa dengan hatinya.apakah ia sekarang sudah tidak waras atau dirinya sedang sakit keras.bagaiman bisa dengan melihat senyum manis mario jantung nya terpompa dengan kencang.
"kamu sedang melihat apa???" tanya mario kepada Winona
"aku hanya ingin bertanya kepada mu??"
Mario memposisikan dirinya berhadapan dengan Winona,dia tak sabar apa yang akan diucapkan Winona saat ini.
"ayo.. katakanlah...."
"jika...emm... maksud ku...apa kau akan meninggalkan ku.. ketika kau sudah bosan dengan tubuh ku???" tanya Winona dengan wajah datarnya
Mario dibuat speechless dengan pertanyaan Winona, bagaimana bisa nona menanyakan itu kepada dirinya yang notabene nya adalah suami nya sendiri.
"apa terlihat sekali jika aku akan meninggalkan mu..???itu tidak akan terjadi, prinsip hidup ku,jika aku mencintai seseorang...dan itu adalah istri ku...aku akan mempertahankannya sampai kapanpun...kau masih belum percaya dengan ucapan ku???"
"tidak!!!!aku melihat dirimu seperti pria brengs*** diluaran sana .."
Mario dibuat gemas dengan jawaban istrinya,dia memang jarang berkomunikasi dengan winona perkenalan yang singkat dan skenario tentang hubungan mereka memang membuat akan siapa pun juga meragukan perasaannya termasuk Winona.
"peganglah ucapan ku.... apapun dengan dirimu...dan apapun tentang diriku...aku tidak akan meninggalkanmu...kau tau...aku tidak pernah menyukai wanita sedalam ini???"
Winona merasa terbang ke langit, hatinya begitu berbunga-bunga.entah mengapa ia bisa seperti ini.apakah dirinya sudah memiliki perasaan kepada Mario saat ini.tidak...tidak...itu tidak mungkin.
Winona mengalihkan pandangannya,ia merasa hanya itu yang ingin ia lakukan saat ini.
Mario tau jika Winona masih belum yakin dengan ucapannya,tapi Mario akan bersabar untuk menunggunya.
Instagram eunhyeayu90