
Winona melahirkan secara normal,bayi kembar nya telah lahir dengan sehat.saat ini ia berada di rumah sakit di Amsterdam.ia ditemani oleh bibi Laras.
"lihatlah bayimu begitu tampan dan cantik...."
"iya bi.... kenapa bisa setampan dan secantik itu...."
"hey...kau juga cantik.... ayahnya juga sangat tampan..." ucap bibi Laras yang tanpa sengaja menyinggung soal Mario.
Winona terdiam,ia merasakan sakit hatinya jika menyangkut tentang Mario.
"maafkan bibi...bibi tidak sengaja..."
"tidak apa-apa..." ucap Winona
"kamu sudah memikirkan nama untuk mereka???"
"belum...aku terlalu sibuk kuliah...jadi aku tidak punya waktu untuk memikirkan nama untuk mereka...."
"tidak apa-apa... kita pelan-pelan saja..." ucap bibi Laras yang saat ini menggendong bayi laki-laki Winona.
Winona saat ini mencoba memberikan ASI nya untuk bayi perempuan nya, Winona bertekad untuk memberikan ASI eksklusif untuk kedua bayi kembar nya.
"kau benar-benar ibu yang beruntung... lihat lah.. biasanya akan sulit melakukan itu saat pertama kali melahirkan... ternyata kau lebih mudah menaklukkan nya..."
"aku hanya ingin anak-anak ku mendapatkan nutrisi yang baik dan tak akan kehilangan kasih sayang ku...aku akan berjuang keras menjadi orang tua yang baik untuk mereka..."
bibi Laras tersenyum bahagia mendengar nya, setelah banyak mengobrol dengan Winona,ketukan pintu membuyarkan pembicaraan mereka.
"selamat pagi...." ucap bu Nita yang baru saja datang
"mama ...." ucap Winona terharu
bu Nita menghampiri Winona dan memeluknya, "selamat ya sayang...."
Winona memeluk ibu angkat nya itu dengan perasaan haru .
"iya ma..."
"lihat lah yang ini ..dia sangat tampan .."ucap bibi Laras yang menunjukkan bayi laki-laki dalam gendongan nya.
bu nita yang melihatnya langsung terpesona, "iya..kau benar....wahhh.... sangat tampan...,Marco"
Winona dan bibi Laras saling pandang saat Bu Nita menamai anaknya.
"apa yang mama ucapkan tadi??" tanya Winona dengan mengerutkan dahinya
"Marco???iya...Marco...kau belum memiliki nama kan untuk anak kembar mu.... bagaimana kalo Marco, dan yang satunya Mara... bagaimana....kau setuju???"
Winona tersenyum senang,"akhirnya....aku tak perlu repot-repot lagi menamai bayiku .bagus juga ide nama yang dibuat oleh mama ..."
"aaah ..itu...itu baru saja aku pikirkan kemarin saat aku akan berangkat..."
"Marco...Mara.... bayi-bayi kini memiliki nama .." ucap Winona bahagia
"nama yang indah..." ucap bibi Laras
"Marco Giovanni Solomon dan Mara Giovanna Solomon..."ucap Winona
bibi laras tersenyum,ia memandang kearah bu Nita.mereka sama sama setuju dengan nama itu.kebahagiaan tak luput dari pandangan mereka yang sangat tak terelakkan.
...****************...
Mario pulang pada apartemen nya tengah malam, jadwal syuting film yang ia lakukan saat ini memang sangat menyita waktunya.entah mengapa dirinya kini tak semakin bersemangat melakoninya,apa mungkin bebannya semakin bertambah akibat dia harus menjadi tulang punggung untuk keluarga nya.
Mario berjalan kearah ranjang dan merebahkan tubuhnya, tiba-tiba perasaannya menjadi sedih, ketika kesuksesan yang dia raih saat ini berbeda terbalik dengan dengan isi hatinya.
"Winona..."
nama itu lolos dari ucapan Mario,tak dipungkiri jika Mario tidak bisa melupakan sosok Winona saat ini.setelah 7 bulan perceraian nya dengan Winona, dia tidak mampu untuk melupakannya.hampa jelas terlihat di wajah tampannya,tapi dia tidak bisa melakukan apapun karena baik dirinya maupun Winona sama-sama menginginkan perceraian ini.
Instagram eunhyeayu90