
Malam telah berselang menjadi dini hari, pesta pernikahan telah usai.saat ini Winona berada disalah satu kamar Hotel berbintang.winona sedang membersihkan dirinya dari riasan-riasan diwajahnya.
ia melirik kearah jam di ponsel nya,jam menunjukkan pukul setengah dua pagi.sejak pesta usai sekitar jam 10 malam, dirinya sudah kembali ke kamar,disaat itulah ia tidak lagi bersama Mario.
Winona menyisir rambutnya dan memakai skincare malamnya.ia melihat kearah kaca dan tersenyum getir.
"dimalam pengantin...dia tidak juga kembali...??baiklah. itu lebih baik...." ucap Winona yang tampak sangat tenang.
ia kemudian naik keatas king size bed nya, kemudian menyelimuti tubuhnya dengan bed cover yang begitu tebal dan empuk itu.kamar hotel yang nyaman dan juga memiliki fasilitas yang modern membuat Winona seperti tidur di kamar kerajaan.
ia kemudian memejamkan matanya, setelah tak berselang lama, terdengar suara bunyi pintu terbuka,
Mario masuk kedalam, mengedarkan matanya mencari sosok wanita yang kini menjadi istrinya.
"apa dia sudah tidur???" ucap Mario perlahan.
Mario menghampiri ranjang pengantin,dan menemukan Winona yang terpejam dalam damai.dia kemudian mendekat dan melihat wajah Winona dari dekat, Mario tersenyum sekilas memandang Winona. "kenapa disaat kau tidur ...kau mirip seperti bayi??"
Mario kemudian pergi kedalam kamar mandi dan akan membersihkan dirinya,
mata Winona terbuka,ia sebenarnya terbangun dari tidurnya akibat bunyi pintu kamar terbuka ,
Winona mencari ponselnya dan membuka fitur kamera,ia melihat wajahnya dan tak melihat wajahnya yang seperti bayi, bagaimana bisa mario mengatai dirinya seperti bayi .ia adalah wanita yang sudah beranjak dewasa.protes Winona.
dan tak ambil pusing, Winona menaruh ponselnya asal hingga terjatuh dan menimbulkan bunyi, Winona mengertakkan giginya.dia begitu kesal
Mario yang baru keluar dari kamar mandi langsung menuju ranjang nya,dia melihat Winona terbangun dengan posisi memungut ponselnya,mario tersenyum dibuat nya
"jadi ...kau belum tidur...???"ucap Mario dengan wajah meledek
"aku terbangun ketika kamu menyebutku seperti bayi..."
Mario tertawa, "hahaha...kamu marah dengan ucapan ku??"
"tidak ... aku hanya merasa menjadi istri om .. om"
Mario mendekati Winona,sontak Winona mundur kebelakang,
"kamu mau apa,??" ucap Winona
"aku....aku ingin hanya memeluk istriku .." ucap Mario yang kini semakin melangkah mendekat
Winona tampak panik dan mencoba menguasai mimik wajahnya,ia tidak ingin terlihat takut ataupun gugup di depan Mario
"apa kamu akan melakukan nya sekarang??" ucap Winona dengan dingin,ia melirik kearah kerah kemeja putih yang dipakai Mario.
"tentu ... kamu istri ku ..dan aku punya hak untuk itu"
Winona tersenyum sinis, "apa kamu orang yang begitu mesum?? lihatlah kerah bajumu ..."
Mario melihat kearah kerah kemeja nya,ia mendapati bekas dua lipstik menempel.dia kemudian membuang nafasnya kasar.
"kau tahu aturannya ??aku tidak akan melayani mu di tempat tidur ketika kau baru saja meniduri seorang wanita..."
"ini hanya sisa party tadi...kamu mencurigai ku??"
"sisa party yang bagaimana....di ranjang kah party nya .... dan cobalah bau tubuh mu sekarang.. parfum seorang wanita lain melekat ditubuh mu...." Winona tersenyum sinis.
"dipertama hari pernikahan kita kamu sudah membuat kesalahan... sekarang pergilah dari kamar ini..."ucap Winona datar.
Winona melemparkan bantal dan juga selimut kearah Mario,ia kemudian mengkode kan dengan matanya, menyuruh agar mario segera keluar dari kamarnya.
Winona kemudian berlari dan menutup pintu kamarnya ia juga mengunci rapat pintu itu.
di balik pintu mario menoleh kearah
belakang,dia melihat pintu yang baru saja ditutup dan terdengar mengunci dari dalam Mario hanya bisa tersenyum geli dengan perlakuan Winona.
Winona berjalan kearah tempat tidurnya,ia kemudian memegang jantungnya,ada rasa kelegaan karena hari ini tidak akan terjadi apapun dengan dirinya.
"dia benar-benar laki-laki bren*gs*k!!!"
...****************...
keesokan harinya winona sudah berada satu mobil dengan Mario, mereka memutuskan untuk pergi dari hotel dan menuju kerumah Mario, mereka akan melakukan makan malam untuk pertama kalinya.
tidak ada obrolan didalam mobil,sang sopir pun tampak aneh dengan melihat dari celah kaca spion depan.
sesampainya di rumah pak Andreas, mereka berdua telah dijamu oleh beberapa menu makanan yang tersedia di meja makan.
"kalian sudah datang... duduklah...nona.. duduklah...." ucap pak Andreas ramah.
Bu Reva tetap diam menatap Winona dengan tajam, ketika Mario menarik kursi nya dan diduduki oleh Winona.hatinya begitu kesal karena anaknya memperlakukan Winona dengan sangat baik.
setelah itu, Mario mencari duduk di sebelahnya.
"apa kamu tidur dengan baik semalam Mario...kau tampak kusut dari biasanya..."
"aku tidur dengan baik ayah....malam pertama sebagai pengantin baru itu tidak lah berarti... karena kita selalu melakukan itu sebelumnya..."
Winona tampak kesal dengan jawaban Mario,ia sempat mendelik kaget.
pak Andreas tersenyum dan tertawa canggung "haha..kau ini ... yasudah lah.. kalian bisa makan..."
"dimana Irene...apa dia sedang lembur di kantor..."tanya Mario
"aku menyuruh adikmu untuk membeli barang untuk hadiah pernikahan kalian.."ucap Bu Reva sambil melirik tajam kearah Winona.
Winona yang mendapat tatapan itu hanya bisa tersenyum dalam diam
"aku pulang...."ucap Irene yang menuju kearah ruang makan dengan membawa paperbag besar.
"kamu sudah mengambilnya??" tanya Bu Reva
"iya ma ..ini ..",ucap irene yang saat ini duduk di dekat ibunya.
Bu Reva memberikan paperbag itu kepada winona,"ambillah..."
Winona menerimanya,ia melihat ke arah Bu Reva.
"kau bisa membukanya... sekarang..."
Winona melihat sekilas sebuah kotak itu kemudian beralih ke melihat kearah mario juga pak Andreas secara bergantian,
betapa terkejutnya ia melihat sebuah kalung berlian yang pernah ia lihat sebelumnya,kalung yang pernah dijadikan kompensasi agar dirinya meninggalkan Mario.
Winona hanya bisa tersenyum dengan sinis dan memandang kearah Mario,rasa kesalnya kini kian bertambah kepada ibu mario itu.
Instagram eunhyeayu90