
seminggu kemudian, kedatangan Winona di sambut oleh Tommy di bandara, pernikahan Tommy yang kurang 3 hari lagi membuat Winona harus benar-benar kembali ke tanah air.marco dan juga mara ikut berjalan di sisi kiri dan kanan.
"haiii.... kalian lelah .." ucap Tommy dengan mensejajarkan tubuhnya dengan kedua anak kembar didepan itu.
"halo...om Tommy...kau semakin tampan...aku sungguh menyukai mu..." ucap mara
"kau selalu seperti itu..dasar wanita genit..." ucap Marco yang tidak suka dengan sikap adik perempuannya.
Mara bersungut menahan kesal kepada Marco sang kakak,entah bagaimana mara memiliki kakak yang tidak pernah mendukung nya.
tommy Hanya bisa tersenyum dengan interaksi anak kembar Winona,
"kamu menunggu ku lama...." tanya winona
Tommy berdiri dihadapan Winona, melihat perubahan Winona yang saat ini lebih feminim dan lebih cantik membuat Tommy menyukai perubahan itu.
"apa kau sedang ingin menarik perhatian ku ..kamu semakin cantik sejak terakhir aku bertemu dengan mu setahun lalu..." ucap Tommy jujur
"ahhh .. yang benar saja ...aku tidak punya waktu menarik perhatian seseorang...aku terlalu sibuk melakukan studyku dan bekerja...dasarrr!!!" ucap Winona
Tommy semakin semangat menggoda Winona, "benar....tapi kau dulu pernah menyukai ku kan..."
"iya ..aku akui itu ..tapi sekarang tidak sama sekali!!!! lihat lah ..kamu akan menikah 3hari lagi... jangan menggodaku.."
mereka berjalan beriringan, Tommy menggandeng mara, sedang kan Winona menggandeng Marco.mereka tampak seperti pasangan yang romantis.
"setelah dijungkir balikkan oleh Mario... akhirnya aku bisa menikahi Irene.. kau tahu Mario sekarang lebih kejam dari sebelumnya.."
Winona menanggapi nya dengan tersenyum.apakah dia masih mengingat ku
"kamu akan pulang kemana??"
"kerumah orang tua ku .. mereka pasti sudah menunggu ku..."
"kau sangat beruntung memiliki mereka..."
"kamu benar..."
setibanya di rumah pak Alex, mereka disambut oleh anggota keluarga lainnya.anak satu-satunya pak Alex dan bu Nita yang bernama Gama berada di Singapore juga berada dirumah itu.
rumah itu tampak ramai,dan mereka saling berkumpul satu sama lain.
"jadi kau adalah adikku...kamu terlihat cantik aslinya" ucap Gama
Winona tersenyum sungkan kepada Gama, Winona sedikit geli dengan wajah Gama yang lebih mirip dengan Darren
"kakak juga .." ucap Winona
"kamu kalau punya waktu mainlah ke Singapore ya..."ucap Sarah istri Gama
"iya kak...nanti aku usahakan"
Sarah dan Gama melihat anaknya dan anak-anak Winona bermain bersama tampak akrab.
"ini luar biasa... lihatlah Marco,dia begitu mirip dengan ayahnya..." kata Gama
Winona menatap anak lelaki nya itu, memang tidak dipungkiri jika Marco begitu mirip dengan Mario,apa karena saat mengandung Winona banyak memikirkan Mario.
"iya.... sangat mirip..."
bu Nita menghampiri anak-anaknya untuk menyuruh nya makan malam.
"ayo.. makanan sudah siap sayang... kita makan bersama..." ucap bu Nita
"baiklah ...ma...ayo kak Sarah...." ucap Winona yang langsung menggandeng Sarah
Gama dan bu nita mengekor di belakang, sedangkan anak-anak sedang di gandeng oleh pengasuh nya masing-masing.
...****************...
Winona yang baru turun dari mobilnya bersama dengan Darren, memegang lengan Darren dan berjalan dengan anggun.gaun mewah nan elegan dengan sentuhan payet yang menghiasi bagian dadanya berwarna mocca dengan rambut yang digelung rapih simpel.
Winona sangat cantik dengan makeup yang natural yang membuat dirinya terlihat elegan dan seperti model, diusianya yang menginjak 24 tahun, Winona tetap memiliki wajah yang cantik bak bidadari.tubuhnya tetap sama langsing,tapi sedikit berisi dibagian d*d*nya, menambah kesan sensual pada dirinya.
banyak mata memandang,dan terpukau dengan kehadiran Winona,dari arah jauh bu Reva dan pak Andreas terlihat shock dengan kehadiran Winona yang tiba-tiba.
"apa ....ap...apa dia Winona...???" ucap bu reva gelagapan
"ia datang karena undangan Tommy, sebaiknya kita bersikap biasa.tidak perlu heboh.apapun itu saat ini kita biasakan menghadapi dirinya kapan saja bertemu dengan Winona, karena Tommy bekerja di perusahaan Winona saat ini.." ucap pak Andreas
"ia terlihat seperti wanita berkelas... apakah ini yang dinamakan uang membuat semua jadi berubah.." tutur bu Reva
"sudahlah...saat ini pernikahan Irene,kau jangan membuat masalah ..."
"dimanakah Mario saat ini...??"
"Mario berada di kamar hotel sejak tadi,aku tidak tahu kapan dia akan turun untuk mengikuti pesta ini..."
"syukurlah...,lebih baik seperti itu..."
"apa yang kau takutkan???" ucap pak Andreas
"aku tidak ingin anak kita goyah dengan penampilan Winona saat ini... lihatlah...dia tumbuh dengan sangat baik,aku takut mereka bersama kembali... karena aku tidak menyukai Winona.. dia begitu licik dan memiliki hati yang jahat sehingga membuat kita menjadi hidup berhemat selama ini..." ucap Bu Reva
pak Andreas menggelengkan kepalanya, bagaimana bisa istrinya belum bisa menerima kenyataan tentang jatuhnya perekonomian mereka, untuk saat ini meski pak Andreas memiliki satu perusahaan di bidang properti,tapi tidak seperti dahulu saat dirinya menjadi CEO perusahaan ternama dengan memiliki banyak anak perusahaan dimana-mana.
Winona berjalan menghampiri Tommy dan Irene ,saat ini winona disambut pelukan hangat dari Irene yang sangat merindukan sosok winona.
"apa kau benar-benar winona...kau hidup dengan baik...dan sangat cantik..." ucap Irene yang tak henti hentinya memuji kecantikan Winona
"kamu juga cantik.. akhirnya, kalian bisa menikah dan berbahagia... semoga kalian selalu diberkati..."
"selamat ya atas pernikahan kalian..." ucap Darren
"terima kasih..." ucap Tommy
"aku tidak melihat Mario...apa dia takut bertemu dengan ku??" ucap Darren lagi
"seperti nya kakak ku lebih takut bertemu dengan mantan istrinya...", ucap Irene dengan nada candanya.
Winona hanya bisa tersenyum menanggapi Irene, obrolan canda tawa mereka dan saling melepas kerinduan karena sudah lama tak bertemu satu sama lain.
Winona kemudian meminta izin untuk menemui bu Reva dan pak Andreas.
"seperti nya aku harus menemui ibu dan ayahmu . tidak sopan rasanya aku hanya menemui kalian " ucap Winona lagi
"apa kau perlu ditemani??" tawar Darren
"tidak perlu.. " ucap Winona kemudian berjalan menuju tempat duduk Bu Reva dan juga pak Andreas
sontak bu reva dan pak Andreas berdiri tegak, Winona mengadahkan tangan nya untuk bersalaman,bu Reva hanya diam tapi kemudian pak Andreas menjabat tangan Winona.
"apa kabar....pak Andreas..." ucap Winona dengan senyuman nya
"kau tumbuh menjadi wanita cantik dan hebat...aku dan keluarga ku baik...itu berkat Mario yang selalu membantu menyokong kehidupan ku saat ini..."
"dia memang anak yang berbakti...anda sangat bersyukur memiliki anak sepertinya" ucap Winona
"kau benar..." ucap pak Andreas
"hidup mu bahagia ketika mengambil semuanya dari kami???" ucap bu Reva dengan wajah yang tak bersahabat
"aku tidak mengambil apapun dari kalian...aku hanya...mengambil hak yang sudah diwariskan oleh ayah kandung ku...yang kalian bunuh!!!" ucap Winona yang saat ini menahan emosi nya akibat ucapan bu reva
Instagram eunhyeayu90