
Bu Reva gelagapan,ia tak ingin membahas masa lalu kepada Irene.Bu Reva kemudian berdiri dan meninggalkan Irene yang masih menunggu jawaban dari ibunya.
"aahh.. sudahlah... sebaiknya kamu tidur Irene...ibu Lelah..."ucap Bu Reva dengan melangkah kakinya ke tangga.
Irene mengerutkan dahinya,ia semakin dibuat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi kepada kakaknya.
Irene menghubungi seseorang,dan nampak ia berbicara serius kepada orang itu.
...****************...
di apartemen Mario yang barusan sampai langsung menaruh jaketnya di atas sofa.ia kemudian menuju etalase penyimpanan wine dan mengambil sebotol wine itu dengan helas kecil yang sudah tersedia didekat kabinet .ia menuangkan nya dan kemudian meminumnya.
Mario kemudian berjalan kearah balkon,ia membuka pintu balkon yang terbuat dari full kaca itu,
"Winona.... siapa dirimu sebenarnya..."ucap Mario sambil melihat kearah gedung-gedung yang berhiaskan lampu-lampu indah dimalam hari .
tiba-tiba pintu apartemen Mario terbuka, Mario menoleh kearah suara langkah yang mendekati dirinya.
"ada apa kesini???kamu butuh uang?? liburan??atau tas mewah???" ucap Mario
"apa aku terlihat seperti seorang pengemis di sini???aku sudah bekerja di kantor ayah sekarang...uangku juga banyak..."ucap Irene yang langsung duduk di kursi balkon.
Mario tersenyum melihat tingkah adiknya yang berlagak dewasa sekarang,
"padahal Minggu kemarin kamu baru saja menyuruhku transfer pembayaran tas mewahmu itu kan..."ejek Mario
"ahhh..kakak.. jangan pelit-pelit lah ...uangmu kan lebih banyak dari uangku... cuman segitu doang mah kecil buat kakak .." ucap Irene kesal
"ahh dasar....kamu yang memulai kamu juga yang butuh dikasihani..."
"kak ..?"
"apa??"
"gadis yang kakak kencani sekarang???apa benar dia masih berusia 19 tahun??"
"ada apa dengan mu.. jangan mengurusi privasiku..aku saja tidak pernah mengurusi privasimu..."
"ihhh kakak...aku kan cuman nanya..kalau itu benar... berarti dia lebih muda 4tahun dariku ya kak...", ucap Irene menahan tawa
"apa nantinya aku panggil dia kakak ipar...?" ucap irene lagi
Mario terdiam, sebenarnya ia tidak mempermasalahkan jarak usia dirinya dan Winona, tapi kepribadian Winona yang sangat berbeda dengan wanita yang selama ini ia kenal.
"apa kamu akan menyuruh kekasih mu untuk menunggumu di depan pintu apartemenku...bawa dia masuk!!!"ucap Mario mengalihkan perhatian
Irene menahan malu, karena kakaknya Mario sangat tahu jika saat ini ada seseorang di depan sedang menunggunya.
"kenapa kakak bisa tahu jika aku kesini dengan seseorang...?" ucap Irene
Mario tidak memperdulikan irene dan kemudian berjalan menuju pintu masuk apartemennya,dan membukanya,
Irene yang panik kemudian mengekor dibelakang Mario,ia takut jika kakaknya melakukan sesuatu
"Masuklah..."ucap Mario
Tommy tampak kaget dengan Mario yang sudah berdiri didekat pintu,lebih kagetnya lagi Irene ada dibelakang mario dengan wajah was-was.
"masuklah..."ucap mario lagi, kemudian mario melangkah masuk kedalam apartemennya,
ia lalu duduk di meja makan sambil mengambil buah yang tersedia,
Irene dan Tommy saling pandang, Tommy memberikan isyarat lewat mata ke Irene.irene hanya menanggapinya dengan menggeleng pelan, menandakan tidak ada apa-apa.
langkah tegap tommy menuju ke ruang makan yang saat ini terdapat Mario yang menyantap buah.
"maaf... karena saya telah lancang mengencani Irene adik anda..."
Mario memberikan ekspresi datarnya dengan masih menikmati buah yang ada ditangannya.
"tidak usah meminta maaf kepadaku...aku tidak mempermasalahkan itu..aku berharap kamu bisa menjaga adikku dengan baik .."
"terimakasih " ucap Tommy merasa lega karena disetujui oleh Mario
"Irene...",panggil Mario
"buatkan kopi untuk kita berdua..."
"iya kak ..",ucap Irene yang meninggalkan mario dan Tommy,ia sempat melirik sekilas kearah Tommy, pandangan mereka bertemu tapi Irene kemudian segera mengalihkan pandangannya.
Mario melirik kearah Tommy, "apa ayahku masih mencari keberadaan keluarga itu.."
"maaf...saya tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan untuk Anda.."
Mario menahan kesal dan menatap Tommy dengan wajah sengit, "aku sudah tahu semuanya....kamu tidak usah menutup-nutupi"
"tuan sedang mencari keberadaan anak dari keluarga Candra, ternyata selama ini keluarga Candra memiliki seorang anak yang tinggal di Indonesia...tuan sepertinya merasa harus waspada.karena jika anak itu masih hidup..ia akan mengambil sebagian aset yang dimiliki oleh perusahaan Andreas..."
"aku tidak membenarkan tindakan ayahku ... yang mengambil hak orang lain begitu saja..tapi aku juga tidak menyukai mereka yang telah bermain curang dalam bisnis ini...apa yang kamu ketahui tentang anak itu sekarang???"
"yang saya tahu.. jika keluarga Candra memiliki seorang anak gadis"
Mario mengerutkan keningnya,"apa ayahku tahu tentang hal ini..."
"iya ...tuan besar tahu .. tadi saya baru memberikan informasi ini terhadap beliau..."
"ayahku tidak akan tinggal diam jika menemukan gadis itu... segera cari tahu keberadaannya...dan pastikan. aku mengetahuinya lebih dulu dari pada ayahku..."
Tommy tampak berpikir,tapi kemudian ia mengiyakannya "baik..."
Mario kemudian mencari ponselnya dan melihat chat dari nomor yang tak dikenalnya,
pesan isi chat : "sayang... kenapa kamu memakai pemeran pengganti untuk video mu itu... padahal itu adalah aku... segera kamu bereskan atau kalau tidak aku akan menjumpai wartawan jika semua skandal yang kamu buat adalah bohong!!!"
Mario memberikan ponselnya kepada Tommy,dan Tommy meraihnya dan melihat isi pesan chat itu.
"aku tahu kamu begitu cerdas...kamu juga tahu kan..jika wanita yang menjadi kekasihku saat ini adalah bukan pemeran video itu??"
"iya.."ucap Tommy
"bereskan wanita ****** itu...!!!"
"baiklah.." ucap Tommy menanggapinya
Irene datang dengan membawa dua cangkir kopi,ia tampak penasaran apa yang dibicarakan oleh kekasih dan juga kakaknya itu.
"kalian sedang membicarakan apa??"
Mario meraih kopi yang baru diletakkan didepannya,ia membawa kopi itu dengan pergi kebalkon apartemennya.
sedangkan Irene hanya melihat tingkah laku kakaknya yang tampak menyembunyikan sesuatu.
"yang... apa kakakku tadi memarahimu??"ucap Irene khawatir
"tidak.... tenanglah...kami hanya membicarakan bisnis.."ucap Tommy membelai pucuk rambut Irene
Irene yang sangat menyukai tommy begitu senang diperlakukan seperti itu.
"baiklah.. aku percaya...aku sedikit lega karena kakakku tidak punya pikiran memisahkan kita..."
"aku malah takut jika kakakmu bisa saja berubah pikiran dan tidak menerimaku..."ucap Tommy
Irene panik dan memegang tangan Tommy, "kenapa???apa kakakku memberikan sinyal seperti itu .."
"aku takut suatu saat nanti kakakmu kecewa terhadap ku.. kalau aku tidak bisa menepati janjiku kepadanya untuk membahagiakanmu..."
Irene memeluk Tommy dengan erat, seakan tak ingin kehilangannya.
"aku tidak akan membiarkan hal itu....aku sekarang sudah berubah...aku tidak akan boros dan juga meminta hal aneh-aneh kepadamu..."
"jangan bilang seperti itu...aku tampak seperti seorang yang pelit kepada kekasihnya...aku hanya ingin kamu mengurangi kebiasaanmu berbelanja barang mewah karena aku takut jika nanti tidak dapat sepaham dengan gajiku..."
"iya... maafkan aku...aku akan menurut..."
Tommy tersenyum kearah Irene, Mario yang ada diluar balkon melihat sekilas perlakuan manis yang ditunjukkan oleh Tommy kepada adik kesayangannya.mario kemudian tersenyum melihat adik yang begitu disayanginya bahagia.
Instagram eunhyeayu90