WINONA'S LIFE

WINONA'S LIFE
chapter 10



saat ini Winona berada di salah satu cafe di pusat ibukota, setelah menerima telepon,winona memutuskan untuk pergi dan meninggalkan Mario yang saat ini masih melakukan pemotretan.


Winona duduk disalah satu ruangan VIP yang telah disediakan untuknya,ia menunggu seseorang yang datang untuk menemuinya.langkah kaki beralaskan sepatu heels sedang menuju kearah tempat duduknya, Winona menoleh dan melihat seorang wanita cantik paruh baya sedang menuju kearahnya.


wanita itu saat ini duduk dengan anggun didepan Winona, pancaran wajahnya terlihat lemah lembut bagaikan ibu peri yang turun dari khayangan.itu adalah kesan pertama yang ditujukan oleh ibu Mario saat ini.


"apa kamu menungguku terlalu lama.....maaf aku tadi ada pertemuan dengan teman sosialita ku..."


Winona tak membalas ucapan ibu Mario ini,ia melihat lagi dengan seksama wajah dari wanita didepannya, ternyata yang ia kira salah jika ibu mario ini adalah seorang ibu peri, ternyata wanita paruh baya didepannya ini adalah seseorang yang hanya memakai topeng ibu peri.winona tersenyum miris melihat anggota keluarga Andreas yang selalu pintar berakting.


"tidak apa-apa..."ucap Winona dengan dingin


"aku tidak ingin berbasa-basi...aku akan memberikan kompensasi atas video yang beredar...."ucap bu reva dengan memberikan sebuah kotak perhiasan yang ia keluarkan dari tas mahalnya.


Winona melihat kotak beludru yang berwarna navy itu,ia kemudian membukanya.di sana terdapat kalung berlian yang begitu indah.jika di sebuah drama ketika seorang yang ingin menjadikan uang sebagai timbal balik dari hubungan anaknya.mengapa ibu didepannya ini memberikan sebuah kalung mahal untuk dirinya.


"apa ini sebanding dengan anakmu,Mario...."


Bu Reva mengerutkan dahinya,ia mencerna ucapan dari Winona.


"maksud mu..??"


Winona tersenyum manis kearah Bu Reva,ia menyodorkan kembali kotak perhiasan itu.


"aku sangat mencintai Mario, begitupun sebaliknya...kita tidak akan bisa terpisahkan.."


Bu Reva yang kesal dengan penuturan Winona menutupi raut wajahnya dengan senyuman mendramatisir


"cinta???"ucap Bu Reva dengan diselingi senyum mengejek


"aku tahu kamu adalah orang susah yang sedang memanfaatkan Anakku agar kamu bisa hidup bergelimang harta dengan bersanding di keluarga kami... lihatlah dirimu.. pakaianmu... style fashionmu...huh... bisa-bisanya Mario menyukai gadis seperti dirimu!!!" hina Bu Reva


Winona yang sakit hati dengan hinaan Bu Reva hanya diam dengan tatapan dingin.diladenin pun juga percuma, karena sejatinya dia tidak memiliki perasaan kepada Mario,tapi dalam hatinya ia dapat membuktikan jika Mario akan bertekuk lutut kepadanya.


"aku begitu sedih Anda menghina saya seperti ini..tapi tidak apa-apa... mungkin karena kita belum lah saling mengenal satu sama lain..."


tiba-tiba bu Reva mengambil air putih yang ada di meja dan menyiramkan ke wajah Winona,


byuurrrrrrr


Winona tampak biasa dengan yang menimpanya saat ini,wajah datarnya kini semakin tak menunjukkan emosi apapun.ia kemudian mengambil tisu dan membersihkan kewajahnya.


"ingat baik-baik...aku tidak akan pernah menerimamu masuk kedalam rumahku!!!"


Mario datang menghampiri tempat duduk singgahan dari Winona dan ibunya,ia melirik kearah Winona yang wajah dan juga rambutnya basah.sudah dipastikan Winona baru mendapatkan perilaku kasar dari ibunya.


Mario memegang tangan Winona dan menariknya untuk berdiri,sontak Winona kaget dan menoleh kearah mario.bu reva juga tampak kaget dengan kedatangan Mario.


Winona yang tau itu sontak faham jika hubungan Mario dan juga ibunya tidak baik, seperti hubungan dengan ayahnya.


bu reva tersenyum getir dengan ucapan Mario,ia tak menyangka Mario lebih membela gadis ini dibandingkan dirinya yang notabenenya adalah ibu kandungnya.


"ibu tidak menyukai calon istrimu ini... banyak sekali skandal yang dibuat kalian...jadi ibu hanya memperingatkan agar dia menjauhimu ...kamu tahu ibu kan....ibu tidak menyukai orang miskin yang memanfaatkan keadaan..."ucap Bu Reva enteng


"aku tidak peduli ibu menyukainya atau tidak.. karena itu tidak akan pernah mempengaruhi ku untuk berpisah dengannya....aku akan tetap menikahinya...meski itu tanpa restu ibu..."ucap Mario sambil menarik tangan Winona pergi meninggalkan Bu Reva


Winona sempat melirik kearah Bu Reva yang nampak kesal dengan ucapan mario, Winona memberikan senyuman mengejek kearah Bu Reva, yang membuat bu reva semakin kesal dibuatnya.


Malam harinya disepanjang perjalanan,Di dalam mobil Mario, Winona menatap keluar jendela,ia sama sekalipun tidak punya niat untuk berbicara tentang kejadian yang menimpanya tadi, Mario melihat kearah Winona,ia tak habis pikir dengan sifat yang dimiliki Winona, mengapa gadis disampingnya ini tampak tenang dan selalu menampilkan wajah datarnya.


"maafkan ibuku...."


Winona tersentak dan menoleh kearah Mario,ia tidak menyangka Mario mengucapkan maaf untuk kesalahan ibunya.


"seharusnya aku tidak menerima skandal ini... ini tidak baik terhadapmu.."ucap Mario


"aku tidak apa-apa...aku tahu akan berakibat seperti ini..." ucap Nona dengan wajah datar


"ada apa denganmu... kenapa kamu selalu tampak tenang seperti ini..wajah dinginmu.. jangan tunjukkan itu saat menatap padaku!!!"ucap Mario yang merasa kesal dengan sifat Winona


"jika aku menjual tubuhku kepadamu... berapa banyak yang kamu berikan kepada ku,!!"


mario kaget dengan ucapan Winona hingga ia mengerem mendadak, untung saja jalanan sepi.


ia kembali menatap winona, wajah cantik teduh, dengan mata hazel yang ditumbuhi bulu mata yang lentik.ia tak menyangka akan berurusan dengan gadis 19 tahun didepannya ini, gadis yang begitu misterius dengan wajah dinginnya.


"kenapa kamu tiba-tiba menjual tubuhmu kepada ku...apa kamu sedang membutuhkan uang???"tanya Mario dengan nada kesal


"kamu memiliki rasa kemanusiaan...jadi aku menyukainya...apa kamu masih ingat jika aku akan menjual tubuhku kepada orang yang memiliki rasa kemanusiaan...dan aku sudah menemukannya kepada mu ..."


Mario merasa jika Winona memang sulit ditebak, kemanusiaan yang membuat dirinya menjual tubuhnya.memangnya gadis seperti winona bisa melakukannya dengan lincah?? melihat urat-urat diwajahnya yang tumbuh lurus membuat mario menjadi ragu jika ingin menyentuhnya.


"semua laki-laki akan melakukan hal seperti itu jika wanitanya sedang diperlakukan tidak adil oleh ibunya sendiri...jadi jangan anggap itu hal kemanusiaan...!!!"elak Mario


Winona menyadari sesuatu, jika Mario tidak tergiur untuk mencicipi tubuhnya.bagaimana bisa, padahal dirinya sudah menawarkannya.apa Mario memang tidak sembarang melakukan hal itu kepada seorang wanita???wanita?? wanitanya?? Mario tadi bilang 'jika wanitanya' batin Winona


"jika kamu menganggap diriku menjadi wanitamu...maka.... jadikan aku kekasihmu yang sesungguhnya"ucap datar Winona


Mario mengerutkan keningnya,ia tidak menyangka akan ucapan Winona, bagaimana bisa Winona berbicara seperti ini?apa Winona saat ini mengungkapkan ketertarikan kepadanya?


Instagram eunhyeayu90