
setelah makan malam selesai,mario dan pak Andreas sedang mengobrol diruang keluarga, sedangkan Irene berada di kamarnya.
Winona saat ini sedang melihat lukisan-lukisan yang berada di ruang tamu, lukisan yang indah dan dilukis oleh pelukis ternama dunia,
"kau menyukai seni???"
Winona menoleh kearah sumber suara,ia kemudian menatap mertua nya itu
"aku hanya mengira-ngira berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk membeli lukisan ini"
Bu Reva tersenyum sinis, "ternyata masih mengenai uang???hah ... aku tak menyangka akan menikah kan anakku yang tampan dengan wanita yang sangat materialisme seperti dirimu.."
"aku hanya menanyakan berapa banyak uang yang dikeluarkan... kenapa anda mengataiku..."
"jangan kau kira aku akan merestui hubungan kalian...tidak akan!!!!.... meskipun kamu terlahir dari sendok emas sekalipun!!!"
"anda sangat menyakiti hatiku..."ucap Winona tersenyum meledek
"apa kamu ingin tahu...mengapa aku memberikan mu kalung berlian itu.... kalung yang pernah kau tolak saat aku memberikannya sebagai kompensasi...itu artinya aku tidak akan pernah menerima mu sebagai menantu ku...!!!"
"aku sangat tahu apa maksud kalung itu . terimakasih.... tapi aku tidak akan meninggalkan Mario begitu saja...."
"kau iniiii!!!" ucap Bu Reva dengan menggerakkan giginya
Mario tiba-tiba datang menemui Winona, "ayo kita pulang..."
kedua wanita beda generasi itu menoleh kearah Mario, Mario yang paham benar tentang situasi ini langsung menggandeng tangan Winona dan berjalan keluar dari rumah orang tuanya,
"Mario!!! Mario!!!!"teriak Bu Reva yang tak digubris oleh pasangan pengantin baru itu.
pak Andreas menemui istrinya,ia tahu betul jika terjadi sesuatu antara istri dan menantunya.
"aku menyuruh mu untuk mengenal lebih dekat dengan winona... kenapa kau malah membuat jarak diantara kalian,???"
"perempuan itu begitu licik...kau tahu sayang... dia penuh tipu muslihat!!!" ucap Bu Reva gerampak Andreas menggelengkan kepalanya,dia kemudian meninggalkan istrinya itu dan kembali ke kamarnya.
diperjalanan pulang winona begitu tak tenang duduk disamping Mario, mendengar ucapan Bu Reva sebenarnya sangat menyakiti hatinya, bagaimana bisa ,meski ia terlahir dari sendok emas sekalipun ia tak akan mendapatkan restu dari bu Reva.sebenarnya Winona tak ambil pusing,tapi dengan hinaan itu ia merasa nalurinya menjadi tergerak.
Mario melirik kearah Winona,mario tahu jika Winona menyimpan sesuatu di dalam pikirannya, apa tentang ucapan ibunya tadi yang sempat dia dengar.
"apa kau ingin membeli sesuatu...?"
"tidak!!!"
"bagaimana kalau kita ke club??"
"ahh...tidak... tidak... aku hanya bercanda..." ucap Mario.
"bisakah kita ketempat yang penuh dengan bintang??"
Mario mengarahkan pandangannya ke arah Winona,ia melihat wajah winona yang begitu berbeda,ia tampak kosong dan rapuh.
"baiklah...aku punya tempat rekomendasi untuk mu .."
perjalanan kini menuju sebuah taman kota yang indah, mereka berdua turun dan berjalan kaki.dipinggir taman ada sebuah danau buatan untuk memperindah suasana, lampu indah yang menghiasi tempat itu membuat hati winona merasa nyaman.
"apa kamu menyukai nya..."tanya Mario.
mario memakai Hoodie dan juga masker agar tak satupun orang mengenal dirinya.
Winona menghentikan langkahnya dan melihat kearah Mario, "apa kamu pernah mengalami ditinggalkan oleh orang yang kamu cintai..."
Mario mengerutkan keningnya, dipikirannya saat ini adalah jika winona sedang mengalami patah hati ditinggalkan kekasihnya.
"apa kamu sedang membicarakan seseorang ketika kamu sedang bersama ku??"
"aku sangat merindukannya...", ucap Winona dengan bibir yang bergetar menahan air matanya.
iya,saat ini Winona sedang merindukan orang tuanya,tak tahu mengapa hal yang dilakukan akan sia-sia karena orang tuanya sudah tiada.
Mario tersenyum sinis, "aku bahkan tak mengingat mantan-mantan ku . bagaimana bisa aku merindukan mereka???"
Winona menyadari jika Mario tidak lah mengerti tentang apa yang ia rasakan,dan dirinya tau betul jika mario adalah salah satu orang yang perlu disalahkan atas kematian orang tuanya, karena disaat kondisi ayahnya yang sekarat, Mario tak membantu dirinya memberi tumpangan.
"lupakanlah.... orang seperti mu tak akan bisa mengerti apa arti ketulusan cinta..." ucap Winona dengan membelakangi mario dan berjalan meninggalkan nya,
Mario menarik tangan Winona,dan menariknya dalam pelukan, "apa yang membuat mu ditinggalkan orang itu..."
Winona yang masih dalam pelukan mario, hanya terdiam, matanya berkaca-kaca
"tidak apa-apa... lepaskan aku..."
Mario melepaskan pelukannya, kemudian dia melihat kedua bola mata winona.seakan dirinya pernah melihat Winona.
"aku seperti melihat dirimu saat masih kecil...tapi dmn??" ucap Mario.
Winona menajamkan matanya ia menyadari jika Mario saat ini mengingat dirinya dimasa lalu .
ig eunhyeayu90