
di rumah lama Winona, seorang wanita sedang harap-harap cemas menantikan seseorang yang datang.wanita itu melihat foto keluarga milik nona yang terpajang manis di ruang tamu sederhana itu.
bibi Laras memandang foto itu dengan mata sendu,betapa ia sangat merindukan sosok kakak nya, yaitu Candra Solomon.
"aku meminta maaf kepada mu kak .. karena aku tidak bisa menjaga nona dengan baik ..aku begitu tega membiarkan nona menikah dengan anak orang yang membuat kakak celaka....."ucap bibi Laras dengan menitikan air matanya.
langkah kaki beralaskan heels memasuki rumah ,bibi laras menoleh dan melihat Winona yang saat ini tepat dihadapannya, keponakan nya itu tumbuh dengan cantik apalagi dengan setelan pakaian formal kantoran saat ini,
",kau sudah datang sayang....," ucap bibi laras menghampiri Winona dan memeluknya.
"bibi....aku merindukan mu...." keluh winona
bibi laras menguraikan pelukannya dan melihat kearah Winona, "sayang....bibi juga merindukan mu..."
"duduklah......" ucap bibi Laras sembari duduk diruang tamu sederhana rumah Winona.
Winona duduk mengikuti instruksi bibi nya, "bibi menunggu ku dari tadi??"
"iya....kau diantar oleh Tommy???"
"iya ....kak Tommy mengantar ku...."
bibi laras tersenyum senang,ia tak salah menitipkan Winona kepada Tommy,anak dari teman baiknya
"bibi akan Belanda lusa....kamu punya waktu 1bulan di sini .."
entah mengapa dalam hati Winona mendengar itu sangat begitu sakit.apakah dirinya begitu berat meninggalkan kehidupan barunya.apa dia sudah nyaman dengan pernikahan nya.
"bibi tidak usah khawatir....aku akan segera membereskan nya... setelah itu...aku akan menyusul bibi...."
"ingat Winona... apapun yang terjadi.... berhasil atau tidak rencana mu...kau harus segera meninggalkan keluarga itu.mereka sangat berbahaya...."
"iya bi...bibi Laras tidak usah khawatir..."
"kau cantik sekali setelah menikah...apa anaknya Andreas .. memperlakukan mu dengan baik..." tanya bibi Laras yang melihat penampilan Winona yang semakin bersinar
"bibi tidak perlu khawatir....dia sangat baik kepada ku...."
"apa kau mulai menyukai nya...?" tanya bibi Laras dengan hati-hati,ia melihat Winona sama sekali tak menunjukkan ketidak nyamanan diwajahnya.ia melihat Winona yang semakin segar dan Santai
"bibi bicara apa....aku akan meninggalkan laki-laki itu...sama seperti dia meninggalkan ku saat aku di hutan..."
"syukurlah....bibi bisa tenang.... setidaknya...kamu tidak akan berhubungan lagi dengannya... mereka keluarga yang sangat berbahaya!!!"
"aku sebulan mendatang pasti sangat merindukan mu..."
bibi Laras tersenyum dengan hangat,"kau keluarga ku satu-satunya..aku juga pasti sangat kesepian nantinya...oia aku minta kartu nama Elizabeth...aku kehilangan kontak telepon nya..."
Winona mengerutkan keningnya, ia juga sedang mencari kartu nama itu tapi yak menemukannya.
"bi.... seperti nya..aku menghilangkan nya..."ucap winona
bibi laras terlihat menghembuskan nafasnya, "bagaimana bisa kau menghilangkannya Winona...."
"aku lupa menaruh nya dimana bi...maaf kan aku..tapi aku akan mencari nya lagi di koper ku..."
"bibi hati-hati ya..."
"iya ..kamu juga ..kamu harus banyak makan ...wajahmu pucat sekali..."
"mungkin aku sangat lelah bi...."
"kalau sudah longgar... cepat periksakan ke dokter...."
Winona mengangguk dengan senyuman, apapun dan siapapun yang akan memberikan perhatian kepada, entah mengapa dirinya begitu bahagia.
di sebuah cafe, Tommy sedang bersama Irene.mereka melakukan makan malam dan melepas rindu.beberapa terakhir mereka jarang bertemu, karena mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
"kenapa kamu lama sekali datang sayang...." ucap Irene
Tommy tersenyum,dia menyadari kesalahannya,tapi apapun itu apakah dirinya akan berkata jujur jika dirinya mengantar Winona terlebih dahulu kerumahnya.Tidak.
"aku sedang mengganti oli mobil ku terlebih dahulu... maafkan aku telah membuat menunggu..." ucap Tommy kepada Irene yang terlihat begitu lelah dengan pemikirannya.
"aku kira kamu sedang mengabaikan ku..."
"itu tidak mungkin...kamu kan kekasih ku..." ucap Tommy menggoda
Irene menanggapi nya dengan tersenyum,ia begitu menyukai Tommy saat Tommy baru bekerja sebagai asisten ayahnya,pelan tapi pasti pendekatan nya kepada Tommy membuahkan hasil, karena Tommy menerima cintanya dengan cepat.
"kau sedang ada masalah???" tanya Tommy yang melihat Irene sedikit tak ceria seperti biasanya
"apa kamu bisa dipercaya???" tanya Irene
"kalau kamu tidak ingin membicarakan nya kepada ku tidak apa-apa ...."
"bukan seperti itu...ini sangat sensitif... ibuku melarang ku untuk tak menceritakan kepada siapapun..."
Tommy mengerut kan keningnya,dia masih bertanya permasalahan apa yang membuat nyonya besar melarang Irene berbicara kepada orang lain.
"aku kekasih mu ..dan akan selalu melindungi mu....jika kau tidak ingin mengatakan nya...maka jangan katakan apapun..." ucap bijak dari mario.
"seperti nya... aku harus mengatakan nya...."
"apa...?" tanya Tommy
"perusahaan ayahku ..' Andreas group' hanya perusahaan kosong.... selama ini ayahku bekerja...tapi kami tak punya hak atas hasil kerja keras ..uang itu mengalir ke akun lain.dan juga aset seluruh perusahaan...bukan ada pada ayahku...jadi... sebenarnya..ayahku hanya bisa menjadi boneka kayu yang suatu saat nanti bisa tergelincir dan jatuh tanpa harus menunggu merugi..."
Tommy mengerut kan keningnya,dia sangat faham betul mengenai apa yang diucapkan Irene kepada nya,dia terdiam dan tampak sangat menyesal kan sesuatu.
"kamu memiliki bukti nya..."
Irene mengangguk,dan memberikan sebuah flashdisk kepada Tommy.
Tommy memegang itu dan dia seperti sangat kesal.
"Winona.... semuanya tampak sia-sia " ucap Tommy dalam hati
Instagram eunhyeayu90