
"Siapa dirimu???" ucap Winona dengan sinis.
wanita itu menoleh kearah winona,ia kaget dengan suara Winona yang tampak seperti memarahinya,
"aah ..aku sampai lupa... perkenalkan...Aku Irene... adik dari Mario" ucapnya tersenyum
Winona kaget, ia tak menyangka jika mario memiliki seorang adik wanita.
"aku Winona..."
"aahh..aku sudah tau....aku melihatmu di artikel dan juga di infotainment... sekarang,lagi hits nya bahas percintaan kalian..aku tak menyangka jika kakakku akan semanis itu terhadap wanita..."
"maaf karena kehebohan berita ini.. dapat membuat kalian tidak nyaman..."
"aahh ...tidak kok.... dengan adanya skandal kalian..aku jadi tahu siapa wanita yang sedang dipacari kakakku... selama ini kak Mario tidak pernah seterbuka ini dengan media... meski dulu banyak yang bilang kakakku memiliki banyak kekasih.. tapi sebenarnya kakakku tak pernah memiliki ikatan apapun dengan seorang wanita, kadang aku berpikir..ada apa dengan dirinya... kenapa harus bermain dengan wanita bayaran.. kenapa tidak mencari satu wanita dan menjalani hubungan dengan baik, tapi kini aku lega. karena kakak ku sudah memilih dirimu. wanita yang tepat bagi kakakku...." ucap Irene tersenyum tulus kepada Winona
winona merasa keanehan dalam dirinya,ia begitu tersentuh mendengar penuturan irene kepadanya . 'bagaimana bisa aku terbawa suasana seperti ini .ini kan skenario yang aku buat... tapi kenapa seakan-akan aku begitu senang mendengarnya ' batin Winona
winona menguasai dirinya,ia kembali dalam wajah datarnya, "sepertinya aku harus pergi...aku ada sedikit urusan .."
"tunggu... tunggu sebentar lagi,aku sudah menelepon kakakku..dia akan kesini.."
Winona terlihat tenang,ia tahu jika ini yang akan terjadi.ia menghela nafasnya berat.
"nah ...itu dia...kak!!!!"sapa Irene
Mario melihat Irene duduk berdua dengan Winona.ia melihat winona yang tidak menoleh kearahnya, Mario kemudian berjalan menghampiri Irene dan juga Winona
"kak....aku bertemu dengannya...apa kakak selalu membawa kekasih kakak kemana-mana... pagi-pagi sudah diruangan kakak..."ledek Irene
Mario tak menggubris godaan Irene ,ia melihat sekilas kearah Winona yang sampai saat ini masih melihat kearahnya,wajah dingin dan datarnya masih menempel di wajahnya yang cantik
"sudah jam berapa ini . apa kamu tidak pergi ke kantor... lihatlah ini sudah pukul 10...ayah pasti akan memarahimu..."
"aku malah datang kesini disuruh ayah...ini.. undangan untuk menghadiri ulang tahun perusahaan... kakak hadir ya... jangan lupa ajak dia" ucap Irene dengan menyerahkan kartu undangannya.
"kalau sudah.. pergilah..."
Irene melirik kearah Mario kemudian ke Winona,ia sedikit curiga ada apa dengan kedua sepasang kekasih ini.
"apa kalian sedang bertengkar??" tanya Irene dengan mode keinginan tahuan
"Irene!!! sekali lagi kamu berbicara...aku akan merubah pemikiranku tentang Tommy!!"
Irene yang kaget dan takut kemudian berdiri dan segera meninggalkan meja
"oke .oke..aku pergi dulu ya..."ucap Irene dengan sudah berlalu pergi tanpa menunggu jawaban dari Mario
Mario mengambil undangan yang tergeletak dan merobeknya,hal itu tak luput dari pandangan winona yang merasa tak heran,ia melihat kearah Winona yang masih mematung tanpa ekspresi,
"berdirilah...aku akan mengantarmu..."
Winona menoleh kearah Mario, "apa jawaban mu tentang untuk mengakhiri hubungan kita??"
"aku baru saja naik terbang dengan pesawat ku yang baru...aku tidak mungkin mencansel hanya karena pesawat lamaku sudah bisa aku naiki...jadi aku akan memanfaatkan mu selagi aku bisa memulihkan pundi-pundi uang ku yang habis karena harus membayar banyak royalti..."
"kalau aku tidak mau...??"
"apa kamu pikir kamu masih memiliki pilihan...??kamu sekarang sudah terjerat dengan skandal artis besar seperti ku.. media akan menyorot dirimu dan menelanjangi privasi mu..."
Winona terdiam, ia tidak sedikit pun terpengaruh oleh Mario.
"kita lihat saja nanti.." ucap Winona
Winona kemudian pergi meninggalkan Mario.Mario hanya bisa terdiam melihat respon dari Winona.baru kemarin ia meneguk rasa manis gadis ini.tapi selang berganti malam,gadis ini berubah seratus delapan puluh derajat.
...****************...
Irene memasuki kantor ayahnya tanpa menyapa sekretaris yang berada di luar.
"ayah sedang sibuk..."
"aku tadi baru fitting baju yah...ini acara penting,jadi aku harus memakai gaun yang bagus..."
pak Andreas menghela nafasnya kasar,ia tak habis pikir dengan pola pikir anaknya yang sama sekali tak sama dengan dirinya, tidak untuk mario dan tidak untuk Irene.
"apa kamu sudah sampaikan kepada kakakmu.."
"sudah...aku juga bertemu kakak ipar disana..."
pak Andreas mengerutkan keningnya,ia tak habis pikir,Mario membawa gadis itu kemanapun.
"apa kakakmu terlihat kentara sangat mencintai gadis itu, sehingga kemanapun dia membawanya!!!"
Irene menerawang dan mengangguk, "seperti yang ayah pikir ...kakak tampak sangat melindungi gadis itu... gadis itu sangat cantik...pantas saja kakak begitu tergila-gila kepadanya...tapi ada yang aneh dengan sikapnya...,"
"apa yang aneh??"
"apa ayah tidak menyadari...jika dia begitu dingin untuk seorang yang saling mencintai...dia bagaikan putri es ...tak ada kehangatan di raut wajahnya..."
"ayah baru bertemu sekali dengannya...jadi ayah tidak memahami sedetail itu..."
"wajahnya itu seperti robot... tidak ada ekspresi apapun...ia hanya menggerakkan matanya jika ia sedang tak nyaman dengan keadaan...ahhh... kakak memang benar-benar aneh memilih calonnya... Untung gadis itu cantik..."
pak Andreas tampak terdiam, Irene melihat kearah wajahnya yang tampak khawatir.
"apa ayah mengkhawatirkan kakak???"
"aku belum menyuruh orang untuk menyelidiki siapa gadis itu...apa itu perlu??"
"emmm... sepertinya perlu yah...ini demi kebaikan kakak... tapi, jangan sampai kakak tahu... kalau kakak tahu... dia akan marah besar..."
"baiklah...ayah akan menyuruh orang untuk menyelidikinya... sekarang kamu pergilah keruangan mu.."
"oke ayah ..." ucap Irene sambil pergi dari ruangan kerja ayahnya.
pak Andreas terdiam ia seperti menerawang saat ia pertama kali bertemu dengan Winona.dia seperti melihat seseorang yang pernah ia temui.
"ahh.. tidak mungkin...aku mungkin terlalu banyak khawatir dengan yang Tommy sampaikan.."
Winona sudah sampai dirumahnya tengah malam, setelah mengikuti jam kerja Mario ia tampak begitu lelah ditambah lagi Mario juga bersikap dingin kepadanya.
drttt
drttt
Winona melihat kearah ponselnya yang tergeletak di kasur,ia kemudian mengangkatnya.
"iya..."
"apa"
"jadi dia sudah mulai menyelidiki ku??"
"jalankan rencana kedua...aku akan bergerak secepat mungkin agar bisa masuk kedalam keluarga mereka.."
"aku tidak apa-apa.. jangan khawatirkan aku ."
"aku mempunyai seseorang yang bisa membantu ku..."
"jalankan saja dimana semestinya...kamu juga hati-hati"
"bibi Laras sepertinya juga mengawasi kita dari jauh... aku takut bibiku mengahalau segalanya,kamu tahu sendiri kan...bibiku terlalu mengkhawatirkan aku"
"baiklah... terimakasih informasinya "
Winona memutus sambungan teleponnya,ia kemudian mengetik sesuatu di layar ponselnya.
Instagram eunhyeayu90