
Winona sekarang bersama Mario di dalam mobil, mereka dalam perjalanan ke tempat pemotretan di daerah puncak.setelah kehebohan skandal yang tercipta berhari-hari dan Mario yang sempat vakum tak melakukan aktivitas kini ia bisa melakukannya lagi semua itu berkat ide gila dari Winona.
Mario melirik kearah Winona yang menahan kantuknya dengan beberapa kali terhuyung ke samping jendela, tiba-tiba Mario meraih kepala Winona dan menyenderkan kepundaknya.winona yang tak sadar akibat sudah tertidur pulas tidak tahu jika kini ia bersandar dibahu siapa.mario hanya menanggapi dengan senyuman manisnya.
pak sopir melihat kearah kaca spion dan tampak tersenyum, senyuman itu tak luput dari mata elang Mario yang tak sengaja melihat kearah depan.
"apa yang kau tertawakan... lihatlah jalan didepanmu...!!!"ucap Mario terlihat gugup akibat reaksi sang sopir.
"ehem...baik tuan..." ucap sopir yang salah tingkah
Mario melihat lagi kearah Winona,ia kemudian tak sengaja melihat kalung emas putih berliontinkan berlian.mario mengerutkan dahinya.jika Winona yang selalu mengatakan ia hidup susah dan sebatang kara hanya ingin bekerja agar mendapatkan uang, mengapa dirinya bisa memiliki perhiasan yang begitu mahal di lehernya.apa itu pemberian seseorang.
mobil itu sudah sampai di suatu vila di daerah puncak, sudah banyak kru yang sedang mempersiapkan pemotretan,tapi berbeda dengan kondisi diluar, Mario yang masih sabar menunggu Winona bangun dari tidurnya tampak Santai memainkan ponselnya.
Winona menggeliat dan ia melotot tajam,ia merasakan kepalanya bersender dibahu seseorang ia kemudian duduk tegak dan menata rambutnya,
"kamu sudah bangun???"ucap mario yang santai memainkan ponselnya tanpa menoleh kearah Winona
"maaf...aku ketiduran"ucap Winona yang melihat keadaan diluar mobil,ia melihat kru majalah sudah mempersiapkan spot-spot foot yang akan digunakannya.
"kita harus keluar...kamu belum makeup kan...?" ucap Winona yang menyadari jika Mario belum melakukan persiapan apapun padahal dari jadwal yang tertera sudah melakukan pemotretan sin dua.
Mario menoleh kearah Winona,ia tampak tersenyum,"aku menunggu calon istriku bangun... mereka sudah tau aku kesini dengan dirimu... jadi jangan berakting menjadi asisten ku sekarang.. karena seluruh dunia tahu jika kamu calon istriku..."
Winona terdiam,ia menyadari jika posisinya sekarang sudah naik tahta menjadi tunangan Mario.skandal yang ia buat sepertinya sudah menyebar keseluruh antero negeri.
"jadi ayo kita keluar sama-sama..." ucap mario sambil membawa tas besar yang tadinya dibawa Winona sekarang ia membawanya sendiri.winona masih mematung dengan perilaku Mario, kemudian pintu mobil terbuka ia melihat Mario membukakan pintu itu untuk dirinya, Winona sedikit tertegun dengan sikap Mario yang menurutnya berlebihan.
"seharusnya kamu tidak melakukan hal ini...ini membuat diriku tak nyaman..."ucap Winona yang masih dalam mode datar.
"tidak apa-apa...kamu kan calon istriku..."ucap Mario dengan seny mengejek ke arah Winona.
Winona tahu jika perbuatan Mario itu tidaklah tulus, Winona sangat hafal betul tabiat buruk dari orang didepannya ini.ia melihat kearah depan,ada seseorang yang memotret kearahnya dan Mario.kemudian ia memandang wajah Mario lagi, pandangan mata mereka bertemu.sorot mata elang sang aktor membuat winona hampir terbius, Mario mendekat kearah wajahnya dan beralih keleher jenjangnya, tiba-tiba
cup..
kecupan hangat dan mendalam dileher jenjang Winona membuat leher yang tadi putih mulus kini membekas tanda merah.dan itu tidak disadari oleh Winona.
"apa yang kamu lakukan!!!"ucap winona yang menahan amarahnya dengan suara membisik.ia takut jika ia berteriak maka orang-orang akan mencurigainya.
Mario tersenyum manis mendengar kemarahan Winona yang tidak bisa ia luapkan ditempat yang banyak orang seperti ini.
"aku hanya penasaran.. bagaimana rasa leher indahmu itu.. ternyata sangat berbeda dengan wanita-wanita yang pernah aku kencani..."
"kamu memiliki daya tarik dan fantasi tersendiri..." ucap Mario tersenyum dan kemudian pergi meninggalkan Winona yang mematung akibat perkataan Mario.
"apa dia sedang memerankan film klasik,daya tarik???fantasi???..."batin Winona yang dongkol akibat kecupan yang dilakukan mario di lehernya.
Winona mengusapnya dengan tangan,ia merasa jijik dengan sesapan yang dilakukan mario tadi.
saat ini mario tengah sibuk bergaya di outdoor dengan kamera-kamera yang menyorot kearah nya. dari arah jauh winona memperhatikan mario yang memang profesional dengan bergaya khas model profesional.winona tak habis pikir bagaimana bisa Mario memerankan karakter yang berbeda di setiap spot foto yang dibuat oleh kru.
"hai..."sapa seorang wanita yang diketahui makeup artist yang menangani Mario
"haiii juga .."ucap Nona dengan gelagapan.
"aku tak menyangka jika Mario sudah memiliki tunangan.... Mario terlalu misterius dengan hubungan pribadinya...kami yang sudah lama bekerja sama.. sampai tidak tahu, siapa saja yang pernah dekat dengannya...kini aku bersyukur..jika Mario bisa membuka jati diri asmaranya didepan publik...meski dengan didahului insiden video itu.."ucapnya dengan malu
Winona memejamkan matanya sebentar menahan malu, bagaimana bisa ia menggantikan sosok wanita pemeran video porno yang dilakukan mario dengan wanita lain.
"kamu jangan malu.. banyak pasangan kekasih yang melakukan hal itu sebelum pernikahan mereka...tapi aku lega ....jika Mario melakukan itu dengan tunangannya...mario benar-benar gentleman...dia tidak sembarangan melakukan dengan sembarang wanita.."
kata-kata yang keluar dari mulut makeup artist membuat Winona merasa muak, bagaimana bisa ia berbicara seperti itu.jika dia tau kalau sebenarnya Mario bukanlah orang baik,maka dunia ini akan menghujatnya sampai ke akar-akarnya.
Winona yang tak nyaman segera berpamitan untuk ke toilet, "aku... pamit sebentar ketoilet.. jika Mario menanyakanku.. bilang saja seperti itu .. permisi..."
"ah..iya..."ujar wanita itu tersenyum.
winona berjalan tergesa-gesa menuju kearah toilet di villa itu,ia masuk dan menutupnya kembali.ia menuju wastafel dan membasuh mukanya,ia mengaca dan melihat ada yang aneh dilehernya.winona meraba,tapi tidak merasakan sakit.tapi kenapa lehernya memerah.kemudian ia menyadari sesuatu.
"****!!!!"umpatan Winona lolos dari mulutnya.
Winona kesal dengan tindakan Mario yang membuat dirinya kini menahan malu dengan leher yang memerah seperti ini.pantas saja orang-orang melihat kearahnya terlihat sungkan.ternyata dilehernya ditumbuhi bekas ****** yang ditinggalkan oleh Mario.
drrt...drttt...
Winona melihat kearah ponselnya,nomor telepon yang tak tersimpan didalam kontaknya, Winona tampak ragu untuk menerimanya tapi ia juga penasaran siapa pemilik nomor tersebut.
"Hallo...."
Winona mendengar kan wanita diseberang telepon berbicara.winona yang tadinya ragu kini ia mulai menunjukkan wajah dinginnya.
"baiklah...dimana aku bisa bertemu dengan anda??" ucap Winona yang menajamkan pandangannya kearah kaca.
Instagram eunhyeayu90