WIMU When I Meet You. (Nadien Part)

WIMU When I Meet You. (Nadien Part)
30



"Ndien, Ndien, Ndien bangun sayang. Udah pagi, ntar kamu telat lagi" aku merasa ada yang mengganggu tidur ku. Namun mata ku enggan untuk terbuka. Rasanya berat sekali, jadi tak ku hiraukan sekalipun dari tadi badan ku di goyang-goyang.


"Ndien, bangun sayang, udah pagi udah jam tujuh. Ntar kamu telat lagi" makin lama ritme goyangan nya makin kuat dan suara Mama tambah keras. Tapi sekali lagi aku belum siap untuk mmebuka mata.


"Nadien bangun, kamu dengar Mama nggak sih?"


"Bentar lagi Ma, Nadien masih ngantuk"


"Ya ampun nih anak kayak kebo. Kamu tidur jam berapa semalam?"


"Nggak tahu"


"Eh tahu nggak di bawah ada William lagi nunggu kamu"


"Hah serius Ma" aku langsung bangkit dari tempat tidur. Ini yang dinamakan The Power Of Love.


"Giliran dengar nama Willi langsung bangkut"


"Hehehhe"


"Ya udah buruan mandi sana. Nanti keburu di tinggal sama Willi"


"Iya Ma, thanks udah bangunin. Hehehhe"


"Hmmm" Mama keluar dari kamar ku sedangkan aku langsung mengambil handuk dan seragam ke kamar mandi dengan terburu-buru. Ku lirik jam sebentar "Mampus, bentar lagi masuk". Aku langsung cepat-cepat ke kamar mandi dan alhasil aku nggak mandi, cuma cuci muka sama sikat gigi doang. Kalau nanti William protes karena aku telat bangun, aku bakalan balik protes. Siapa suruh dia nyanyi nya panjang amat jadi nya kan aku telat tidur terus ya wajar lah kalau telat bangun. Orang dewasa dianjurkan untuk beristirahat di malam hari kurang lebih 6-7 jam. Jam normal tidur mulai dari jam 9 malam sampai jam 10 malam paling lama. Kalau rentang waktu tidur paling lama selama 7 jam, berarti kita harus bangun jam 5 atau paling lambat jam 6 pagi. Nah, semalam aku tidur sampai jam 12 malam, sekarang jam 7 pagi kurang lebih 10 menit lagi jam setengah 8 wajar kan aku bangun nya jam segini. Kalau nggak percaya hitung aja sendiri, hehehehe.


Setelah berpakaian aku berlari kecil menuruni setiap anak tangga. Lalu aku buru-buru ke ruang tamu, dan senyum-senyum saat aku melihat Willi yang sedang memandang jam di tangannya. Dia hanya menarik nafas, lalu aku menghampirinya.


"Kamu udah lama ya nunggu aku?"


"Hampir setahun neng, kenapa nggak besok aja kamu bangun?" tuh kan di protes.


"Aku telat bangun kan karena kamu juga" hehhe, dengan sedikit manja aku merayu nya dan merajuk, dia hanya bisa menarik nafas dan berdiri dari tempat duduk nya. Kemudian kami pamit dengan Mama dan Bi Ina, lalu beranjak menuju parkiran.


"Aku nggak mau tahu ya, kalau kita telat kamu harus tanggung jawab" William mengoceh dari tadi saat dia memberikan helm padaku. Tentu saja aku tidak terima.


"Lho kok aku? Kan kamu yang buat aku tidur larut malam"


"Kamu kan yang nelpon"


"Iya tapi kan aku niatnya cuma sebentar"


"What ever"


Eh Kong kalau nggak niat ngantar mending nggak usah. Buat bad mood aja.


Benar saja, saat kami tiba di Sekolah kami di tahan oleh Guru piket. Bukan hanya di tahan, tapi kami di kasih marchandise yaitu ember dan bundar WC. Oh My God, mimpi apa aku semalam sampai-sampai harus membersihkan WC. Aduh sial banget hari ini.


"Kamu sih, telat bangun, gini kan jadinya"


"Kok jadi aku sih yang salah"


"Tahu gitu mending aku tinggalin aja kamu"


"Oh nggak ikhlas nih ceritanya, ya udah besok-besok nggak usah jemput dan nggak usah telpon aku lagi"


Saat sampai di depan WC, aku terkejut melihat pemandangan nya. "WOW" "uuueekkkk...." pemandangan dan bau yang di sediakan WC pada kami berhasil membuat ku muntah. "Sumpah, mulai hari ini aku berjanji nggak akan telat lagi. Gila bauk banget, uueeeekkk" "kamu nggak papa?" "hah? Nggak papa cuman mules aja" "baru segitu udah mules" segitu???.


"Udah nggak perlu banyak drama, buruan bersihin nih WC. Gara-gara kamu nggak bisa ikut uh Geofgrafi hari ini. Terpaksa deh aku ikut ujian susulan"


"Terus aja salahin aku"


Aku masuk ke dalam WC dan mulai membersihkan lantai. Dari tadi Willi mengikuti ke mana aku pergi, tapi aku berusaha untuk menjauh. Dia juga ku diamkan.


"Mentari bersinar, terangi pikiranku. Na...Na...Na.." karena merasa di hiraukan William berusaha mengganggu ku dengan bernyanyi. Awalnya suara nya masih bagus, namun lama kelamaan suaranya makin keras dan pada puncaknya berhasil membuat gendang telingaku hampir pecah, saat dia menyanyikan lagu Moana.


"I Am MOAAAAAANNNAAAAA"


Plakkk...


"Aduh" refleks aku memukul punggung nya dengan gayung, dia pun kesakitan lalu menoleh ke arahku.


"Eh kamu pikir kita di suruh konser?"


"Nggak papa lagi. Kan nggak ada yang larang"


"Nggak ada kamu bilang? Terus mentang-mentang nggak ada yang larang kamu bisa gitu seenak nya nyanyi sesuka hati mu mau sekeras apa, iya gitu?"


"Eh Neng, jangan marah-marah muluk. Ntar kerutannya makin nambah" rambut ku di acak-acak.


"IIhhh... kamu tuh ya bisa nya cuma buat orang kesal tahu nggak"


"Kamu lagi kesal?"


"WILLIAM" aku segera masuk ke kamar mandi dan mengisi gayung yang kosong itu dengan air. Lalu aku keluar dan henak melempar air itu ke badan Willi. Tapi sayang nya dia tahu dengan rencana jahat ku dan langsung menghindar. Tetapi dia tetap basah karena terkena cipratan air.


"Kamu gila ya? Kalau badan aku basah gimana?"


"Iya memang itu niat ku, biar aja badan kamu basah. Biar aja basah"


"Oh kayak nya kamu cari masalah" aduh mampus aku harus segera kabur, William mau membalas perbuatan ku tadi. Gimana ini? Dia mencari-cari gayung di setiap bak, setelah dapat gayung itu pun di isi air dan dia mulai mendekati ku. Aku bingung harus lari kemana, mau keluar pintu di kunci sama Guru piket tadi, katanya nanti kami kabur lagi, makanya Ibuk itu mengunci kami berdua. Willi makin mendekat, aku terus mundur dan mundur menempelkan badan di dinding.


"Will, ampun Will" tetapi tidak ada kata ampun dan dia langsung menyiram air itu di badan ku. Muncullah senyum kemenangan di bibirnya. Aku menjadi semakin panas, dan aku pun masuk ke kamar mandi dan mengisi gayung yang ku pegang dengan air. Melihat aku akan membalas perbuatannya dia pun melakukan hal yang sama dengan ku. Alhasil kami saling siram siraman dan sama-sama basah. Dan bertingkah seperti Tom and Jerry. Sampai bel berbunyi.


"Eh, Kingkong kamu pikir aku ke Sekolah buat basah-basahan"


"Terus kamu pikir kamu aja yang basah. Kamu yang mulai duluan kan"


"Iya tapi kan tadi cuma sepatu sama celana kamu doang yang basah, lah aku semuanya basah, sampai rambut ku juga basah gara-gara kamu"


"Nih, coba kamu sentuh baju aku, kering? Terus ini rambut aku, kering juga? Nggak kan?"


"Dasar kingkong. I hate you"


"Me too. Aku nyesal nembak kamu, ternyata kamu kayak anak kecil"


"IIIIHHHHH"


Tiba-tiba pintu WC terbuka.