
Bel istirahat berbunyi.. Guru Biologi kami mengatakan untuk melanjutkan penelitian ini di pertemuan selanjutnya. Kami semua menyiapkan buku dan keluar dari ruang Lab. Aku sengaja keluar paling terakhir. Karena aku malas berdesak-desakan. Saat aku keluar. Ternyata Willi sudah menungguku di balik pintu ruang Lab. Dan langsung mengejutkanku saat aku keluar dari pintu. Hanya saja aku langsung menangkap dirinya yang hampir berhasil melakukan aksinya.
"Ya ampun Will.. jangan bilang kalau kamu mau kagetin aku lagi"
"Hmm... rencananya sih iya"
"Kamu tuh ya.. makin lama makin nyebelin tau nggak"
"Hehe, kamu laper nggak?"
"Nggak sih"
"Ya udah ikut aku yaaa"
"Kemana?"
"Lihat aja ntar"
Willi menggenggam tangan ku sepanjang perjalanan. Aku bingung mau di bawa ke mana. Setelah sampai di tempat tujuan ternyata dia membawaku ke ruang musik. Ternyata Willi anak band di sekolah kami.
Ya ampun kenapa bisa aku tidak tahu kalau dia anak band. Padahal kan band mereka cukup terkenal di sekolah. Memangnya aku sekuper itu ya. Nggak tahu apa-apa soal perkembangan sekolah.
Melihat kedatangan kami, teman-teman Willi menyapa Willi sambil bersalaman ala anak band.
"Hei... bro.. udah lama banget nih, nggak latihan"
Sapa salah satu teman nya.
"Hei juga bro.. iya nih akhir-akhir ini gua sibuk"
"Sibuk apaan.. sibuk sama gebetan baru yaaa"
"Heheehe.. nggak juga. Oh ya kenalin ini Nadien, teman baru gua.. Ndien ini namanya Tian dia drumer di band ini, lalu ini Niko dia bassis, terus ada Nathan dia pianis dan ini Mikhael vokalis kita"
Willi memperkenalkan aku pada teman-teman nya. Lalu aku menyalami mereka satu persatu.
"Yuk latihan"
Ajak salah satu teman Willi.
"Kamu mau ikutan?"
Willi mengajakku untuk ikut latihan bareng mereka.
"Nggak usah.. aku liat kamu dari sini aja"
"Ya udah, aku latihan dulu yaa.."
Mereka mengambil bagian masing-masing dan mulai memainkan alat dan peran mereka masing-masing. Aku jadi tambah terpesona saat melihat Willi dengan lincahnya memainkan gitar. Mataku benar-benar tak bisa diajak kompromi untuk tidak membuat Willi GR. Sungguh tampan.. perawakan nya tinggi, orangnya ramah, dan selalu bisa membuat hati merasa tenang dan damai. Hampir mendekati sempurna. Kurasa siapapun yang melihat dia pasti suka, apalagi kalau didekatin. Uhh.. kurasa perempuan itu pasti mabuk kepayang. Lagu pertama yang mereka mainkan telah usai. Lalu mereka berkumpul di sekitar ku.
"Oh ya gua hampir lupa. Si Nadien ini suaranya baaaa.... gusss banget. Yaa menurut gua sih apa salah nya kalau dia jadi vokalis cewek di band kita. Ya nggak guys"
"Gua sih setuju-setuju aja. Gua juga bosen nyanyi sendiri"
Sahut Mikhael yang setuju dengan pendapat William.
"Gue juga... sah-sah aja sih"
Sahut Tian.. begitu pula dengan yang lainnya mereka tidak keberatan dengan pendapat nya Willi. Justru aku yang keberatan.
"giymana Ndien?"
Tanya Willi meminta keputusan dariku.
"Gimana.. yaaa.. terus terang aku orang nya pemalu"
"Malu itu biasa kalau baru pertama kali manggung. Ntar kalau udah terbiasa pasti malu nya hilang"
Mikhael memberiku semangat.
"Iya Ndien.. tenang aja kan nggak langsung manggung. Untuk awal-awal cuman kita aja kok yang dengar suara kamu. Ntar kalau kamu udah siap kapan ada pensi baru kamu manggung"
Willi memberikan dukungan padaku.
"Mmmm... gimana ya?"
Aku masih ragu, satu sisi aku senang sebenarnya diajak sama mereka masuk band. Tapi satu sisi lagi aku canggung gimana cara mulainya.
"Gini aja gimana kalau kita coba satu lagu"
Ajak Tian.
Lanjut Niko.
"Gimana kamu mau nggak?"
Tanya Willi pada ku.
"Ya udah deh kita coba"
"Lagu apa nih?"
Tanya Mikhael pada kami.
"Mmm gimana kalau lagunya Jamrud-Pelangi"
"Boleh juga tuh"
Intro pun di mulai...
*30 menit kita disini
Tanpa suara
Dan aku resah
Harus menunggu lama .
Kata darimu
Mungkin butuh kursus
Merangkai kata,
Untuk bicara
Dan aku benci
Harus jujur padamu,
Tentang semua ini
Jam dinding pun tertawa,
Karna ku hanya diam dan
Membisu
Ingin kumaki
Diriku sendiri, yang tak
Berkutik di depanmu
Ada yang lain
Disenyummu
Yang membuat lidahku
Gugup tak bergerak
Ada pelangi
Di bola matamu
Dan memaksa diri…
tuk bilang aku sayang padamu*
"Waw... bagus juga"
Teman-teman Willi mengeluarkan kata-kata pujian untuk ku.
"Mulai besok kamu ikut kita terus ya latihan"
"Ok..."
Bel tanda istirahat berakhir pun bunyi. Kami semua bubar menuju Kelas masing-masing. Aku sangat bahagia. Akhirnya aku menemukan jati diriku sendiri. Dan kini aku ingin aku menjadi sosok yang lebih berani lagi. Semoga saja ini adalah awal yang baik.