
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Kami saling mencintai. Dan dia butuh apa yang tidak pernah dia dapatkan darimu. Bukan salah Brian jika dia selingkuh dibelakangmu. Kamu nya saja yang terlalu naif sehingga Brian membutuhkan belaian wanita lain dibelakangmu," ucapan Monica justru membuat Alesha semakin membenci Brian.
"Hentikan omonganmu itu Monica!" teriak Brian yang membuat suasana semakin memanas saja.
"Apa maksudmu berbicara seperti ini Monica?" tanya Alesha sambil sedikit bergetar. Dia tidak menyangka jika lelaki yang selama ini dia bela di depan keluarganya akan bersikap seperti ini kepadanya.
"Aku dan Brian sudah berhubungan selama tiga bulan. Dan hal ini bukan yang pertama buat kami. Kamo sudah sering melakukan hubungan dewasa di apartemen," jawaban dari Monica membuat Alesha tidak kuasa menumpahkan air matanya. Dia sangat kecewa bukan hanya terhadap dua orang yang sudah main belakang di belakangnya ini.
Tetapi justru lebih kecewa dengan dirinya sendiri. Yang sudah menentang ucapan ayahnya waktu itu. Tetapi melanjutkan hubungan dengan Brian yang dia sanjung-sanjung kebaikannya. Tetapi ternyata apa yang dikatakan oleh keluarganya itu benar. Jika Brian adalah lelaki breng-sek yang tidak pantas untuk diperjuangkan. Ternyata Alesha telah salah menilai seorang pria. Dia telah dibohongi dan dibodohi selama ini oleh kekasih dan juga sahabat baiknya.
Hahahahahaha
Alesha tertawa mendengar ucapan Monica yang terang-terangan membongkar hubungan gelap antara dia dan Brian. Alesha mentertawakan dirinya sendiri yang begitu bodoh telah dikibulin dua makhluk tidak tahu malu tersebut. Brian menatap Alesha dengan wajah bingung. Alesha yang bersikap seperti ini justru membuat dia merasa takut. Mulut Monica yang ember itu sudah membuat kehancuran hubungannya dengan Alesha berada di depan matanya.
"Alesha, sayang... kamu tidak apa-apa kan?" tanya Brian dengan nada khawatir. Brian memang mencintai Alesha, dia tidur dengan Monica karena hasratnya saja yang tidak bisa dibendung. Dia juga pria normal, tetapi Alesha memang tidak pernah mau disentuh oleh Brian. Karena dia ingin nantinya kalau sudah sah menjadi suami istri barulah Alesha mau memberikan semuanya untuk Brian.
Tetapi karena Monica juga mengincar Brian. Maka ketika tahu kelemahan yang bisa dia manfaatkan. Monica segera ambil perannya. Dia menggoda Brian, mengajaknya minum dan berakhir dengan menjadi penghangat ranjang Brian. Hal yang tidak mungkin akan dilakukan Alesha sebelumnya. Monica akan menjadi apa saja yang difantasikan oleh Brian sehingga lelaki itu akan selalu memujanya di setiap malam-malam panas mereka. Brian pikir hanya dengan uang maka Monica akan tutup mulut. Akan tetapi dia salah. Wanita yang memang sudah tidak perawan sejak awal dia jamah itu memang sudah mengincar dirinya.
"Kalian berdua memang sama saja. Silakan menikmati hubungan kalian. Aku mundur. Brian kita mulai hari ini tidak ada lagi hubungan. Dan kamu Monica, aku anggap kita nggak pernah kenal," Alesha segera beranjak dari tempat terkutuk itu setelah berucap.
Brian masih terus mengejarnya meski dirinya menjadi tontonan para penghuni apartemen yang lain. Brian tidak mau Alesha memutuskan hubungan mereka. Brian begitu mencintai Alesha.
"Sampai kapanpun aku akan tetap mengejarmi Alesha. Aku akan membuatmu kembali lagi kepadaku!" teriakan Brian sudah tidak dihiraukan oleh Alesha. Dia bergegas memutar stir mobilnya meninggalkan parkiran apartemen yang ditempati oleh Brian.
"Al! Alesha! Sitiiiiiiii!" teriakan dari Mila membuat Alesha seketika tersadar dari lamunannya.
Alesha menoleh ke kiri dan kanan ternyata sudah sampai di perumahan tempat tinggalnya. Sudah berapa lama dia melamun tadi sepanjang jalan. Rupanya pertemuannya kembali dengan Brian membawa dampak yang tidak baik buatnya. Dia jadi mengenang masa lalu yang begitu pahit.
"Udah sampai neh, kamu mau turun atau ikut aku ke rumah saja?" tanya Mila yang melihat Alesha sedari tadi melamun. Ya, sejak bertemu dengan mantan kekasihnya. Pasti sepupunya teringat masa lalu yang kelam diantara mereka.
"Sorry mil, mungkin efek capek, aku turun ya, makasih buat tumpangannya," ucap Alesha kemudian akan turun dari mobil Mila. Akan tetapi lengannya dicegah oleh sang sepupu.
"Rame bener di rumahmu Al, lagi ada tamu ya?" tanya Mila.
Alesha menoleh ke halaman rumahnya. Iya bener itu ada dua mobil yang tidak dikenal oleh Alesha. Apa itu tamu dari ayahnya. Apalagi plat mobilnya berasal dari luar pulau.
"Wah ada apa ini Al? Kamu mau dilamar pangeran dari pulau seberang kayaknya," celetuk Mila membuat Alesha berdecak mendengarnya.
"Kamu jangan ngasal deh, udah pulang sana," usir Alesha membuat Mila manyun dibuatnya.
"Jalan pak, bye Al, salam buat pangeran dari pulau seberang ya," ucap Mila dengan julidnya membuat Alesha hanya geleng-geleng kepala.
Alesha mencoba bertanya kepada security di pos panjagaan. Tetapi dia bilang itu adalah tamu ayahnya.
"Siapa ya? Masak om Harun? katanya ayah masih bulan depan datangnya," batin Alesha bertanya-tanya.
"Assalamualaikum," Alesha seperti biasa selalu memberikan salam saat masuk ke dalam rumah.
"Waalaikumsalam," sahutan dari arah ruang tamu terdengar banyak. Rupanya kedatangannya menjadi atensi juga bagi tamu sang ayah.
"Nah ini anaknya yang ditunggu-tunggu sudah datang. Sini nak," suara itu membuat Alesha seketika membelalakkan mata. Itu adalah suara om Harun, teman baik ayahnya.
Ada apa ini sebenarnya? batin Alesha cemas.
...----------------...
Bersambung πΌ