
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Maksud dia begitu apa sih, Al? Padahal juga sudah jelas dia yang bikin hubunganmu dengan Brian rusak. Eh, sekarang sok-sokan mau meminta tolong padamu segala. Apa dia nggak mikir ya? pengen aku hajar aja tuh tadi kalau enggak di kantor," sungut Mila yang masih merasa kesal dengan ucapan Monica di kantin.
Alesha justru hanya menghela napasnya panjang. Dia sudah malas membahas tentang kisah cinta segitiga mereka. Apalagi membicarakan kisah antara mantan kekasih dan juga mantan sahabatnya. Alesha rasanya pengen terbebas dari dua makhluk tersebut.
"Sudahlah mil, aku malas berurusan lagi dengan mereka. Mau mereka jungkir balik, koprol, salto, atau pindah ke planet mars sana. Aku udah bodo amat. Mereka yang sudah berbuat dan aku sudah merelakan mereka bersama. Daripada mereka melakukannya sembunyi-sembunyi dariku. Terus sekarang aku diminta untuk ikut campur urusan mereka. Maaf aku nggak sebodoh itu ikut campur urusan mantan dan juga selingkuhannya. Entahlah, Monica mungkin lagi kurang minum. Jadi oleng gitu pemikirannya," ucap Alesha.
Mila justru tergelak mendengarkan ucapan Alesha. Sepupunya ini memang benar dalam bersikap. Mila suka dengan gaya kakak sepupunya. Sikapnya tegas dan nggak mau dibuat sembarangan. Apalagi dengan yang namanya mantan. Hiyuuuhhh....
Ting
Sebuah pesan masuk ke dalam handphone milik Alesha. Gadis berhijab itu membuka dan tersenyum saat membaca pesan dari seseorang yang saat ini sedang dekat dengannya. Mila yang Miss kepo tentu saja jadi penasaran dengan perubahan raut wajah saudara sepupunya. Tadi wajahnya yang lecek seketika berubah berbinar. Pastinya ada sesuatu yang membuat si alesha berubah 180 derajat seperti ini.
"Ehheemmm.... chat dari siapa sih. Kok berbinar banget kayaknya. Udah kayak secerah sinar mentari pagi begitu. Dari ayank bebeb ya," celetuk Mila.
"Ini dari Abang Hyun. Dia mau ngajakin aku makan malam sepulang kerja," sahut Alesha sambil membalas pesan chat dari Hyun tersebut.
Plak
"Aduh, kamu ini Sha! Main KDRT Mulu kalau sama aku," gerutu Mila yang tidak terima.
"Kamu sih, sukanya ngeledekin Mulu. Sono cari gandengan biar nggak sirik aja," balas Alesha.
"Eh, tunggu dulu. Kok bilang gandengan. Emang hubungan kamu sama si Hyun itu udah berada di tahap mana neh? Kalian udah pacaran?" tanya Mila kembali keponya kumat.
"Belum sih, kita masih menjalaninya seperti air mengalir aja. Lagian ya aku sama dia kan kenalnya karena orang tua kita berteman. Kayak dijodohin gitu sih. Ya aku juga belum tahu dia orangnya kayak apa mil. Aku masih pikir-pikir," ucap Alesha mendadak curhat di depan sepupunya.
"Tapi waktu dia belain kamu depan Brian waktu itu keren banget sih, Al," ucapan Mila seketika membuat Alesha mendongak menatapnya.
"Lho? kamu tahu kejadian waktu itu? Kamu kemana aja waktu itu seharian hah! Aku cari kamu kemana-mana nggak ada. Bahkan chat aku aja cuma diread. Dasar kamu ya! Hayo jujur! Kemana kamu waktu itu?" omelan Alesha membuat Mila seketika nyengir karena ketahuan sudah sikap anehnya waktu itu.
"Aku diajakin mas duda tuh mojok. Jadinya aku menghindari kamu deh, hehehe," ucap Mila sambil cengengesan nggak jelas.
"Hah? Maksud kamu si mas Ricki. Duda labil itu? astaga Mila. Kamu udah aku bilangin ya. Hati-hati sama si Ricki. Jangan sampai kamu masuk dalam jebakannya. Masih aja mau ngeladenin itu buaya duda," Alesha merasa kesal dengan sikap saudara sepupunya.
"Heh! sepupuku sayang. Aku nggak sebodoh itu juga ya. Aku sengaja masuk ke dalam jebakannya. Pengen tahu aja seberapa jauh sepak terjangnya," ujar Mila menatap Alesha serius.
"Suka cari penyakit ini anak emang," gerutu Alesha kesal akan kelakuan saudara sepupunya.
...----------------...
Bersambung πΌ