When I'm Falling In Love

When I'm Falling In Love
Saranghaeyo Oppa



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


Pesta pernikahan Hyun dan Alesha berlangsung meriah di sebuah hotel ternama di ibukota. Banyak relasi kerja dan juga orang-orang penting yang hadir sebagai tamu undangan dalam pesta pernikahan tersebut. Pesta tersebut juga mengundang artis ibukota untuk menjadi pengisi suara dalam acara. Sungguh, orang tua Hyun tidak main-main mengelontorkan uang demi pernikahan sang anak.


Bahkan semua keluarga Hyun yang ada di Kalimantan Timur semuanya hadir. Ayah Hyun, Harun Raffasya memboyong semua keluarganya untuk menghadiri acara pernikahan sang putra kedua. Alesha saja sampai tidak percaya acara pernikahan bisa semeriah ini. Padahal alesha sendiri sudah meminta Hyun untuk mengadakan acara yang bisa saja. Akan tetapi kedua orang tua Hyun ingin yang meriah seperti ini.


"Sayang, kamu capek?" tanya Hyun saat melihat Alesha tampak menghela napas panjangnya.


Memang banyak sekali tamu undangan yang hadir. Sedangkan Alesha sendiri sudah sibuk dengan riasan sejak pagi subuh sampai siang begini acaranya masih padat. Bahkan malam nanti masih ada lagi. Tentu saja Alesha merasakan capek dan juga pegal-pegal seluruh badannya. Belum lagi nanti malam adalah malam pertamanya dengan sang suami. Alesha takut dia malah ketiduran sebelum unboxing berlangsung.


"Sedikit bang," jawab Alesha dengan tampang memelasnya.


"Kalau begitu kita ke kamar saja ya. Biar kamu bisa segera beristirahat?" tawar Hyun kepada Alesha. Namun istrinya tersebut hanya menggelengkan kepalanya.


"Jangan bang ini kan masih banyak tamu."


"Nggak apa-apa kalau kamu pingsan di sini bagaimana? Lebih baik kita ke kamar saja ya..."


"Tapi bang...."


"Eh, apa-apaan ini masih siang juga. Kenapa pengantinnya udah mau maen dikamar aja. Inget woy!!!! masih siang!!!" teriak sang sepupu lucknat Alesha. Siapa lagi kalau bukan si biang kerok, alias Mila.


"Kamu ini datang-datang main teriak-teriak aja. Ini bukan dihutan ya Mila!" tegur Alesha saat melihat siapa yang datang mendekati mereka.


"Gimana nggak heboh, denger pengantin baru udah kebelet ngamar saja. Oppa Hyun sudah nggak tahan ya?" tanya Mila sambil menggosa Hyun yang hanya tersenyum simpul melihat kelakuan sepupu iparnya tersebut.


Plak!


"Astaga...anak ini kenapa sih habis nikah malah segalak begini. Kesurupan karena belum dapat jatah ya Bu?" sindir balik Mila membuat Alesha pengen menjitak kepala sepupu lucknatnya tersebut.


"Sudah...sudah....kalian ini bertengkar Mulu kalau bertemu," suara bass seseorang yang berada di belakang Mila membuat semuanya menoleh.


"Selamat ya bro, akhirnya melepas masa lajang juga kamu," ucap Damar kepada Hyun. Keduanya saling berjabat tangan dan berpelukan ala pria.


"Terimakasih, semoga kamu segera menyusul," balas Hyun dan hanya dijawab senyuman tipis oleh Damar.


Selanjutnya damar memberikan selamat kepada Alesha.


"Mas, ayo kita makan dulu. Aku sudah lapar ini," ajak Mila menggandeng tangan Damar untuk segera turun dari panggung pelaminan. Sikap Mila kepada damar ini tentunya membuat Alesha merasa curiga. Sejak kapan keduanya tampak begitu dekat dan juga akrab. Yakinkah Mila mau dekat dengan damar. Apa anak itu tidak tahu jika damar adalah seorang....


"Siti, segera lempar bunganya ya. Aku sudah menunggu buket pengantin darimu," teriak Mila membuat lamunan Alesha seketika buyar dan membuatnya kesal.


"Dasar Mila nyebelin!" umpat Alesha dan ditenangkan oleh Hyun yang ada di sebelahnya.


Acara lempar buket bunga tentu sudah menjadi semacam tradisi dalam suatu pernikahan. Dan kini sudah banyak para lajang yang bersiap-siap menerima buket bunga yang alesha akan lemparkan.


Satu


Dua


Tiga


"Yaaaaaaa!!! Aku dapat!" teriakan itu tidak asing di telinga Alesha.


Dan benar saja saat dia menoleh. Sosok itu ternyata adalah Armila Carrabella. Si sepupu lucknatnya tersebut yang berhasil menangkap buket bunga darinya. Astaga, emang dia sudah siap untuk menikah? Dengan tingkah polahnya yang masih kekanakan seperti itu. Pasti calon suaminya akan pusing tujuh keliling menghadapi sikap absurd dari Mila nantinya.


Pernikahan adalah momen yang dinanti-nanti bagi pasangan yang sudah sepakat mengikat janji suci. Masih terekam jelas senyuman di wajahnya saat aku mantapkan hati menerima lamarannya. Dia sudah berjuang untuk mengenalku dan juga mendapatkan hatiku. Kuakui perjuangannya itu begitu besar dan membutuhkan kesabaran yang ekstra menghadapi seseorang seperti aku.


Semua proses ini mengajarkanku bahwa pernikahan bukan hanya menyatukan pasangan kekasih tetapi juga menyatukan dua keluarga. Bukan memahami pasangan saja, mengenal dan memahami keluarga pasangan juga dilakukan sedari dini agar lebih nyaman dalam membina rumah tangga.


Dan aku berharap rumah tanggaku bersama dengannya akan bahagia selamanya. Saranghaeyo Oppa Hyun. Semoga rumah tangga dan hubungan ini samawa till Jannah. Aamiin ... aamiin ya rabbal alamin.


TAMAT😸