
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Kabarku baik, kamu sendiri bagaimana? Masih dengan si Gladis?" tanya Damar dengan sedikit menyunggingkan senyumnya.
"Jangan mengejekku seperti itu. Tentunya kamu sudah tahu sendiri jawabannya," jawab Hyun sambil duduk di sofa berhadapan dengan Damara Basudewa, pimpinan dari perusahaan BSD tersebut tampak tertawa mendapatkan jawaban yang memuaskan baginya.
"Wanita yang suka playing victim seperti itu tidak perlu dipertahankan lagi. Masih banyak gadis yang lebih baik darinya," ujar Damar sambil menerima minuman kaleng yang disodorkan oleh Hyun kepadanya.
"Hmm, dan aku sudah menemukannya," jawab Hyun santai sambil menenggak minumannya.
Damar seketika tersedak mendengar ucapan sang sahabat. Apa dia tidak salah mendengar? Apakah benar secepat itu seorang kulkas seperti Hyun mendapatkan penggantinya. Ini seperti bukan sosok seorang hyun yang selama ini dia kenal.
"Wow.... siapa dia? apakah ini alasan kenapa kamu buru-buru membesarkan usaha di kota ini? benar tebakanku?" tanya Damar memicingkan matanya.
Hyun menganggukkan kepalanya mantap.
"Ya, dan aku tidak sabar ingin segera menikahinya," ucapan Hyun sukses membuat damar melotot tidak percaya.
Gladis, model yang dulu pernah menjadi kekasih Hyun saja. Tidak bisa membuat lelaki kutub selatan itu mencair dari kebekuannya. Tetapi dengan gadis yang masih dirahasiakan identitasnya oleh Hyun ini. Kenapa bisa damar melihat hal yang berbeda dari sorot matanya.
"Nanti kalau aku menikah, akan aku kabari," ucap Hyun dengan senyum tipisnya.
"Takut banget sih Bro. Aku nggak bakalan ambil cewek kamu kok. Kenalin dong, aku penasaran ini sama orangnya seperti apa. Bahkan dengan Gladis saja kamu nggak seperti ini. Dia pasti istimewa," ujar Damar tersenyum bahagia melihat sahabat baiknya tampak bahagia.
"Tentu saja, dia gadis yang aku inginkan sejak dulu. Dan akhirnya sekarang kesampaian juga aku dekat dengan dia. Ini nggak mudah Bro. Dia bukan gadis biasa. Ya, benar katamu, dia istimewa. Sangat istimewa. Dan aku benar-benar bersyukur bisa dekat dan sampai sejauh ini dengannya. Aku sudah mantap, dia adalah calon istri dan ibu dari anak-anakku kelak."
"Aamiin," ucap Damar mengaminkan apa yang diucapkan oleh sang sahabat.
"Aku turut berbahagia bro. Akhirnya kamu bisa bertemu dengan gadis yang baik. Semoga dimudahkan jalan kalian nantinya sampai pernikahan," kata Damar dengan tulus.
Aamiin.
"Lalu bagaimana denganmu sendiri? Apakah kamu masih belum bisa membuka hati? Anak dari pak Wirya kulihat dekat banget sama kamu," tanya Hyun dan mendapatkan senyuman ringan dari Damar.
"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan dia. Dan aku masih belum menemukan yang tepat seperti yang kuinginkan. Sudahlah lebih baik kita fokus ke pekerjaan saja. Kamu ingin aku bagi modal berapa?" tanya balik Damar mengalihkan pembicaraan dari Hyun. Damar masih enggan membahas tentang masalah pribadinya.
"Baiklah, kita bahas perinciannya. Masalah surat-surat setelah aku kembali dari Kalimantan saja. Lusa aku harus ke Kalimantan Timur. Ada sedikit masalah disana," ujar Hyun.
"Oke, tidak masalah."
...----------------...
Bersambung πΌ