When I'm Falling In Love

When I'm Falling In Love
Hanya Aku



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


Monica turun perlahan dari ranjang king size yang tadi menjadi saksi bisu pergulatan panasnya dengan seorang lelaki yang dia benci. Namun, meski perasaaan dan bibirnya selalu mengatakan benci. Tubuhnya justru berkhianat dan bahkan terlihat pasrah saat dijamah oleh Dion, kakak tirinya.


Setelah sekian lamanya Dion tidak pernah menemuinya. Kini lelaki itu datang kembali dengan sebuah ancaman untuk Monica. Akhirnya model nomor satu itupun menemui Dion dan menanyakan apa yang diinginkan lelaki itu sebenarnya.


"Apa maumu sebenarnya kak? kita sudah lama putus komunikasi. Ku dengar kakak sudah lebih baik hidup diluar negeri. Untuk apalagi kembali ke Indonesia?" tanya Monica sambil menyesap sebatang rokok.


Asap yang mengepul dari bibir Monica membuat Dion merasa tidak suka. Kehidupan Monica yang sekarang benar-benar begitu bebas. Gadis yang dulu tampak polos dan lugu diawal perkenalan mereka. Kini telah berubah menjadi wanita yang begitu liar dan nakal. Memang Monica yang sekarang begitu seksi dan menggairahkan. Akan tetapi hal ini malah membuat Dion ingin segera membawa Monica pergi dari negara ini.


"Aku ingin menjemputmu?" kata Dion melangkah dengan handuk yang masih melingkar di pinggangnya.


Menampakkan deretan roti sobek yang begitu menggiurkan siapa saja yang melihatnya. Pemandangan indah ini cukup membuat Monica menelan salivanya berkali-kali. Kakak tirinya itu sekarang jauh lebih seksi dan usianya yang matang membuat penampilannya jauh lebih dewasa dan menantang. Merokok adalah salah satu cara Monica untuk mengurangi kegugupannya.


"Kamu jangan merokok. Tidak baik buat kesehatan tubuhmu," ujar Dion mengambil rokok yang ada di jepitan jemari tangan Monica. Tidak hanya itu saja, Dion juga langsung membuang benda tersebut.


Akkhhh...


"Ikutlah denganku Monica. Dan kita berdua akan hidup yang jauh dari negara ini. Terlalu banyak kenangan pahit ada di sini. Kamu mau kan?" tanya Dion sambil mengusap perlahan garis wajah Monica. Tidak hanya itu tangan nakal Dion sudah mulai membuka tali pengait bathrobe yang dikenakan oleh Monica.


Namun, Monica segera menyadari perbuatan dari Dion. Dia segera menepis tangan kakak tirinya tersebut dari tubuhnya. Dia tidak mau lagi dijamah olehnya. Sudah cukup hanya malam ini saja. Dan itu cukup sekali saja. Monica tidak mau melayaninya berkali-kali.


"Cukup kak, aku akan pergi," ucap Monica ingin beranjak akan tetapi Dion justru langsung menghempaskan tubuh Monica dibawah tubuh kekarnya.


Dion mengungkung Monica dibawah kuasanya.


"Jauhi laki-laki itu. Aku nggak suka kamu masih mengejarnya. Dia itu tidak akan pernah mencintaimu. Dia hanya menginginkan tubuhmu saja. Dia masih mencintai mantan kekasihnya," ujar Dion menatap tajam ke arah Monica.


Deru napas Dion sampai menerpa lembut ke wajah Monica. Karena jarak keduanya yang begitu dekat saat ini.


"Jangan campuri urusan pribadiku lagi, kak. Tolong lepaskan aku. Biarkan aku mengejar apa yang kusukai dan ku cinta," ucap Monica menatap memohon ke arah Dion.


Justru mendengar ucapan Monica, Dion tertawa sumbang. Dia tidak suka dengan apa yang diminta oleh Monica.


"Kamu hanya boleh melayaniku saja mulai sekarang. Dan hanya kamu yang kuijinkan menjeritkan namaku di setiap kenikmatan yang kuberikan. Jadi jangan coba-coba untuk kembali kepada lelaki brengseek itu. Atau kamu akan tahu bagaimana sadis diriku," ancam Dion kemudian menarik tali bathrobe milik Monica.


Dan terpampang lah apa yang sedari tadi menjadi khayalan fantasinya. Monica tidak mampu melawan karena dia tahu seberapa berkuasanya sang kakak tiri sekarang. Monica hanya memejamkan matanya sambil menatap ke arah lain saat Dion melakukan aksinya. Monica tidak bisa menolak Dion karena tubuhnya lagi-lagi berkhianat. Dimana hatinya sakit dengan apa yang dilakukan Dion saat ini. Akan tetapi tubuhnya justru menikmati service terbaik yang sedang di berikan kakak tirinya.


'Kamu memang pengkhianat, kenapa kamu merespons semua sentuhan yang dia berikan???' batin Monica frustasi.


...----------------...


Bersambung 🌼