
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Abang?" panggil Alesha saat melihat Hyun sudah berada di ruang tamu ketika dia turun dari tangga. Sang ibu memberitahunya kalau Hyun sudah datang menjemput.
"Sudah siap?" tanya Hyun sambil melihat penampilan Alesha yang tampaknya memang sudah siap berangkat ke kantor.
"Sudah bang, sebentar ya pamit sama ibu dulu," ujar Alesha kemudian masuk kembali ke dalam rumah.
"Alesha pergi kerja dulu ya bu, assalamualaikum," ucap Alesha sambil mencium punggung tangan sang ibu dengan takzim.
"Waalaikumsalam, semoga lancar kerjanya," ujar ibu Aisyah sambil mengusap hijab yang membalut kepala sang putri.
"Iya Bu."
"Saya juga pamit Bu, assalamualaikum," pamit Hyun yang juga mencium tangan sang ibu Aisyah takzim, sama seperti Alesha.
"Iya nak Hyun, hati-hati berkendaranya. Titip Alesha," ujar sang ibu kepada pria yang digadang-gadang akan menjadi calon menantunya tersebut.
"Iih, ibu ya, dikiranya aku barang apa pakai acara dititipin segala," ucap Alesha dengan bibir manyuj satu centimeter.
"Itu bibir jangan maju-maju. Ntar dikira samaan sama bebek lho," ledek sang ibu membuat Alesha semakin kesal saja.
"Mana ada Bu, aku mah putri ibu yang paling cantik dan manis. Iya kan bang?" mendadak Alesha keceplosan dan membuat Hyun seketika terkejut mendapat pertanyaan mendadak seperti itu.
"Hah? i...iya...cantik, cantik banget," jawab Hyun gugup.
Alesha yang mendengarnya malah semakin sebel saja. Sepertinya Hyun menjawabnya dengan setengah hati.
"Aaahh sudahlah, ayo bang segera berangkat, ntar keburu macet," ucap Alesha yang masuk ke dalam mobil Hyun dengan wajah ditekuk.
Sang ibu melihat tingkah putrinya malah semakin tak kuasa menahan tawa. Sedangkan Hyun sendiri bingung apa ada yang salah dengan jawabannya. Padahal dia menjawab apa adanya. Bahwa memang Alesha cantik. Selalu cantik Dimata seorang Hyun, gituπΈ
"Dia ngambek itu Hyun karena kamu jawabnya gagap. Udah bujuk aja ntar juga bakalan sembuh sendiri," ucap lirih sang calon mertua kepada Hyun.
"Oh, iya Bu," jawab Hyun kemudian pamit dan menjalankan mobilnya membelah jalanan ibu kota.
"Lesha," panggil Hyun dan hanya dijawab sebuah deheman dari Alesha.
"Kamu marah?" dengan takut-takut Hyun bertanya. Dia berharap semoga saja Alesha tidak semakin marah kalau dia bertanya.
"Nggak, marah kenapa juga?" sahut Alesha sinis. Namun, terdengar nada kesal di dalamnya. Hyun bisa paham itu.
"Aku minta maaf ya soal yang tadi pagi. Aku mengatakan sejujurnya kok. Kamu memang cantik Alesha. Kamu selalu cantik. Aku nggak bohong. Beneran," ucap Hyun sambil menatap wajah Alesha.
Seketika mendengar ucapan Hyun tersebut membuat Alesha menjadi tersipu juga. Dia sengaja menoleh ke arah kaca jendela mobil untuk berusaha menetralkan detak jantungnya yang tak beraturan. Kenapa ketika Hyun berkata seperti itu saja sudah membuat dia berdebar. Efek kelamaan jomblo mungkinkah? Padahal baru juga jomblo selama tiga bulanan.
Eheemm.
Alesha berusaha tampil biasa saja didepan Hyun. Meski dia deg-degan juga.
"Aku nggak apa-apa kok. Makasih bang buat kejujurannya,"jawab Alesha masih dengan raut wajah datarnya yang dibuat-buat.
Hyun justru semakin nggak enak saja melihatnya.
"Pulang kerja nanti Abang jemput ya?" tanya Hyun kembali.
"Boleh," sahut Alesha singkat.
"Nanti pulangnya Abang traktir makan lagi," ucap Hyun.
"Beneran?" tanya Alesha bersemangat.
"Oya, Abang juga pengen nunjukin kamu satu tempat yang bagus banget pemandangannya. Kamu pasti suka," kata Hyun.
"Tempat apa itu bang? Dimana?" tanya Alesha antusias.
"Ada deh, nanti kamu pasti suka. Jadi makan malam nanti Abang yang tentuin tempatnya ya," ujar Hyun.
"Baiklah bang," sahut Alesha senang.
Melihat raut wajah Alesha yang senang membuat Hyun ikut senang.
Melihat senyumannya membuat hatiku benar-benar tenang. Jangan tanyakan betapa paniknya aku kala melihat dia diam dan tak mau berbicara lagi kepadaku. Alesha, hanya kamu yang telah mampu membuat hatiku seperti rollercoaster.
...----------------...
Bersambung πΌ