
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
Dua Minggu sudah Alesha melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Dan dokter Bayu pun menyatakan kondisi Alesha sudah lebih baik. Alesha sudah sehat kembali. Untuk memastikan hal tersebut dokter Bayu juga melakukan beberapa tes kepada diri Alesha. Setelah hasil tes dinyatakan negatif maka Alesha pun merasa lega. Akhirnya dia sembuh total dari sakit yang dideritanya.
Mungkin Allah memberikan dia sakit agar dirinya bisa mengenal Hyun lebih dalam lagi. Lelaki yang diperkenalkan oleh kedua orang tuanya itu. Dialah yang merawat diri Alesha sehingga gadis itu benar-benar sembuh.
Hyun bahkan mengutarakan dirinya akan segera melamar Alesha. Dia bukan lelaki yang tidak bertanggungjawab. Setelah dua minggu bersama di satu rumah dengan Alesha. Ya meskipun ada bibik dan satpam yang ada di rumah tersebut. Tetapi Hyun merasa bahwa dia harus bertanggung jawab.
Lamaran ini bukan sebuah keterpaksaan bagi Hyun. Karena dia sendiri begitu senang karena akhirnya bisa mempersunting gadis yang dia idam-idamkan selama ini. Hyun sudah menghubungi kedua orang tuanya di Kalimantan Timur. Harun dan Fatimah begitu senang mendengar kalau putranya akan melamar Alesha secepatnya.
Mereka segera mempersiapkan barang-barang bawaan untuk melamar gadis yang sedari dulu diinginkan oleh putra keduanya. Bahkan Ibu Fatimah memesan perhiasan yang istimewa untuk sang calon menantu. Ibu Fatimah sejak awal bertemu Alesha sudah merasa cocok. Sehingga dia sangat senang begitu mendengar bahwa Hyun siap melamar Alesha. Berarti gadis berhijab itu mau menerima sang putra menjadi calon suami.
Kedua orang tua Alesha juga sudah berada di pulau Jawa kembali. Ayah Arsyad sudah sehat kembali. Sehingga keduanya segera kembali ke rumah. Apalagi mendengar jika Harun dan Fatimah akan segera datang ke rumah Arsyad untuk meminang Alesha. Keduanya bahagia mendengar sang putri setuju untuk menikah dengan Hyun. Akhirnya pilihan mereka disetujui oleh sang putri. Sepertinya sakitnya Alesha kemarin menjadi sebuah jembatan untuk kedekatan antara Hyun dan juga Alesha.
Malam ini keluarga Hyun akan datang melamarkan putra kedua mereka tersebut. Tentu saja mereka harus tampil menawan. Segala persiapan sudah dipersiapkan oleh ayah Arsyad. Acaranya tidak semewah nanti untuk acara pernikahannya. Alesha tidak ingin acaranya begitu meriah. Dia ingin sederhana saja. Dihadiri oleh keluarga inti.
"Hyun pastinya akan pangling lihat kamu nak," ujar ibu Aisyah yang senang melihat sang putri begitu cantik malam hari ini.
"Ibu bisa saja. Eh, sepertinya sudah ramai suara dibawah. Apakah Abang sudah datang?" tanya Alesha yang seketika menjadi gugup menyadari kalau keluarga Hyun sudah datang.
"Kamu yang tenang ya. Jangan panik. Ayo ibu antar kamu ke bawah," ujar ibu Aisyah menenangkan sang putri.
Tap
Tap
Tap
Suara langkah dari lantai dua membuat para tamu dan juga orang-orang yang ada di lantai dasar menoleh ke arah tangga.
Alesha tampil begitu cantik dengan kebaya batik yang senada dengan baju batik yang dikenakan oleh Hyun. Papa Harun dan Mama Fatimah tampak bahagia melihat kecantikan dan keanggunan dari Alesha.
...----------------...
Bersambung πΌ