When I'm Falling In Love

When I'm Falling In Love
LDR



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


Sudah tiga hari sejak kepergian Hyun ke Kalimantan timur karena ada masalah di pertambangan di sana. Ayah Alesha, Arsyad, tidak mampu menghandlenya sendirian. Sehingga membuat Hyun harus ikut turun membantu sang calon mertuanya tersebut.


Kini setiap harinya, Alesha berangkat ke kantor dengan dibarengi oleh si sepupu lucknatnya, Mila. Keduanya selalu berangkat dan pulang bersama. Kini mila juga mulai serius memegang kendali di perusahaan sang papa. Karena tidak ada waktu main-main untuknya. Apalagi sebuah ancaman mendadak keluar dari sang papa. Kalau Mila tidak bisa segera menghandle perusahaan. Maka secepatnya dia akan dinikahkan. Oh, tidak! Mila masih ingin menikmati hidup dan tidak mau menikah muda. Dia masih ingin berkarir dan bersenang-senang tentunya.


Masalah hubungannya dengan si duda labil, Ricki. Seketika Mila memutuskan hubungan dengan si duda buaya rawa tersebut. Memang benar apa yang dikatakan oleh Alesha. Bahkan Mila mendapati fakta jika si Ricki pernah berduaan juga dengan mantan sahabat alesha, Monica. Astaga, berarti memang pemain ternyata itu duda. Gayanya saja sok menjadi korban tetapi justru dialah pelaku utamanya.


"Kamu pindah dia?" tanya Alesha saat Mila menceritakan apa yang dia lakukan kepada Ricki.


"Hmm," Mila hanya berdehem sambil menganggukkan kepalanya.


"Kenapa? Memang apa alasanmu sampai mindahin Ricki ke anak cabang di luar kota?" tanya Alesha kembali. Dia cukup terkejut mendengar keputusan Mila yang tanpa sepengetahuan dirinya.


"Karena aku tidak punya alasan buat memecat dia. Jadi lebih baik aku mutasi dia ke cabang di kota lain saja. Daripada dia di sini ntar yang ada ngerecokin aku saja," kata Mila yang kali ini tampak wajah seriusnya.


"Tumben kamu pinter. Dari dulu juga sudah kubilang. Jangan kamu bermain-main dengan itu duda labil. Nanti kamu yang puyeng sendiri. Beneran kan?" ujar Alesha mengingatkan kembali kepada sang sepupu.


Mila menghela napasnya panjang.


"Iya, itu salahku. Dan mulai sekarang aku akan lebih fokus dengan perusahaan. Bukan depan aku akan ambil kepemimpinan," ujar Mila dan Alesha seketika tampak senang dengan keseriusan sepupunya.


"Baguslah, kalau kamu segera menduduki posisimu itu. Aku bisa segera resign dan mengerjakan butikku kembali," kata Alesha dengan semangatnya namun segera mendapatkan toyoran dari sepupu lucknatnya.


"Enak aja ya, mau main resign segala. Ini aku masih banyak belajar ya. Belum bisa dilepaskan begitu saja. Udah biarin aja Napa sih itu butik juga kagak bakalan kenapa-napa juga. Diriku ini lho yang lebih penting daripada butik. Masak kamu nggak kasihan padaku, sha...." ujar Mila dengan raut wajah memelas.


"Lagian kamu ya, udah lama juga aku kepengen fokus dengan usaha butikku itu. Udah ramai lho sekarang. Kasihan juga ibu musti ngehandle sendirian itu butik," kata Alesha kembali berargumen.


"Pokoknya kamu nggak aku ijinin resign dulu. Musti bantuin aku di perusahaan. Titik nggak pake koma," ujar Mila membuat Alesha memanyunkan bibirnya.


"Udah itu bibir nggak usah manyun begitu. Bete mulu sih kelihatannya kamu dari kemarin. Kenapa? karena si oppa Hyun nggak ada di sini ya? Hayo ngaku? Kamu rindu ya sama dia? Ngaku sha...." tebak Mila dengan tatapan jahilnya mengarah ke Alesha.


"Apaan sih kamu mil. Padahal aku juga biasa saja kok. Dia kan ke Kalimantan juga buat ngurusin kerjaannya. Ntar juga bakalan kembali lagi ke sini," jawab Alesha.


"Ciiiieeee yang berharap dia segera kembali. Kangen ya sha....cieeeee...ciiieeeee...."


"Apaan sih mil. Mulai nggak jelas ini anak deh!" ucap Alesha yang sedari tadi digodain Mila terus.


Alesha bahkan sampai kesal dibuatnya. Mila kalau sudah kumat isengnya emang jahilnya minta ampun.


"Kalian LDR kan saat ini, pastinya makin bikin kangen aja tau nggak. Tenang aja sha... bentaran lagi juga ketemuan kan. Emang udah berapa lama sih si oppa Hyun ke Kalimantan?" tanya Mila penasaran.


"Udah seminggu lebih. Katanya cuma seminggu tetapi ini udah lebih sehari."


"Yaelah sha... lebih sehari aja udah bikin lu se bete ini. Astaga....beneran udah jatuh cinta ini anak sama si oppa-oppa, wkwkwkwkw."


Tawa ngakak mila terdengar menggema di ruangan kerja Alesha.


"Udah sana mil. Urusin kerjaanmu sendiri. Jangan ngerecokin diriku di ruang kerja milikku. Kita punya ruangan kerja sendiri-sendiri. Huuusssshh... huussssshh," usir Alesha sambil mendorong tubuh Mila agar keluar dari ruangannya.


"Cieeeeeee....ciiiieeee..... yang salting neh ye," ledek Mila lagi sebelum dia benar-benar keluar dari ruangan Alesha. Karena Alesha sudah mengancamnya akan melaporkan kelakuannya kepada sang papa.


"Dasar neng gosip. Sukanya ngomporin orang aja, huh!" gerutu Alesha sepeninggalnya Mila.


...----------------...


Bersambung 🌼