When I'm Falling In Love

When I'm Falling In Love
Cinta Tak Harus Bersama



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


Monica menangis tergugu saat acara pernikahannya dengan sang kakak tiri selesai dilakukan. Wanita itu tidak menyangka jika sang kakak akan nekat melakukan hal ini kepadanya. Dan dia tidak bisa melawan ataupun menolaknya. Karena Dion, kakak tiri sekaligus suaminya saat ini mengancamnya akan melakukan hal yang keji kepada Brian. Kalau Monica sampai memaksa untuk pergi darinya.


Monica tentu saja diam tak berkutik mendengarkan ancaman dari Dion. Kakak tirinya itu sekarang bukanlah orang biasa. Dion adalah ketua gengster dan Monica tahu seberapa kuatnya Dion untuk bisa menghancurkan kehidupan dari Brian, lelaki yang dia cintai tersebut.


Monica tidak mau Brian kenapa-kenapa. Dia mengorbankan dirinya menjadi budak Dion hanya demi melihat Brian nantinya akan bahagia. Cinta tidak harus bersama, itulah yang Monica rasakan saat ini. Meskipun cinta itu hanya cinta bertepuk sebelah tangan. Brian tidak mencintainya dan hanya Monica yang berjuang sendirian di sini. Tidak apa bagi Monica. Asalkan suatu saat nanti masih bisa melihat Brian meskipun tidak bisa menjadi miliknya.


Brian dinyatakan selamat dari masa kritisnya. Akan tetapi Brian mengalami amnesia, sehingga dia tidak lagi bisa mengingat siapapun. Monica pernah mendatangi Brian sekali sebelum sang kakak membawa dia pergi dari Indonesia. Dan benar saja, saat melihat Monica, tatapan Brian tampak kosong dan tidak mengenal kembali siapa Monica.


"Brian, aku Monica. Kita teman saat kuliah dulu. Bagaimana kabarmu?" tanya Monica dengan tatapan sendu.


Brian menatap bingung kepada Monica. Dia tidak mengenal siapa wanita yang ada dihadapannya ini. Tetapi dengan ragu-ragu Brian menjawab pertanyaan dari Monica.


"Ba...baik," jawabnya lirih.


"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja. Aku datang untuk.... untuk berpamitan padamu. Aku ... aku akan ke luar negeri tinggal bersama suamiku," Monica menghela napasnya panjang.


"Kamu sudah menikah?" tanya Brian. Dan Monica menjawabnya dengan anggukan kepalanya.


Dia sangat susah menahan air matanya di hadapan Brian. Tetapi karena ini kesempatan terakhirnya bertemu dengan lelaki yang dia cintai tersebut. Maka Monica menyempatkan diri untuk mengatakan apapun yang ingin dia sampaikan. Sebelum Dion membawanya jauh dari siapapun yang dia kenal.


"Brian, jaga dirimu baik-baik. Berbahagialah dengan wanita yang kamu cintai dan juga mencintaimu. Jangan pernah tergoda dengan wanita dan setialah dengan pasanganmu nanti. Agar tidak ada penyesalan dikemudian hari. Aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Aku mencintaimu Brian," setelah mengatakan semuanya itu, Monica langsung berlari meninggalkan kamar rawat Brian.


Tentu saja Brian yang ditinggalkan begitu saja terkejut. Apalagi mendengar pernyataan cinta dari wanita yang sama sekali tidak dia kenali. Bahkan dia mencoba mengingat-ingat siapa wanita tersebut. Dan Brian tidak mendapati bayangan siapapun.


"Siapa dia??? aneh sekali datang-datang bilang cinta. Gila mungkin dia," gumam Brian kemudian dia kembali merebahkan tubuhnya di ranjang rumah sakit.


Sedangkan Monica berjalan menuju mobil Dion yang sudah menunggunya sedari tadi. Monica menghapus air matanya. Dia tidak ingin membuat Dion marah kepadanya. Setibanya dekat mobil, anak buah Dion membukakan pintu mobil untuknya. Dan benar saja, Dion sudah menunggu dirinya. Mereka akan berangkat ke luar negeri hari ini juga.


Mobil berjalan meninggalkan rumah sakit dimana Brian dirawat. Monica menatap sekilas sambil menghela napasnya panjang. Sebuah tangan yang besar menggenggam jemari tangannya. Monica menoleh ke arah Dion, kakak tiri sekaligus suaminya saat ini.


"Kita akan hidup bersama mulai hari ini. Lupakan masa lalu. Aku pasti akan membahagiakan kamu dan juga anak-anak kita nantinya," janji Dion kemudian mengecup punggung tangan monica.


Monica hanya bisa diam tidak menanggapi ucapan Dion. Dia tidak tahu seperti apa dia kedepannya nanti.


"Selamat tinggal Brian, selamat jalan cintaku. Semoga engkau berbahagia meskipun bahagiamu bukanlah bersamaku. Cinta itu tak harus selalu bersama. Tetapi doaku selalu menyertaimu," batin Monica dalam hati.


...--------------...


Bersambung 🌼