When I'm Falling In Love

When I'm Falling In Love
Pingsan



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


Alesha!


Melihat Alesha yang terkulai di depan pintu ruangannya. Seketika itu juga Hyun berlari secepatnya dan menopang tubuh Alesha sebelum benar-benar kepalanya menyentuh lantai.


"Alesha! sha!" panggil Hyun sambil menepuk-nepuk pelan pipi Alesha. Akan tetapi gadis berhijab itu sama sekali tidak meresponnya.


"Astaga, Alesha!" suara pekikan itu datang dari Mila yang baru sampai bersama dengan seorang pria yang merupakan sahabat baik dari Hyun.


"Ada apa ini bang?" tanya Mila kepada Hyun. Tampak dia begitu cemas melihat Alesha yang tidak sadarkan diri dalam rengkuhan tubuh Hyun.


"Tolong bantu bukakan pintu ruangannya," ujar Hyun yang sedang membopong Alesha dan hendak membawanya masuk ke ruangannya.


Dengan sigap, Damar membukakan pintu ruangan di depannya. Mila sendiri justru masih belom konek pikirannya. Dia hanya mengikuti langkah dua orang pria tampan itu membawa saudara sepupunya.


Hyun segera meletakkan Alesha di sofa yang ada di ruangan milik Alesha. Dia meminta Mila untuk mencarikan minyak kayu putih atau semacamnya. Dan segera memanggilkan dokter untuk memeriksa kondisi Alesha. Perusahaan Carrabrio menyediakan tenaga medis khusus untuk para karyawan maupun petinggi perusahaan yang mendadak sakit.


Karena itulah tidak membutuhkan waktu lama untuk Alesha mendapatkan pertolongan. Seorang dokter sedang memeriksa diri Alesha yang masih lemas. Beberapa waktu lalu setelah Hyun mengoleskan sedikit minyak kayu putih dan memijat pergelangan tangan Alesha. Gadis berhijab itu memberikan responnya dan tersadar. Hyun begitu senang melihat pujaan hatinya bisa segera sadar dari pingsannya.


Tak lama dokter pun datang bersama dengan Mila. Alesha pun diperiksa oleh sang dokter. Ketiga orang lainnya yang ada di ruangan tersebut cukup tegang menantikan hasil pemeriksaan dokter. Terutama Hyun yang tidak menyangka bisa melihat Alesha sampai terjatuh pingsan di depan matanya.


"Dari pemeriksaan saat ini saya bisa mengatakan kalau nona Alesha kecapekan. Dan juga dia mengalami masalah dengan lambungnya. Saya akan memberikan obat untuk mengurangi pusing dan juga mual yang dirasakan. Akan tetapi jika nantinya ada keluhan lagi silakan langsung menuju ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lengkapnya," ujar sang dokter sambil menuliskan resep untuk alesha.


"Baik dokter, terimakasih," ucap Hyun kemudian dia segera berpindah duduk di samping Alesha yang tengah berbaring di sofa.


"Kamu merasa lebih baik sha?" tanya Hyun sambil mengelus kepala Alesha dengan sangat sayang.


"Euugghh .... Abang ...," ucap Alesha lirih sambil berusaha melihat sekelilingnya.


"Kamu mau minum?" tanya Hyun yang melihat wajah pucat dari Alesha.


Alesha menganggukkan kepalanya. Dengan segera Hyun mengambilkan gadisnya itu minuman. Hyun dengan telaten membantu Alesha untuk minum.


"Sudah bang," ujar Alesha sambil memberikan gelas minumannya.


Hyun membantu Alesha untuk tiduran lagi. Dia memegang tangan Alesha dan menepuk-nepuk punggung tangannya dengan pelan. Tampak kekhawatiran di wajah Hyun saat menatap wajah Alesha yang tampak pucat.


"Emmm, kami permisi dulu ya, ada yang harus kami diskusikan," pamit Damar yang melihat situasi keduanya. Sepertinya mereka berdua membutuhkan waktu untuk berbicara.


"Eh," tanpa permisi, Damar segera menarik tangan Mila yang ada di sebelahnya.


Mila tentu saja kaget karena ditarik begitu saja dengan duda keren tersebut.


Main tarik-tarik aja sih, dikira aku apaan coba? kasih kode dulu ngapa! gerutu Mila kesal.


...----------------...


Bersambung 🌼