
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Alesha......"
Panggilan itu membuat Alesha dan Mila yang baru saja keluar dari kantor berdua menatap datar kepada sosok yang kini datang mendekat.
"Dia datang lagi," geram Alesha setiap kali bertemu dengan Brian Hanggoro. Lelaki itu adalah mantan kekasih Alesha.
"Dia pantang menyerah juga ya. Kayaknya kamu harus kuat-kuat hadepin dia," bisik Mila yang melihat sosok Brian yang semakin dekat ke arah mereka berdua.
Alesha sudah menyambutnya dengan tatapan tidak bersahabat. Dia sebenarnya sudah capek dan lelah. Dia ingin segera sampai ke rumah. Kenapa malah ketemu mantan kunyuk yang membuat harinya makin suram saja. Lelaki itu nggak ngerti-ngerti juga. Padahal Alesha sudah berkali-kali bilang padanya. Untuk tidak lagi menemuinya. Alesha sudah melepaskan Brian. Dan tidak ingin kembali menjalin hubungan dengan lelaki itu. Tetapi lihatlah! Brian tetap saja datang dan menggangu waktu Alesha seperti ini.
"Halo, Al, selamat malam, baru pulang ya?" ujar Brian yang sudah sampai di depan Alesha.
Dengan sedikit basa-basi dia menyapa gadis berhijab yang dulu pernah menjadi kekasihnya. Sekarang sudah menjadi mantan terindahnya. Mantan yang tidak pernah dapat dia lupakan. Dan Brian sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan berusaha mendapatkan kembali cinta Alesha. Membawa gadis yang semakin hari semakin cantik dilihatnya itu untuk menjadi kekasihnya. Atau lebih tetapnya istrinya. Ya, Brian kini ingin menawarkan sebuah pernikahan dengan Alesha.
"Buat apa kamu datang kemari? Bukankah sudah berkali-kali aku bilang padamu. Kita menjaga jarak saja. Kamu sudah punya hidupmu sendiri. Begipula dengan diriku," ujar Alesha dengan tatapan datar.
"Al, kenapa kamu berkata seperti itu? Apakah kamu sudah melupakan semua kenangan kita bersama selama dua tahun lebih? Apakah kamu...."
"Kamu yang telah membuatku melupakan itu semua, Brian! Kamu yang telah berselingkuh dengan Monica, sahabatku sendiri. Dengan dalih bahwa sela kita berpacaran aku nggak pernah mau kamu sentuh. Maaf aku bukan barang murahan yang diobral begitu saja buat disentuh-sentuh. Jangan bandingkan aku dengan dia. Kalian berdua memang cocok. Jadi tolong berhentilah menggangguku," ucap Alesha dan hendak beranjak dari tempatnya. Akan tetapi Brian menahan tangan Alesha. Mila yang melihat keduanya hanya bisa mencoba menahan diri. Dia melihat situasinya sampai sejauh mana dulu agar dia tidak salah dalam bertindak.
"Al, aku mohon beri aku kesempatan Al. Aku hanya mencintaimu Al. Aku akui kekhilafan aku dengan Monica. Tetapi aku nggak cinta dengan dia Al. Hanya kamu yang selalu ada dihati dan pikiran aku Al," ucap Brian dengan nada memohon.
Mila yang mendengarnya hanya memutar bola matanya malas.
'Dasar kadrun! Kadal Gurun!' batin Mila kesal.
"Sudahlah Brian. Aku sudah akan menikah sebentar lagi. Jadi jangan pernah temui aku lagi. Atau kamu akan berhadapan dengan calon suamiku nanti," ucap Alesha kemudian melepaskan pegangan Brian.
"Al....Al tunggu Al!" teriak Brian akan tetapi Alesha sudah masuk ke mobil Mila.
Brian mencoba mengejar tetapi Mila mencegah kadal gurun itu untuk menemui sepupunya.
"Sudahlah Bri, dia lelah, jangan memaksanya lagi," kata Mila kemudian dia ikut masuk ke dalam mobil dan meminta sopirnya untuk segera mengantarkan keduanya pulang.
Brian menendang udara yang ada di depannya. Sudah berkali-kali dia mengajak Alesha balikan. Tetapi gadis itu masih kekeh dengan pendiriannya. Dia tidak mau lagi kembali kepada Brian.
"Arrrrkkkhhhh! Si-alan?!!!?!!????" ujar Brian dengan hati dongkol.
...----------------...
Bersambung πΌ