When I'm Falling In Love

When I'm Falling In Love
Ayah Sakit



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


"Sha.... sha...."


Tok


Tok


Tok


"Shaaaa!! sha...."


Ceklek


Alesha yang masih mengantuk karena hari itu adalah weekend, saatnya dia istirahat. Namun, pagi-pagi sudah dikejutkan oleh sang ibu mengetuk pintu kamarnya tanpa jeda.


"Ada apa Bu?" tanya Alesha dengan menahan kantuknya.


"Sha, cepat carikan ibu tiket ke Kalimantan. Ayahmu sakit di sana. Dan ibu harus segera pergi ke sana, sha," ucap sang ibu dengan nada cemas.


Seketika mata Alesha melotot mendengar berita yang sang ibu bawa.


"Ayah sakit Bu?" tanya Alesha terkejut.


"Iya, nak, cepatlah, ibu harus segera melihat kondisi ayahmu di sana. Kamu segera Carikan ibu tiket penerbangan hari ini juga ya. Mahal nggak apa-apa yang penting hari ini terbangnya," ucap sang ibu memaksa.


Dia mencari handphonenya untuk mencari tiket pesawat yang bisa membawa ibunya terbang ke Kalimantan timur hari ini juga.


Sedangkan sang ibu kembali ke kamar untuk bersiap-siap sebelum keberangkatannya. Tidak butuh waktu lama akhirnya Alesha mendapatkan tiket penerbangan ke Kalimantan timur. Dengan pendaratan di bandara Sepinggan Balikpapan. Meskipun harga tiket yang didapat cukup mahal. Tetapi di kondisi darurat seperti ini apapun itu tentu saja akan dilakukan.


"Ibu di sana nanti akan dijemput oleh siapa?" tanya Alesha yang ikut membantu ibunya berkemas.


"Nanti Hyun yang akan menjemput ibu di sana," jawab sang ibu.


Mendengar nama Hyun disebut membuat hati Alesha sedikit kesal. Pasalnya lelaki itu sudah hampir tiga harian ini tidak ada kabar sama sekali. Bahkan pesan terakhirnya masih di read saja dan belum di balas sama sekali. Ingin bertanya tetapi Alesha gengsi melakukan hal itu. Sebagai cewek dia nggak mau terkesan mengejar-ngejar Hyun. Itulah ego seorang Siti Alesha Zahra. Kegagalannya yang pertama membuat dia menjadi seperti ini.


Penerbangan pukul sepuluh siang. Alesha sudah siap di bandara dengan sang ibu. Keduanya berpelukan sebelum melepaskan sang ibu masuk ke ruang tunggu.


"Kamu baik-baik ya nak di rumah. Ibu tinggal dulu," pamit sang ibu sambil memeluk sang putri tunggalnya.


"Salam buat ayah ya Bu. Jangan lupa kabari aku kalau ibu sudah sampai di bandara Sepinggan Balikpapan," pesan Alesha kepada sang ibu.


"Tentu sayang, jaga kondisi kamu baik-baik ya. Jangan makan sembarangan. Minta bibik buat masakin kamu kalau kamu nggak sempet masak sendiri. Jangan makan mie instan terus, nggak bagus buat kesehatanmu," pesan ibu panjang kali lebar. Karena dia tahu bagaimana kelakuan sang anak kalau dia tinggal seorang diri.


"Iya iya Bu, aku tau kok. Nanti kan bisa order aja atau makan dikantin perusahaan," kata Alesha.


"Kamu nggak titip sesuatu kepada Hyun nanti?" tanya sang ibu yang masih sempet menanyakan hal itu kepada sang putri.


Alesha menggelengkan kepalanya pasti. Sang ibu tahu kalau putrinya itu sedang kesal dengan si oppa-oppa Korea tersebut.


"Ya sudah, ibu berangkat."


Alesha melihat sang ibu yang masuk untuk pemeriksaan tiket pesawat. Alesha melambaikan tangannya saat sang ibu menoleh ke belakang sebelum masuk ruangan.


Semoga ayah baik-baik saja di sana, Ya Allah.....


...----------------...


Bersambung 🌼