When I'm Falling In Love

When I'm Falling In Love
Covid



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


Hoeeekkk


Hoeeekkk


Hoeeeekkk


"Alesha? Alesha?"


Hyun masuk ke dalam kamar Alesha sambil membawa semangkuk bubur ayam dan teh manis hangat. Akan tetapi dia tidak mendapati Alesha di atas tempat tidur seperti awal tadi dia tinggalkan. Akhirnya Hyun mencoba mencari ke ruangan lain. Karena mendengar suara kran air di kamar mandi. Hyun pun bergegas menyusul Alesha ke kamar mandi.


Hoeeekk


Hoeeekk


Hoeeekk


Alesha tampak muntah-muntah di depan wastafel dan Hyun seketika datang mendekat memijat tengkuk gadis yang mengenakan hijab tersebut.


"A...bang...jangan kesini," ujar Alesha karena merasa tidak enak Hyun justru mendatanginya di kamar mandi.


"Tapi jijik buat Abang," ujar Alesha lirih dan Hyun hanya diam saja sambil terus memijit tengkuk Alesha. Hyun mengabaikan ucapan Alesha karena dia lebih fokus membantu gadis itu.


Setelah hampir sepuluh menit Alesha mengeluarkan seluruh isi perutnya. Akhirnya gadis berhijab itu tampak sangat lemas. Hyun sampai tidak tega melihatnya tampak kesakitan seperti itu. Setelah memastikan Alesha minum. Dia menawari gadis tersebut dengan memakan bubur ayam. Tetapi Alesha justru tampak kembali mual dengan sesendok bubur ayam yang disodorkan oleh hyun.


Hyun tidak putus asa. Dia mencoba kembali membujuk Alesha untuk memakan bubur ayamnya. Tetapi lagi-lagi Alesha tampak ingin muntah. Hyun rasa ada yang tidak beres dengan Alesha. Apalagi sekarang Alesha merasa dirinya meriang. Hyun mengecek suhu tubuh Alesha dan memang benar adanya. Gadis itu sedang demam. Pantas saja dia merasa tubuhnya menggigil.


"Aku akan memanggil dokter kembali ya, sha. Kamu buat rebahan saja lagi ya," ujar Hyun karena dia harus segera menghubungi asisten pribadinya.


Alesha hanya pasrah menganggukkan kepalanya. Dia tidak mempunyai pilihan lain lagi karena dia sendiri saat ini sedang tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Tubuhnya terasa sakit semuanya. Sampai rasanya menusuk ke tulang-tulang persendiannya. Mulutnya juga terasa pait sekali. Setiap makanan yang masuk ke dalam tak lama kemudian akan dimuntahkan kembali olehnya.


"Reza, panggil dokter Bayu ke rumah kediaman paman Arsyad. Secepatnya!" perintah Hyun dengan nada cemas.


Reza yang sigap dengan perintah tersebut segera menghubungi dokter yang biasanya menangani kondisi keluarga Raffasya.


Tidak butuh waktu lama, Reza dan dokter Bayu datang bersama dengan seorang perawat yang merupakan asisten dokter tersebut. Ketika sampai di kediaman Arsyad. Ketiganya disambut langsung oleh Hyun kemudian diajak menuju ke kamar Alesha.


Setelah melakukan pemeriksaan kepada diri Alesha. Tampaknya dokter Bayu meminta dilakukan adanya antigen. Dan benar ternyata dugaan dari dokter Bayu akan apa yang menimpa diri Alesha.


Hyun dan Reza menantikan hasil tes dari dokter Bayu. Hyun terutama tampak cemas akan hasil pemeriksaan dokter yang merupakan teman baiknya sekolah itu.


"Bagaimana kondisi Alesha, Bayu?" tanya Hyun tampak khawatir akan hasil yang diluar dugaan. Karena ekspresi wajah Bayu yang sedikit pias tersebut.


"Dari hasil pemeriksaan antigen, pasien dinyatakan positif covid 19."


"Apa??!!!"


...----------------...


Bersambung 🌼